<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793</id><updated>2011-04-21T13:20:43.515-07:00</updated><category term='anjuran'/><category term='hanya di indonesia'/><category term='konyol'/><category term='motivasi'/><category term='renungan'/><category term='cinta kasih'/><title type='text'>Fulfilling Life</title><subtitle type='html'>cerita inspiratif...
kisah-kisah mengharukan...
renungan kehidupan...
nasihat yang tersirat...

memberi makna seorang manusia untuk melanjutkan kehidupan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>44</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-4344403965707091433</id><published>2008-08-23T05:02:00.000-07:00</published><updated>2008-08-23T05:03:44.421-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><title type='text'>HARGA SEBUAH BAJU</title><content type='html'>dapet dari milis....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di&lt;br /&gt; Boston , dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor&lt;br /&gt; Pimpinan&lt;br /&gt; Harvard University .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Sesampainya disana sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak&lt;br /&gt; mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  "Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard", kata sang pria lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;"Beliau hari ini sibuk," sahut sang Sekretaris cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  "Kami akan menunggu," jawab sang Wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melaporkan kepada sang&lt;br /&gt; pemimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi," katanya pada sang Pimpinan Harvard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang di luar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul. Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang wanita berkata padanya, "Kami memiliki seorang putra yang kuliah Tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini. bolehkah?" tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia Tampak terkejut. "Nyonya," katanya dengan kasar, "Kita tidak bisa Mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu, tempat ini sudah akan seperti&lt;br /&gt; kuburan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, bukan," Sang wanita menjelaskan dengan cepat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, "Sebuah gedung?!  Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung? Kalian perlu memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, "Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak&lt;br /&gt; kita buat sendiri saja ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan.  Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan sebuah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi dipedulikan oleh Harvard. Universitas tersebut adalah &lt;br /&gt; Stanford University , salah satu universitas favorit kelas atas di AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan Moral :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita, seperti pimpinan Harvard itu, acap silau oleh baju, dan lalai. Padahal, baju hanya bungkus, apa yang disembunyikannya, kadang sangat tak ternilai. Jadi, janganlah kita selalu abai, karena baju-baju, acap menipu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Though you cannot go back and make a brand new start, my friend. Anyone can start from now and make a brand new end" ~Dr. John C. Maxwell~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-4344403965707091433?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/4344403965707091433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=4344403965707091433' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/4344403965707091433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/4344403965707091433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/harga-sebuah-baju.html' title='HARGA SEBUAH BAJU'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-2510173689760122564</id><published>2008-08-20T08:20:00.000-07:00</published><updated>2008-08-20T08:25:44.815-07:00</updated><title type='text'>Rasulullah &amp; Pengemis Yahudi Buta</title><content type='html'>Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari&lt;br /&gt;demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata "Wahai&lt;br /&gt;saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu&lt;br /&gt;pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian&lt;br /&gt;akan dipengaruhinya" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan&lt;br /&gt;tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang&lt;br /&gt;dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan&lt;br /&gt;agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW&lt;br /&gt;melakukannya hingga menjelang Beliau SAW wafat. Setelah kewafatan&lt;br /&gt;Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi&lt;br /&gt;kepada pengemis Yahudi buta itu.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha.&lt;br /&gt;Beliau bertanya kepada anaknya, "anakku adakah sunnah kekasihku yang&lt;br /&gt;belum aku kerjakan", Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai&lt;br /&gt;ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah&lt;br /&gt;pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja". "Apakah Itu?",&lt;br /&gt;tanya Abubakar r.a. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung&lt;br /&gt;pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta&lt;br /&gt;yang berada di sana", kata Aisyah r.ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke esokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan&lt;br /&gt;untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi&lt;br /&gt;pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar&lt;br /&gt;r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, "siapakah&lt;br /&gt;kamu ?". Abubakar r.a menjawab, "aku orang yang biasa". "Bukan !,&lt;br /&gt;engkau bukan orang yang biasa mendatangiku" , jawab si pengemis buta&lt;br /&gt;itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan&lt;br /&gt;tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu&lt;br /&gt;selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut&lt;br /&gt;dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya&lt;br /&gt;sendiri", pengemis itu melanjutkan perkataannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil&lt;br /&gt;berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang&lt;br /&gt;pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia&lt;br /&gt;itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Setelah pengemis&lt;br /&gt;itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian&lt;br /&gt;berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya,&lt;br /&gt;memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku&lt;br /&gt;dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia…. Pengemis Yahudi&lt;br /&gt;buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-2510173689760122564?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/2510173689760122564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=2510173689760122564' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/2510173689760122564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/2510173689760122564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/rasulullah-pengemis-yahudi-buta.html' title='Rasulullah &amp; Pengemis Yahudi Buta'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-5919741941203087781</id><published>2008-08-17T23:34:00.000-07:00</published><updated>2008-08-17T23:57:03.216-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konyol'/><title type='text'>Bangga Jadi Orang INDONESIA!!!</title><content type='html'>ini artikel nemu di milis..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cukup menggugah sebagai bangsa Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hahahaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang warga Indonesia berjalan memasuki sebuah Bank di New York untuk mengajukan pinjaman. Dia menghampiri petugas bagian pinjaman, mengatakan bahwa dia harus pergi ke Jakarta untuk urusan bisnis selama dua minggu, dan memerlukan pinjaman dana sebesar $5.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas bank menanggapi, bahwa pihak bank akan memerlukan jaminan untuk pinjaman yang diajukan. Sang pria menyanggupi persyaratan yang diajukan oleh bank dengan memberikan kunci mobil dan dokumen untuk sebuah Ferrari Modena  yang terparkir di depan bank. Dia memenuhi semua persyaratan, menunggu proses pengecekan dengan sabar, dan petugas bank menyetujui untuk memberikan pinjaman sesuai dengan jumlah yang diajukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sang pria Indonesia meninggalkan bank, Pihak manajemen bank dan pegawainya mentertawakan pria tersebut karena mempergunakan sebuah mobil Ferrari seharga $250,000 sebagai jaminan untuk meminjam uang sebesar $ 5,000. Lantas pegawai bank memarkir mobil mewah itu di area parkir bawah tanah bank tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang 2 minggu kemudian, sang lelaki kembali dari Jakarta dan datang ke bank, mengembalikan pinjaman dana sebesar $ 5,000 beserta bunganya sebesar $15.41.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pegawai bank mengatakan:&lt;br /&gt;"Mister Sastro, kami sangat gembira bisa melayani dan berbisnis dengan anda dengan lancar. Akan tetapi ada sesuatu yang amat membuat kami bertanya-tanya. Saat anda  bepergian ke Jakarta , kami melihat kembali rekening anda di bank kami, dan menjumpai bahwa anda memiliki dana jutaan dollar di rekening anda. Akan tetapi, kenapa anda masih memerlukan pinjaman untuk dana sebesar $ 5,000?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Sastro menjawab:&lt;br /&gt;"Dimana lagi di kota New York saya bisa memarkir mobil saya selama 2 minggu dengan hanya membayar $ 15.41 dan mengharapkan mobil saya tidak dicuri saat saya kembali??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas bank: ...??##@&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah...biasa.. Orang Indonesia ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbanggalah menjadi bangsa yang cemerlang... !! MERDEKA!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-5919741941203087781?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/5919741941203087781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=5919741941203087781' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/5919741941203087781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/5919741941203087781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/bangga-jadi-orang-indonesia.html' title='Bangga Jadi Orang INDONESIA!!!'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-4868600277024813715</id><published>2008-08-16T02:38:00.000-07:00</published><updated>2008-08-16T02:45:54.020-07:00</updated><title type='text'>Berapa lama Kita dikubur?</title><content type='html'>Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan &amp; kemudian duduk Di atas seonggok nisan “Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915 : 20- 01-1965 ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo’a untuk nenekmu” Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo’a untuk Neneknya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah.” Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah…” Kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. “Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 42 tahun … ” &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana . Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut “Muhammad Zaini: 19-02-1882 : 30-01-1910″&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah”, jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya. “Memangnya kenapa ndhuk ?” kata sang ayah menatap teduh mata anaknya. “Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka” kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. “Iya kan yah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya tersenyum, “Lalu?”&lt;br /&gt;“Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang dikubur …. Ya nggak yah?” mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas ….. “Iya nak, kamu pintar,” kata ayahnya pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya… 42 tahun hingga sekarang… kalau kiamat datang 100 tahun lagi…142 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur …. Lalu Ia menunduk … Meneteskan air mata…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya …lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun?&lt;br /&gt;Innalillaahi WA inna ilaihi rooji’un …. Air matanya semakin banyak menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi?&lt;br /&gt;Tahankah? padahal melihat adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin ia sudah tak tahan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah… Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya naik turun tak teratur…. air matanya semakin membanjiri jenggotnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu hingga suaranya serak … Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu. Di betulkannya selimutnya. Yani terus tertidur…. tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan… Dan apa yang akan datang di depannya… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: www.motivasi.web.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-4868600277024813715?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/4868600277024813715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=4868600277024813715' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/4868600277024813715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/4868600277024813715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/berapa-lama-kita-dikubur.html' title='Berapa lama Kita dikubur?'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-3372325938973178780</id><published>2008-08-14T09:39:00.001-07:00</published><updated>2008-08-14T09:39:44.355-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><title type='text'>JIKA SAYA MEMEGANGNYA SELAMA 1 MENIT</title><content type='html'>Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Steven Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?" Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." kata Covey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi. Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada di pundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya. Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: Motivasi Net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-3372325938973178780?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/3372325938973178780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=3372325938973178780' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/3372325938973178780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/3372325938973178780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/jika-saya-memegangnya-selama-1-menit.html' title='JIKA SAYA MEMEGANGNYA SELAMA 1 MENIT'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-6262733314228626196</id><published>2008-08-13T00:04:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T00:06:37.793-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta kasih'/><title type='text'>Ketika Derita Mengabadikan Cinta</title><content type='html'>ini saya ambil dari sebuah milis...&lt;br /&gt;bagi yang akan menikah...&lt;br /&gt;bagi yang sudah menikah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kini tiba saatnya kita semua mendengarkan nasihat pernikahan untuk kedua mempelai yang akan disampaikan oleh yang terhormat Prof. Dr. Mamduh Hasan Al-Ganzouri . Beliau adalah Ketua Ikatan Dokter Kairo dan Dikrektur Rumah Sakit Qashrul Aini, seorang pakar syaraf terkemuka di Timur Tengah, yang tak lain adalah juga dosen kedua mempelai. Kepada Professor dipersilahkan. …"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara pembawa acara walimatul urs itu menggema di seluruh ruangan resepsi pernikahan nan mewah di Hotel Hilton Ramses yang terletak di tepi sungai Nil, Kairo. Seluruh hadirin menanti dengan penasaran, apa kiranya yang akan disampaikan pakar syaraf jebolan London itu. Hati mereka menanti-nanti mungkin akan ada kejutan baru mengenai hubungan pernikahan dengan kesehatan syaraf dari professor yang murah senyum dan sering nongol di televisi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejurus kemudian, seorang laki-laki separuh baya berambut putih melangkah menuju podium. Langkahnya tegap. Air muka di wajahnya memancarkan wibawa. Kepalanya yang sedikit botak, meyakinkan bahwa ia memang seorang ilmuan berbobot. Sorot matanya yang tajam dan kuat, mengisyaratkan pribadi yang tegas. Begitu sampai di podium, kamera video dan lampu sorot langsung shoot ke arahnya. Sesaat sebelum bicara, seperti biasa, ia sentuh gagang kacamatanya, lalu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillah, alhamdulillah, washalatu was salamu'ala Rasulillah, amma ba'du. Sebelumnya saya mohon ma'af , saya tidak bisa memberi nasihat lazimnya para ulama, para mubhaligh dan para ustadz. Namun pada kesempatan kali ini perkenankan saya bercerita…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita yang hendak saya sampaikan kali ini bukan fiktif belaka dan bukan cerita biasa. Tetapi sebuah pengalaman hidup yang tak ternilai harganya, yang telah saya kecap dengan segenap jasad dan jiwa saya. Harapan saya, mempelai berdua dan hadirin sekalian yang dimuliakan Allah bisa mengambil hikmah dan pelajaran yang dikandungnya. Ambilah mutiaranya dan buanglah lumpurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berharap kisah nyata saya ini bisa melunakkan hati yang keras, melukiskan nuansa-nuansa cinta dalam kedamaian, serta menghadirkan kesetiaan pada segenap hati yang menangkapnya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tiga puluh tahun yang lalu… Saya adalah seorang pemuda, hidup di tengah keluarga bangsawan menengah ke atas. Ayah saya seorang perwira tinggi, keturunan "Pasha" yang terhormat di negeri ini. Ibu saya tak kalah terhormatnya, seorang lady dari keluarga aristokrat terkemuka di Ma'adi, ia berpendidikan tinggi, ekonom jebolan Sorbonne yang memegang jabatan penting dan sangat dihormati kalangan elit politik di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya anak sulung, adik saya dua, lelaki dan perempuan. Kami hidup dalam suasana aristokrat dengan tatanan hidup tersendiri. Perjalanan hidup sepenuhnya diatur dengan undang-undang dan norma aristokrat. Keluarga besar kami hanya mengenal pergaulan dengan kalangan aristokrat atau kalangan high class yang sepadan! Entah kenapa saya merasa tidak puas dengan cara hidup seperti ini. Saya merasa terkukung dan terbelenggu dengan strata sosial yang didewa-dewakan keluarga. Saya tidak merasakan benar hidup yang saya cari. Saya lebih merasa hidup justru saat bergaul dengan teman-teman dari kalangan bawah yang menghadapi hidup dengan penuh rintangan dan perjuangan. Hal ini ternyata membuat gusar keluarga saya, mereka menganggap saya ceroboh dan tidak bisa menjaga status sosial keluarga. Pergaulan saya dengan orang yang selalu basah keringat dalam mencari pengganjal perut dianggap memalukan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saya tidak peduli. Karena ayah memperoleh warisan yan sangat besar dari kakek, dan ibu mampu mengembangkannya dengan berlipat ganda, maka kami hidup mewah dengan selera tinggi. Jika musim panas tiba, kami biasa berlibur ke luar negri, ke Paris, Roma, Sydney atau kota besar dunia lainnya. Jika berlibur di dalam negeri ke Alexandria misalnya, maka pilihan keluarga kami adalah hotel San Stefano atau hotel mewah di Montaza yang berdekatan dengan istana Raja Faruq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu masuk fakultas kedokteran, saya dibelikan mobil mewah. Berkali-kali saya minta pada ayah untuk menggantikannya dengan mobil biasa saja, agar lebih enak bergaul dengan teman-teman dan para dosen. Tetapi beliau menolak mentah-mentah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Justru dengan mobil mewah itu kamu akan dihormati siapa saja" tegas ayah. Terpaksa saya pakai mobil itu meskipun dalam hati saya membantah habis-habisan pendapat materialis ayah. Dan agar lebih nyaman di hati, saya parkir mobil itu agak jauh dari tempat kuliah. Ketika itu saya jatuh cinta pada teman kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang gadis yang penuh pesona lahir batin. Saya tertarik dengan kesederhanaan, kesahajaan, dan kemuliaan ahlaknya. Dari keteduhan wajahnya saya menangkap dalam relung hatinya tersimpan kesetiaan dan kelembutan tiada tara. Kecantikan dan kecerdasannya sangat menajubkan. Ia gadis yang beradab dan berprestasi, sama seperti saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gayung pun bersambut. Dia ternyata juga mencintai saya. Saya merasa telah menemukan pasangan hidup yang tepat. Kami berjanji untuk menempatkan cinta ini dalam ikatan suci yang diridhai Allah, yaitu ikatan pernikahan. Akhirnya kami berdua lulus dengan nilai tertinggi di fakultas. Maka datanglah saat untuk mewujudkan impian kami berdua menjadi kenyataan. Kami ingin memadu cinta penuh bahagia di jalan yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya buka keinginan saya untuk melamar dan menikahi gadis pujaan hati pada keluarga. Saya ajak dia berkunjung ke rumah. Ayah, ibu, dan saudara-saudara saya semuanya takjub dengan kecantikan, kelembutan, dan kecerdasannya. Ibu saya memuji cita rasanya dalam memilih warna pakaian serta tutur bahasanya yang halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai kunjungan itu, ayah bertanya tentang pekerjaan ayahnya. Begitu saya beritahu, serta merta meledaklah badai kemarahan ayah dan membanting gelas yang ada di dekatnya. Bahkan beliau mengultimatum: Pernikahan ini tidak boleh terjadi selamanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menegaskan bahwa selama beliau masih hidup rencana pernikahan dengan gadis berakhlak mulia itu tidak boleh terjadi. Pembuluh otak saya nyaris pecah pada saat itu menahan remuk redam kepedihan batin yang tak terkira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin semua, apakah anda tahu sebabnya? Kenapa ayah saya berlaku sedemikian sadis? Sebabnya, karena ayah calon istri saya itu tukang cukur….tukang cukur, ya… sekali lagi tukang cukur! Saya katakan dengan bangga. Karena, meski hanya tukang cukur, dia seorang lelaki sejati. Seorang pekerja keras yang telah menunaikan kewajibannya dengan baik kepada keluarganya. Dia telah mengukir satu prestasi yang tak banyak dilakukan para bangsawan "Pasha". Lewat tangannya ia lahirkan tiga dokter, seorang insinyur dan seorang letnan, meskipun dia sama sekali tidak mengecap bangku pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu, saudara dan semua keluarga berpihak kepada ayah. Saya berdiri sendiri, tidak ada yang membela. Pada saat yang sama adik saya membawa pacarnya yang telah hamil 2 bulan ke rumah. Minta direstui. Ayah ibu langsung merestui dan menyiapkan biaya pesta pernikahannya sebesar 500 ribu ponds. Saya protes kepada mereka, kenapa ada perlakuan tidak adil seperti ini? Kenapa saya yang ingin bercinta di jalan yang lurus tidak direstui, sedangkan adik saya yang jelas-jelas telah berzina, bergonta-ganti pacar dan akhirnya menghamili pacarnya yang entah yang ke berapa di luar akad nikah malah direstui dan diberi fasilitas maha besar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan enteng ayah menjawab. "Karena kamu memilih pasangan hidup dari strata yang salah dan akan menurunkan martabat keluarga, sedangkan pacar adik kamu yang hamil itu anak menteri, dia akan menaikkan martabat keluarga besar Al Ganzouri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirin semua, semakin perih luka dalam hati saya. Kalau dia bukan ayah saya, tentu sudah saya maki habis-habisan. Mungkin itulah tanda kiamat sudah dekat, yang ingin hidup bersih dengan menikah dihalangi, namun yang jelas berzina justru difasilitasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menyebut asma Allah, saya putuskan untuk membela cinta dan hidup saya. Saya ingin buktikan pada siapa saja, bahwa cara dan pasangan bercinta pilihan saya adalah benar. Saya tidak ingin apa-apa selain menikah dan hidup baik-baik sesuai dengan tuntunan suci yang saya yakini kebenarannya. Itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bawa kaki ini melangkah ke rumah kasih dan saya temui ayahnya. Dengan penuh kejujuran saya jelaskan apa yang sebenarnya terjadi, dengan harapan beliau berlaku bijak merestui rencana saya. Namun, la haula wala quwwata illa billah, saya dikejutkan oleh sikap beliau setelah mengetahui penolakan keluarga saya. Beliaupun menolak mentah-mentah untuk mengawinkan putrinya dengan saya. Ternyata beliau menjawabnya dengan reaksi lebih keras, beliau tidak menganggapnya sebagai anak jika tetap nekad menikah dengan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berdua bingung, jiwa kami tersiksa. Keluarga saya menolak pernikahan ini terjadi karena alasan status sosial , sedangkan keluarga dia menolak karena alasan membela kehormatan. Berhari-hari saya dan dia hidup berlinang air mata, beratap dan bertanya kenapa orang-orang itu tidak memiliki kesejukan cinta? Setelah berpikir panjang, akhirnya saya putuskan untuk mengakhiri penderitaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari saya ajak gadis yang saya cintai itu ke kantor ma'dzun syari (petugas pencatat nikah) disertai 3 orang sahabat karibku. Kami berikan identitas kami dan kami minta ma'dzun untuk melaksanakan akad nikah kami secara syari'ah mengikuti mahzab imam Hanafi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ma'dzun menuntun saya, "Mamduh, ucapkanlah kalimat ini: Saya terima nikah kamu sesuai dengan sunatullah wa rasulih dan dengan mahar yang kita sepakati bersama serta dengan memakai mahzab Imam Abu Hanifah." Seketika itu bercucuranlah air mata saya, air mata dia dan air mata 3 sahabat saya yang tahu persis detail perjalanan menuju akad nikah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami keluar dari kantor itu resmi menjadi suami-isteri yang sah di mata Allah SWT dan manusia. Saya bisikkan ke istri saya agar menyiapkan kesabaran lebih, sebab rasanya penderitaan ini belum berakhir. Seperti yang saya duga, penderitaan itu belum berakhir, akad nikah kami membuat murka keluarga. Prahara kehidupan menanti di depan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu mencium pernikahan kami, saya diusir oleh ayah dari rumah. Mobil dan segala fasilitas yang ada disita. Saya pergi dari rumah tanpa membawa apa-apa. Kecuali tas kumal berisi beberapa potong pakaian dan uang sebanyak 4 pound saja! Itulah sisa uang yang saya miliki sehabis membayar ongkos akad nikah di kantor ma'dzun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan istriku, ia pun diusir oleh keluarganya. Lebih tragis lagi ia hanya membawa tas kecil berisi pakaian dan uang sebanyak 2 pound, tak lebih! Total kami hanya pegang uang 6 pound atau 2 dolar!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, apa yang bisa kami lakukan dengan uang 6 pound? Kami berdua bertemu di jalan layaknya gelandangan. Saat itu adalah bulan Februari, tepat pada puncak musim dingin. Kami menggigil, rasa cemas, takut, sedih dan sengsara campur aduk menjadi satu. Hanya saja saat mata kami yang berkaca-kaca bertatapan penuh cinta dan jiwa menyatu dalam dekapan kasih sayang , rasa berdaya dan hidup menjalari sukma kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Habibi, maafkan kanda yang membawamu ke jurang kesengsaraan seperti ini. Maafkan Kanda!" "Tidak… Kanda tidak salah, langkah yang kanda tempuh benar. Kita telah berpikir benar dan bercinta dengan benar. Merekalah yang tidak bisa menghargai kebenaran. Mereka masih diselimuti cara berpikir anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika mereka akan tahu bahwa kita benar dan tindakan mereka salah. Saya tidak menyesal dengan langkah yang kita tempuh ini. Percayalah, insya Allah, saya akan setia mendampingi kanda, selama kanda tetap setia membawa dinda ke jalan yang lurus. Kita akan buktikan kepada mereka bahwa kita bisa hidup dan jaya dengan keyakinan cinta kita. Suatu ketika saat kita gapai kejayaan itu kita ulurkan tangan kita dan kita berikan senyum kita pada mereka dan mereka akan menangis haru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata mereka akan mengalir deras seperti derasnya air mata derita kita saat ini," jawab isteri saya dengan terisak dalam pelukan. Kata-katanya memberikan sugesti luar biasa pada diri saya. Lahirlah rasa optimisme untuk hidup. Rasa takut dan cemas itu sirna seketika. Apalagi teringat bahwa satu bulan lagi kami akan diangkat menjadi dokter. Dan sebagai lulusan terbaik masing-masing dari kami akan menerima penghargaan dan uang sebanyak 40 pound.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam semakin melarut dan hawa dingin semakin menggigit. Kami duduk di emperan toko berdua sebagai gembel yang tidak punya apa-apa. Dalam kebekuan, otak kami terus berputar mencari jalan keluar. Tidak mungkin kami tidur di emperan toko itu. Jalan keluar pun datang juga. Dengan sisa uang 6 pound itu kami masih bisa meminjam sebuah toko selama 24 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berhasil menghubungi seorang teman yang memberi pinjaman sebanyak 50 pound. Ia bahkan mengantarkan kami mencarikan losmen ala kadarnya yang murah. Saat kami berteduh dalam kamar sederhana, segera kami disadarkan kembali bahwa kami berada di lembah kehidupan yang susah, kami harus mengarunginya berdua dan tidak ada yang menolong kecuali cinta, kasih sayang dan perjuangan keras kami berdua serta rahmat Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami hidup dalam losmen itu beberapa hari, sampai teman kami berhasil menemukan rumah kontrakan sederhana di daerah kumuh Syubra Khaimah. Bagi kaum aristokrat, rumah kontrakan kami mungkin dipandang sepantasnya adalah untuk kandang binatang kesayangan mereka. Bahkan rumah binatang kesayangan mereka mungkin lebih bagus dari rumah kontrakan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagi kami adalah hadiah dari langit. Apapun bentuk rumah itu, jika seorang gelandangan tanpa rumah menemukan tempat berteduh ia bagai mendapat hadiah agung dari langit. Kebetulan yang punya rumah sedang membutuhkan uang, sehingga dia menerima akad sewa tanpa uang jaminan dan uang administrasi lainnya. Jadi sewanya tak lebih dari 25 pound saja untuk 3 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa bahagianya kami saat itu, segera kami pindah kesana. Lalu kami pergi membeli perkakas rumah untuk pertama kalinya. Tak lebih dari sebuah kasur kasar dari kapas, dua bantal, satu meja kayu kecil, dua kursi dan satu kompor gas sederhana sekali, kipas dan dua cangkir dari tanah, itu saja… tak lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup bersahaja dan belum dikatakan layak itu, kami merasa tetap bahagia, karena kami selalu bersama. Adakah di dunia ini kebahagiaan melebihi pertemuan dua orang yang diikat kuatnya cinta? Hidup bahagia adalah hidup dengan gairah cinta. Dan kenapakah orang-orang di dunia merindukan surga di akhirat? Karena di surga Allah menjanjikan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, saya jadi teringat perkataan Ibnu Qayyim, bahwa nikmatnya persetubuhan cinta yang dirasa sepasang suami-isteri di dunia adalah untuk memberikan gambaran setetes nikmat yang disediakan oleh Allah di surga. Jika percintaan suami-isteri itu nikmat, maka surga jauh lebih nikmat dari semua itu. Nikmat cinta di surga tidak bisa dibayangkan. Yang paling nikmat adalah cinta yang diberikan oleh Allah kepada penghuni surga , saat Allah memperlihatkan wajah-Nya. Dan tidak semua penghuni surga berhak menikmati indahnya wajah Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk nikmat cinta itu, Allah menurunkan petunjuknya yaitu Al-Qur'an dan Sunnah Rasul. Yang konsisten mengikuti petunjuk Allah-lah yang berhak memperoleh segala cinta di surga. Melalui penghayatan cinta ini, kami menemukan jalan-jalan lurus mendekatkan diri kepada-Nya. Istri saya jadi rajin membaca Al-Qur'an, lalu memakai jilbab, dan tiada putus shalat malam. Di awal malam ia menjelma menjadi Rabi'ah Adawiyah yang larut dalam samudra munajat kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu siang ia adalah dokter yang penuh pengabdian dan belas kasihan. Ia memang wanita yang berkarakter dan berkepribadian kuat, ia bertekad untuk hidup berdua tanpa bantuan siapapun, kecuali Allah SWT. Dia juga seorang wanita yang pandai mengatur keuangan. Uang sewa sebanyak 25 poud yang tersisa setelah membayar sewa rumah cukup untuk makan dan transportasi selama sebulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetanggga-tetangga kami yang sederhana sangat mencintai kami, dan kamipun mencintai mereka. Mereka merasa kasihan melihat kemelaratan dan derita hidup kami, padahal kami berdua adalah dokter. Sampai-sampai ada yang bilang tanpa disengaja,"Ah, kami kira para dokter itu pasti kaya semua, ternyata ada juga yang melarat sengsara seperti Mamduh dan isterinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akrabnya pergaulan kami dengan para tetangga banyak mengurangi nestapa kami. Beberapa kali tetangga kami menawarkan bantuan-bantuan kecil layaknya saudara sendiri. Ada yang menawarkan kepada isteri agar menitipkan saja cuciannya pada mesin cuci mereka karena kami memang dokter yang sibuk. Ada yang membelikan kebutuhan dokter. Ada yang membantu membersihkan rumah. Saya sangat terkesan dengan pertolongan- pertolongan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehangatan tetangga itu seolah-olah pengganti kasarnya perlakuan yang kami terima dari keluarga kami sendiri. Keluarga kami bahkan tidak terpanggil sama sekali untuk mencari dan mengunjungi kami. Yang lebih menyakitkan mereka tidak membiarkan kami hidup tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam, ketika kami sedang tidur pulas, tiba-tiba rumah kami digedor dan didobrak oleh 4 bajingan kiriman ayah saya. Mereka merusak segala perkakas yang ada. Meja kayu satu-satunya, mereka patah-patahkan, begitu juga dengan kursi. Kasur tempat kami tidur satu-satunya mereka robek-robek. Mereka mengancam dan memaki kami dengan kata-kata kasar. Lalu mereka keluar dengan ancaman, "Kalian tak akan hidup tenang, karena berani menentang Tuan Pasha."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mereka maksudkan dengan Tuan "Pasha" adalah ayah saya yang kala itu pangkatnya naik menjadi jendral. Ke-empat bajingan itu pergi. Kami berdua berpelukan, menangis bareng berbagi nestapa dan membangun kekuatan. Lalu kami tata kembali rumah yang hancur. Kami kumpulkan lagi kapas-kapas yang berserakan, kami masukan lagi ke dalam kasur dan kami jahit kasur yang sobek-sobek tak karuan itu. Kami tata lagi buku-buku yang berantakan. Meja dan kursi yang rusak itu berusaha kami perbaiki. Lalu kami tertidur kecapaian dengan tangan erat bergenggaman, seolah eratnya genggaman inilah sumber rasa aman dan kebahagiaan yang meringankan intimidasi hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, firasat saya mengatakan ayah tidak akan membiarkan kami hidup tenang. Saya mendapat kabar dari seorang teman bahwa ayah telah merancang skenario keji untuk memenjarakan isteri saya dengan tuduhan wanita tuna susila. Semua orang juga tahu kuatnya intelijen militer di negeri ini. Mereka berhak melaksanakan apa saja dan undang-undang berada di telapak kaki mereka. Saya hanya bisa pasrah total kepada Allah mendengar hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Masya Allah! Ayah telah merancang skenario itu dan tidak mengurungkan niat jahatnya itu, kecuali setelah seorang teman karibku berhasil memperdaya beliau dengan bersumpah akan berhasil membujuk saya agar menceraikan isteri saya. Dan meminta ayah untuk bersabar dan tidak menjalankan skenario itu , sebab kalau itu terjadi pasti pemberontakan saya akan menjadi lebih keras dan bisa berbuat lebih nekad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas temanku itu adalah mengunjungi ayahku setiap pekan sambil meminta beliau sabar, sampai berhasil meyakinkan saya untuk mencerai isteriku. Inilah skenario temanku itu untuk terus mengulur waktu, sampai ayah turun marahnya dan melupakan rencana kejamnya. Sementara saya bisa mempersiapkan segala sesuatu lebih matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan setelah itu datanglah saat wajib militer. Selama satu tahun penuh saya menjalani wajib militer. Inilah masa yang saya takutkan, tidak ada pemasukan sama sekali yang saya terima kecuali 6 pound setiap bulan. Dan saya mesti berpisah dengan belahan jiwa yang sangat saya cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyaris selama 1 tahun saya tidak bisa tidur karena memikirkan keselamatan isteri tercinta. Tetapi Allah tidak melupakan kami, Dialah yang menjaga keselamatan hamba-hamba- Nya yang beriman. Isteri saya hidup selamat bahkan dia mendapatkan kesempatan magang di sebuah klinik kesehatan dekat rumah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi selama satu tahun ini, dia hidup berkecukupan dengan rahmat Allah SWT. Selesai wajib militer, saya langsung menumpahkan segenap rasa rindu kepada kekasih hati. Saat itu adalah musim semi. Musim cinta dan keindahan. Malam itu saya tatap matanya yang indah, wajahnya yang putih bersih. Ia tersenyum manis. Saya reguk segala cintanya. Saya teringat puisi seorang penyair Palestina yang memimpikan hidup bahagia dengan pendamping setia &amp; lepas dari belenggu derita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menatap kaki langit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukatakan kepadanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana… di atas lautan pasir kita akan berbaring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidur nyenyak sampai subuh tiba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan karna ketiadaan kata-kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi karena kupu-kupu kelelahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tidur di atas bibir kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok, oh cintaku… besok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan bangun pagi sekali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan para pelaut dan perahu layar mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akan terbang bersama angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti burung-burung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah… saya pun memimpikan demikian. Ingin rasanya istirahat dari nestapa dan derita. Saya utarakan mimpi itu kepada istri tercinta. Namun dia ternyata punya pandangan lain. Dia malah bersih keras untuk masuk program Magister bersama!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gila… ide gila!!!" pikirku saat itu. Bagaimana tidak…ini adalah saat paling tepat untuk pergi meninggalkan Mesir dan mencari pekerjaan sebagai dokter di negara Teluk, demi menjauhi permusuhan keluarga yang tidak berperasaan. Tetapi istri saya tetap bersikukuh untuk meraih gelar Magister dan menjawab logika yang saya tolak, "Kita berdua paling berprestasi dalam angkatan kita dan mendapat tawaran dari Fakultas sehingga akan mendapatkan keringanan biaya, kita harus sabar sebentar menahan derita untuk meraih keabadian cinta dalam kebahagiaan. Kita sudah kepalang basah menderita, kenapa tidak sekalian kita rengguk sum-sum penderitaan ini. Kita sempurnakan prestasi akademis kita, dan kita wujudkan mimpi indah kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia begitu tegas. Matanya yang indah tidak membiaskan keraguan atau ketakutan sama sekali. Berhadapan dengan tekad baja istriku, hatiku pun luluh. Kupenuhi ajakannya dengan perasaan takjub akan kesabaran dan kekuatan jiwanya. Jadilah kami berdua masuk Program Magister. Dan mulailah kami memasuki hidup baru yang lebih menderita. Pemasukan pas-pasan, sementara kebutuhan kuliah luar biasa banyaknya, dana untuk praktek, buku, dll. Nyaris kami hidup laksana kaum Sufi, makan hanya dengan roti dan air. Hari-hari yang kami lalui lebih berat dari hari-hari awal pernikahan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam hari kami lalui bersama dengan perut kosong, teman setia kami adalah air keran. Masih terekam dalam memori saya, bagaimana kami belajar bersama dalam suatu malam sampai didera rasa lapar yang tak terperikan, kami obati dengan air. Yang terjadi malah kami muntah-muntah. Terpaksa uang untuk beli buku kami ambil untuk pengganjal perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang hari, jangan tanya… kami terpaksa puasa. Dari keterpaksaan itu, terjelmalah kebiasaan dan keikhlasan. Meski demikian melaratnya, kami merasa bahagia. Kami tidak pernah menyesal atau mengeluh sedikitpun. Tidak pernah saya melihat istri saya mengeluh, menagis dan sedih ataupun marah karena suatu sebab. Kalaupun dia menangis, itu bukan karena menyesali nasibnya, tetapi dia malah lebih kasihan kepada saya. Dia kasihan melihat keadaan saya yang asalnya terbiasa hidup mewah, tiba-tiba harus hidup sengsara layaknya gelandangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, sayapun merasa kasihan melihat keadaannya, dia yang asalnya hidup nyaman dengan keluarganya, harus hidup menderita di rumah kontrakan yang kumuh dan makan ala kadarnya. Timbal balik perasaan ini ternya menciptakan suasana mawaddah yang luar biasa kuatnya dalam diri kami. Saya tidak bisa lagi melukiskan rasa sayang, hormat, dan cinta yang mendalam padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali saya angkat kepala dari buku, yang tampak di depan saya adalah wajah istri saya yang lagi serius belajar. Kutatap wajahnya dalam-dalam. Saya kagum pada bidadari saya ini. Merasa diperhatikan, dia akan mengangkat pandangannya dari buku dan menatap saya penuh cinta dengan senyumnya yang khas. Jika sudah demikian, penderitaan terlupakan semua. Rasanya kamilah orang yang paling berbahagia di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah menyertai orang-orang yang sabar, sayang…" bisiknya mesra sambil tersenyum. Lalu kami teruskan belajar dengan semangat membara. Allah Maha Penyayang, usaha kami tidak sia-sia. Kami berdua meraih gelar Magister dengan waktu tercepat di Mesir. Hanya 2 tahun saja! Namun, kami belum keluar dari derita. Setelah meraih gelar Magister pun kami masih hidup susah, tidur di atas kasur tipis dan tidak ada istilah makan enak dalam hidup kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya rahmat Allah datang juga. Setelah usaha keras, kami berhasil meneken kontrak kerja di sebuah rumah sakit di Kuwait. Dan untuk pertama kalinya, setelah 5 tahun berselimut derita dan duka, kami mengenal hidup layak dan tenang. Kami hidup di rumah yang mewah, m&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;erasakan kembali tidur di kasur empuk dan kembali mengenal masakan lezat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun setelah itu, kami dapat membeli villa berlantai dua di Heliopolis, Kairo. Sebenarnya, saya rindu untuk kembali ke Mesir setelah memiliki rumah yang layak. Tetapi istriku memang 'edan'. Ia kembali mengeluarkan ide gila, yaitu ide untuk melanjutkan program Doktor Spesialis di London, juga dengan logika yang sulit saya tolak: "Kita dokter yang berprestasi. Hari-hari penuh derita telah kita lalui, dan kita kini memiliki uang yang cukup untuk mengambil gelar Doktor di London. Setelah bertahun-tahun hidup di lorong kumuh, tak ada salahnya kita raih sekalian jenjang akademis tertinggi sambil merasakan hidup di negara maju. Apalagi pihak rumah sakit telah menyediakan dana tambahan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucium kening istriku, dan bismillah… kami berangkat ke London. Singkatnya, dengan rahmat Allah, kami berdua berhasil menggondol gelar Doktor dari London. Saya spesialis syaraf dan istri saya spesialis jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memperoleh gelar doktor spesialis, kami meneken kontrak kerja baru di Kuwait dengan gaji luar biasa besarnya. Bahkan saya diangkat sebagai direktur rumah sakit, dan istri saya sebagai wakilnya! Kami juga mengajar di Universitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun dikaruniai seorang putri yang cantik dan cerdas. Saya namai dia dengan nama istri terkasih, belahan jiwa yang menemaniku dalam suka dan duka, yang tiada henti mengilhamkan kebajikan. Lima tahun setelah itu, kami pindah kembali ke Kairo setelah sebelumnya menunaikan ibadah haji di Tanah Haram. Kami kembali laksana raja dan permaisurinya yang pulang dari lawatan keliling dunia. Kini kami hidup bahagia, penuh cinta dan kedamaian setelah lebih dari 9 tahun hidup menderita, melarat dan sengsara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenang masa lalu, maka bertambahlah rasa syukur kami kepada Allah swt dan bertambahlan rasa cinta kami. Ini kisah nyata yang saya sampaikan sebagai nasehat hidup. Jika hadirin sekalian ingin tahu istri saleha yang saya cintai dan mencurahkan cintanya dengan tulus, tanpa pernah surut sejak pertemuan pertama sampai saat ini, di kala suka dan duka, maka lihatlah wanita berjilbab biru yang menunduk di barisan depan kaum ibu, tepat di sebelah kiri artis berjilbab Huda Sulthan. Dialah istri saya tercinta yang mengajarkan bahwa penderitaan bisa mengekalkan cinta. Dialah Prof Dr Shiddiqa binti Abdul Aziz…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepuk tangan bergemuruh mengiringi gerak kamera video menyorot sosok perempuan separoh baya yang tampak anggun dengan jilbab biru. Perempuan itu tengah mengusap kucuran air matanya. Kamera juga merekam mata Huda Sulthan yang berkaca-kaca, lelehan air mata haru kedua mempelai, dan segenap hadirin yang menghayati cerita ini dengan seksama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-6262733314228626196?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/6262733314228626196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=6262733314228626196' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/6262733314228626196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/6262733314228626196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/ketika-derita-mengabadikan-cinta.html' title='Ketika Derita Mengabadikan Cinta'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-8994534392029067490</id><published>2008-08-11T06:08:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T22:21:23.969-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Semua sudah ada takdirnya</title><content type='html'>Cerita ini sungguh menyedihkan....refleksi buat yang sudah berkeluarga maupun yang belum...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25 tahun yang lalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inikah nasib? Terlahir&lt;br /&gt;sebagai menantu bukan pilihan. Tapi aku dan Kania&lt;br /&gt;harus tetap menikah. Itu sebabnya kami ada di Kantor Catatan Sipil. Wali&lt;br /&gt;kami pun wali hakim. Dalam tiga puluh menit, prosesi&lt;br /&gt;pernikahan kami selesai. Tanpa sungkem dan tabur melati atau hidangan&lt;br /&gt;istimewa dan salam sejahtera dari kerabat. Tapi aku masih sangat&lt;br /&gt;bersyukur karena Lukman dan Naila mau hadir menjadi saksi.&lt;br /&gt;Umurku sudah menginjak seperempat abad dan Kania di bawahku. Cita-cita&lt;br /&gt;kami sederhana, ingin hidup bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22 tahun yang lalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaanku tidak begitu elit, tapi cukup untuk biaya makan keluargaku. &lt;br /&gt;Ya, keluargaku. Karena sekarang aku sudah punya momongan.&lt;br /&gt;Seorang putri, kunamai ia Kamila. Aku berharap ia bisa menjadi perempuan&lt;br /&gt;sempurna, maksudku kaya akan budi baik hingga dia tampak sempurna. &lt;br /&gt;Kulitnya masih merah, mungkin karena ia baru berumur seminggu. Sayang, dia&lt;br /&gt;tak dijenguk kakek-neneknya dan aku merasa prihatin. Aku harus bisa&lt;br /&gt;terima nasib kembali, orangtuaku dan orangtua Kania tak mau menerima kami. Ya&lt;br /&gt;sudahlah. Aku tak berhak untuk memaksa dan aku tidak membenci mereka. &lt;br /&gt;Aku hanya yakin, suatu saat nanti, mereka pasti akan berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;19 tahun yang lalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamila ku gesit dan lincah. Dia sekarang sedang senang berlari-lari,&lt;br /&gt;melompat-lompat atau meloncat dari meja ke kursi lalu dari kursi ke lantai&lt;br /&gt;kemudian berteriak "Horeee, Iya bisa terbang". Begitulah dia&lt;br /&gt;memanggil namanya sendiri, Iya. Kembang senyumnya selalu merekah seperti mawar di&lt;br /&gt;pot halaman rumah. Dan Kania tak jarang berteriak,"Iya sayaaang,"&lt;br /&gt;jika sudah terdengar suara "Prang". Itu artinya, ada yang pecah, bisa vas&lt;br /&gt;bunga, gelas, piring, atau meja kaca. Terakhir cermin rias ibunya yang&lt;br /&gt;pecah. Waktu dia melompat dari tempat tidur ke lantai, boneka kayu yang&lt;br /&gt;dipegangnya terpental. Dan dia cuma bilang "Kenapa semua kaca di rumah&lt;br /&gt;ini selalu pecah,&lt;br /&gt;Ma?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18 tahun yang lalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini Kamila ulang tahun. Aku sengaja pulang lebih awal dari&lt;br /&gt;pekerjaanku agar bisa membeli hadiah dulu. Kemarin lalu dia merengek minta&lt;br /&gt;dibelikan bola. Kania tak membelikannya karena tak mau anaknya jadi tomboy&lt;br /&gt;apalagi ja di pemain bola seperti yang sering diucapkannya. "Nanti kalau&lt;br /&gt;sudah besar, Iya mau jadi pemain bola!" tapi aku tidak suka dia menangis&lt;br /&gt;terus minta bola, makanya kubelikan ia sebuah bola. Paling tidak aku bisa&lt;br /&gt;punya lawan main setiap sabtu sore. Dan seperti yang sudah kuduga, dia&lt;br /&gt;bersorak kegirangan waktu kutunjukkan bola itu. "Horee, Iya jadi pemain&lt;br /&gt;bola."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 Tahun yang lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, Iya. Bapak kan sudah bilang jangan main bola di jalan. Mainnya di&lt;br /&gt;rumah aja. Coba kalau ia nurut, Bapak kan tidak akan seperti ini. Aku&lt;br /&gt;tidak tahu bagaimana Kania bisa tidak tahu Iya menyembunyikan bola di tas&lt;br /&gt;sekolahnya. Yang aku tahu, hari itu hari sabtu dan aku&lt;br /&gt;akan menjemputnyanya dari sekolah. Kulihat anakku sedang asyik menendang bola&lt;br /&gt;sepanjang jalan pulang dari sekolah dan ia semakin ketengah jalan. Aku&lt;br /&gt;berlari menghampirinya, rasa khawatirku mengalahkan kehati-hatianku dan&lt;br /&gt;"Iyaaaa". Sebuah truk pasir telak menghantam tubuhku,&lt;br /&gt;lindasan ban besarnya berhenti di atas dua kakiku. Waktu aku sadar, dua&lt;br /&gt;kakiku sudah diamputasi. Ya Tuhan, bagaimana ini. Bayang-bayang yang&lt;br /&gt;kelam menyelimuti pikiranku, tanpa kaki, bagaimana aku bekerja sementara&lt;br /&gt;pekerjaanku mengantar barang dari perusahaan ke rumah konsumen. Kulihat&lt;br /&gt;Kania menangis sedih, bibir cuma berkata "Coba kalau kamu tak belikan ia&lt;br /&gt;bola!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 tahun yang lalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perekonomianku morat marit setelah kecelakaan. Uang pesangon habis untuk&lt;br /&gt;ke rumah sakit dan uang tabungan menguap jadi asap dapur. Kania mulai&lt;br /&gt;banyak mengeluh dan Iya mulai banyak dibentak. Aku hanya bisa&lt;br /&gt;membelainya. Dan bilang kalau Mamanya sedang sakit kepala makanya cepat&lt;br /&gt;marah. Perabotan rumah yang bisa dijual sudah habis. Dan aku tak bisa&lt;br /&gt;berkata apa-apa waktu Kania ia hendak mencari ke luar negeri. Dia ingin&lt;br /&gt;penghasilan yang lebih besar untuk mencukupi kebutuhan Kamila. Diizinkan&lt;br /&gt;atau tidak diizinkan dia a kan tetap pergi. Begitu katanya. Dan akhirnya&lt;br /&gt;dia memang pergi ke Malaysia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13 tahun yang lalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun sejak kepergian Kania, keuangan rumahku sedikit membaik tapi itu&lt;br /&gt;hanya setahun. Setelah itu tak terdengar kabar lagi. Aku harus&lt;br /&gt;mempersiapkan uang untuk Kamila masuk SMP. Anakku memang pintar dia&lt;br /&gt;loncat satu tahun di SD-nya. Dengan segala keprihatinan kupaksakan agar&lt;br /&gt;Kamila bisa melanjutkan sekolah. aku bekerja serabutan, mengerjakan&lt;br /&gt;pekerjaan yang bisa kukerjakan dengan dua tanganku. Aku miris, menghadapi&lt;br /&gt;kenyataan. Menyaksikan anakku yang tumbuh remaja dan aku tahu dia ingin&lt;br /&gt;menikmati dunianya. Tapi keadaanku mengurungnya dalam segala kekurangan. &lt;br /&gt;Tapi aku harus kuat. Aku harus tabah untuk mengajari Kamila hidup tegar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 tahun yang lalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sedih, semua tetangga sering mengejek kecacatanku. Dan Kamila hanya&lt;br /&gt;sanggup berlari ke dalam rumah lalu sembunyi di dalam kamar. Dia sering&lt;br /&gt;jadi bulan-bulanan hinaan teman sebayanya. Anakku cantik, seperti ibunya.&lt;br /&gt;"Biar cantik kalo kere ya kelaut aje." Mungkin itu kata-kata yang&lt;br /&gt;sering kudengar. Tapi anakku memang sabar dia tidak marah walau tak urung&lt;br /&gt;menangis juga. "Sabar ya, Nak!" hiburku."Pak, Iya pake jilbab&lt;br /&gt;aja ya, biar tidak diganggu!" pintanya padaku. Dan aku menangis. Anakku maafkan&lt;br /&gt;bapakmu, hanya itu suara yang sanggup kupendam dalam hatiku. Sejak hari&lt;br /&gt;itu, anakku tak pernah lepas dari kerudungnya. Dan aku bahagia. Anakku,&lt;br /&gt;ternyata kamu sudah semakin dewasa. Dia selalu tersenyum padaku. Dia&lt;br /&gt;tidak pernah menunjukkan kekecewaannya padaku karena sekolahnya hanya terlambat di bangku SMP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 tahun yang lalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merenung seharian. Ingatanku tentang Kania, istriku, kembali menemui&lt;br /&gt;pikiranku. Sudah bertahun-tahun tak kudengar kabarnya. Aku tak mungkin&lt;br /&gt;bohong pada diriku sendiri, jika aku masih menyimpan rindu untuknya. Dan&lt;br /&gt;itu pula yang mem buat aku takut. Semalam Kamila bilang dia ingin menjadi&lt;br /&gt;TKI ke Malaysia. Sulit baginya mencari pekerjaan di sini yang cuma&lt;br /&gt;lulusan SMP. Haruskah aku melepasnya karena alasan ekonomi. Dia bilang&lt;br /&gt;aku sudah tua, tenagaku habis dan dia ingin agar aku beristirahat. Dia&lt;br /&gt;berjanji akan rajin mengirimi aku uang dan menabung untuk modal. Setelah&lt;br /&gt;itu dia akan pulang, menemaniku kembali dan membuka usaha kecil-kecilan. &lt;br /&gt;Seperti waktu lalu, kali ini pun aku tak kuasa untuk menghalanginya. Aku&lt;br /&gt;hanya berdoa agar Kamilaku baik-baik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 tahun lalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamila tak pernah telat mengirimi aku uang. Hampir tiga tahun dia di&lt;br /&gt;sana. Dia bekerja sebagai seorang pelayan di rumah seorang nyonya. Tapi&lt;br /&gt;Kamila tidak suka dengan laki-laki yang disebutnya datuk. Matanya tak&lt;br /&gt;pernah siratkan sinar baik. Dia juga dikenal suka perempuan. Dan nyonya&lt;br /&gt;itu adalah istri mudanya yang keempat. Dia bilang dia sudah ingin pulang.&lt;br /&gt;Karena akhir-akhir ini dia sering diganggu. Lebaran tahun ini dia akan&lt;br /&gt;berhenti bekerja. Itu yang kubaca dari suratnya. Aku senang mengetahui&lt;br /&gt;itu dan selalu menunggu hingga masa itu tiba.&lt;br /&gt;Kamila bilang, aku jangan pernah lupa salat dan kalau kondisiku sedang&lt;br /&gt;baik usahakan untuk salat tahajjud. Tak perlu memaksakan untuk puasa&lt;br /&gt;sunnah yang pasti setiap bulan Ramadhan aku harus berusaha sebisa mungkin&lt;br /&gt;untuk kuat hingga beduk manghrib berbunyi. Kini anakku lebih pandai&lt;br /&gt;menasihati daripada aku. Dan aku bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 tahun 6 bulan yang lalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inikah badai? Aku mendapat surat dari kepolisian pemerintahan Malaysia,&lt;br /&gt;kabarnya anakku ditahan. Dan dia diancam hukuman mati, karena dia&lt;br /&gt;terbukti membunuh suami majikannya. Sesak dadaku mendapat kabar ini. Aku&lt;br /&gt;menangis, aku tak percaya. Kamilaku yang lemah lembut tak mungkin&lt;br /&gt;membunuh. Lagipula kenapa dia harus membunuh. Aku meminta bantuan hukum&lt;br /&gt;dari Indonesia untuk menyelamatkan anakku dari maut. Hampir setahun aku&lt;br /&gt;gelisah menunggu kasus anakku selesai. Tenaga tuaku terkuras dan&lt;br /&gt;airmataku habis. Aku hanya bisa memohon agar anakku tidak dihukum mati&lt;br /&gt;andai dia memang bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 tahun 6 bulan yang lalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya putusan itu jatuh juga, anakku terbukti bersalah. Dan dia harus&lt;br /&gt;menjalani hukuman gantung sebagai balasannya. Aku tidak bisa apa-apa&lt;br /&gt;selain menangis sejadinya. Andai aku tak izinkan dia pergi apakah&lt;br /&gt;nasibnya tak akan seburuk ini? Andai aku tak belikan ia bola apakah&lt;br /&gt;keadaanku pasti lebih baik? Aku kini benar-benar sendiri. wahai Allah&lt;br /&gt;kuatkan aku. Atas permintaan anakku aku dijemput terbang ke Malaysia.&lt;br /&gt;Anakku ingin aku ada di sisinya di saat terakhirnya. Lihatlah, dia kurus&lt;br /&gt;sekali. Dua matanya sembab dan bengkak. Ingin rasanya aku&lt;br /&gt;berlari tapi apa daya kakiku tak ada. Aku masuk ke dalam ruangan&lt;br /&gt;pertemuan itu, dia berhambur ke arahku, memelukku erat, seakan tak ingin&lt;br /&gt;melepaskan aku. "Bapak, Iya Takut!" aku memeluknya lebih erat lagi. &lt;br /&gt;Andai bisa ditukar, aku ingin menggantikannya. "Kenapa, Ya, kenapa kamu&lt;br /&gt;membunuhnya sayang?" "Lelaki tua itu ingin Iya tidur dengannya, Pak. &lt;br /&gt;Iya tidak mau. Iya dipukulnya. Iya takut, Iya dorong dan dia jatuh dari&lt;br /&gt;jendela kamar. Dan dia mati. Iya tidak salah kan, Pak!" Aku perih&lt;br /&gt;mendengar itu. Aku iba dengan nasib anakku. Masa mudanya hilang begitu&lt;br /&gt;saja. Tapi aku bisa apa, istri keempat lelaki tua itu menuntut agar&lt;br /&gt;anakku dihukum mati. Dia kaya dan lelaki itu juga orang terhormat. Aku&lt;br /&gt;sudah berusaha untuk memohon keringanan bagi anakku, tapi menemuiku pun ia&lt;br /&gt;tidak mau. Sia-sia aku tinggal di Malaysia selama enam bulan untuk memohon&lt;br /&gt;hukuman pada wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 tahun yang lalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, anakku akan dihukum gantung. Dan wanita itu akan hadir&lt;br /&gt;melihatnya. Aku mendengar dari petugas jika dia sudah datang dan ada di&lt;br /&gt;belakangku. Tapi aku tak ingin melihatnya. Aku melihat isyarat tangan&lt;br /&gt;dari hakim di sana. Petugas itu membuka papan yang diinjak anakku. Dan&lt;br /&gt;'blass" Kamilaku kini tergantung. Aku tak bisa lagi menangis. Setelah&lt;br /&gt;yakin sudah mati, jenazah anakku diturunkan mereka, aku mendengar langkah&lt;br /&gt;kaki menuju jenazah anakku. Dia menyibak kain penutupnya dan tersenyum&lt;br /&gt;sinis. Aku mendongakkan kepalaku, dan dengan mataku yang samar oleh air&lt;br /&gt;mata aku melihat garis wajah yang kukenal. "Kania?" "Mas Har, kau . !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau ... kau bunuh anakmu sendiri, Kania!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya? Dia..dia . Iya?" serunya getir&lt;br /&gt;menunjuk jenazah anakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, dia Iya kita. Iya yang ingin jadi pemain bola jika sudah besar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ... tidaaak ... " Kania berlari ke arah jenazah anakku.&lt;br /&gt;Diguncang tubuh kaku itu sambil menjerit histeris. Seorang petugas&lt;br /&gt;menghampiri Kania dan memberikan secarik kertas yang tergenggam di&lt;br /&gt;tangannya waktu dia diturunkan dari tiang gantungan. Bunyinya "Terima&lt;br /&gt;kasih Mama." Aku baru sadar, kalau dari dulu Kamila sudah tahu wanita itu&lt;br /&gt;ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun lalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu istriku gila. Tapi apakah dia masih istriku. Yang aku&lt;br /&gt;tahu, aku belum pernah menceraikannya. Terakhir kudengar kabarnya dia&lt;br /&gt;mati bunuh diri. Dia ingin dikuburkan di samping kuburan anakku, Kamila. &lt;br /&gt;Kata pembantu yang mengantarkan jenazahnya padaku, dia sering berteriak,&lt;br /&gt;"Iya sayaaang, apalagi yang pecah, Nak." Kamu tahu Kania, kali ini&lt;br /&gt;yangpecah adalah hatiku. Mungkin orang tua kita memang benar, tak seharusnya&lt;br /&gt;kita menikah. Agar tak ada kesengsaraan untuk Kamila anak kita. Benarkah&lt;br /&gt;begitu Iya sayang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-8994534392029067490?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/8994534392029067490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=8994534392029067490' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/8994534392029067490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/8994534392029067490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/semua-sudah-ada-takdirnya.html' title='Semua sudah ada takdirnya'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-7471633732861870928</id><published>2008-08-09T00:40:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T03:02:03.748-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta kasih'/><title type='text'>IKATKAN SEHELAI PITA KUNING BAGIKU</title><content type='html'>Pada tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam- malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu dia naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Sex, gambling, drug. Dia menikmati semuanya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istrinya. Dia rindu keluarganya. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakan betapa menyesalnya dia. Bahwa dia masih mencintai isteri dan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berharap dia masih boleh kembali. Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan menulis, "Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau masih mau aku kembali padamu, ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku, pada satu-satunya pohon beringin yang berada di pusat kota. Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku akan tahu dan mengerti. Aku tidak akan turun dari bis, dan akan terus menuju Miami. Dan aku berjanji aku tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima surat balasan dari isterinya. Dia tidak tahu apakah isterinya menerima suratnya atau sekalipun dia membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya? Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak. Dia sangat sangat gugup. Seisi bis mendengar ceritanya, dan mereka meminta kepada sopir bus itu, "Tolong, pas lewat White Oak, jalan pelan-pelan...kita mesti lihat apa yang akan terjadi..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Dia tidak berani mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menetas di matanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tidak melihat sehelai pita kuning...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada sehelai pita kuning....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada sehelai......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melainkan ada seratus helai pita-pita kuning....bergantungan di pohon beringin itu...Ooh...seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning...!!!!!!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah nyata ini menjadi lagu hits nomor satu pada tahun 1973 di Amerika. Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini. Seorang penulis lagu menuliskan kisah ini menjadi lagu, "Tie a Yellow Ribbon Around the Old Oak Tree", dan ketika album ini di-rilis pada bulan Februari 1973, langsung menjadi hits pada bulan April 1973.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'm coming home I've done my time And I have to know what is or isn't mine If you received my letter Telling you I'd soon be free Then you'd know just what to do If you still want me If you still want me Oh tie a yellow ribbon 'Round the old oak tree It's been three long years Do you still want me If I don't see a yellow ribbon 'Round the old oak tree I'll stay on the bus, forget about us Put the blame on me If I don't see a yellow ribbon 'Round the old oak tree Bus driver please look for me 'Cause I couldn't bare to see what I might see I'm really still in prison And my love she holds the key A simple yellow ribbon's all I need to set me free I wrote and told her please Oh tie a yellow ribbon 'Round the old oak tree It's been three long years Do you still want me If I don't see a yellow ribbon 'Round the old oak tree I'll stay on the bus, forget about us Put the blame on me If I don't see a yellow ribbon 'Round the old oak tree Now the whole damn bus is cheering And I can't believe I see A hundred yellow ribbons 'Round the old, the old oak&lt;br /&gt;tree Tie a ribbon 'round the old oak tree Tie a ribbon 'round the old oak&lt;br /&gt;tree Tie a ribbon 'round the old oak tree Tie a ribbon 'round the old oak&lt;br /&gt;tree Tie a ribbon 'round the old oak tree Tie a ribbon 'round the old oak&lt;br /&gt;tree Tie a ribbon 'round the old oak tree Tie a ribbon 'round the old oak tree&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: Cetivasi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-7471633732861870928?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/7471633732861870928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=7471633732861870928' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/7471633732861870928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/7471633732861870928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/ikatkan-sehelai-pita-kuning-bagiku.html' title='IKATKAN SEHELAI PITA KUNING BAGIKU'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-7782676705366705958</id><published>2008-08-09T00:37:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T03:07:42.768-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><title type='text'>COLUMBUS DAN TELUR</title><content type='html'>Ini sebuah cerita kecil di balik kesuksesan Columbus yang menemukan Benua&lt;br /&gt;Amerika. Setelah penemuan yang fenomenal itu, Columbus menjadi sangat&lt;br /&gt;terkenal dan diagung-agungkan oleh Raja dan seluruh rakyat. Columbus pun&lt;br /&gt;diangkat menjadi bangsaan kehormatan kerajaan. Kepopuleran Columbus itu&lt;br /&gt;membuat beberapa orang menjadi iri kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, Columbus mengadakan perjamuan makan. Dalam perjamuan makan itu. Dia menceritakan semua kisah yang dihadapi dalam pencarian Benua baru tersebut. Semua tamu undangan terpukau dan mengakui kehebatan Sang Penemu Benua Baru tersebut, namun beberapa orang yang iri dengan sinis berkata," "Apa hebatnya dia ?? Dia cuma berlayar dan kebetulan saja menemukan benua baru. Siapa saja juga bisa melakukan itu". Mendengar hal tersebut, Columbus kemudian menantang para orang yang iri tersebut. "Marilah kita bertanding untuk membuktikan siapa yang lebih baik. Barangsiapa yang bisa membuat telur-telur rebus itu berdiri di atas meja makan ini, maka ialah orang yang terbaik dan semua gelar-kekayaanku akan kuserahkan padanya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang iri tersebut menerima tantangan Columbus.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mereka mulai berusaha untuk membuat telur-telur rebus itu berdiri&lt;br /&gt;di atas meja makan. Namun karena telur adalah benda yang ellips/hampir&lt;br /&gt;bundar, maka cukup mustahil untuk bisa berdiri di atas meja. Setiap dicoba&lt;br /&gt;didirikan, telur-telur itu langsung saja menggelinding jatuh. Akhirnya&lt;br /&gt;mereka pun menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini tiba giliran Columbus. Columbus memegang telur rebus itu di atas meja&lt;br /&gt;dengan posisi berdiri sambil dipegangi, kemudian dengan tangan yang satunya&lt;br /&gt;Columbus menekan ujung atas telur rebus itu ke meja sehingga ujung bawah&lt;br /&gt;telur menjadi remuk dan memipih (tidak lonjong lagi) sehingga telur tersebut&lt;br /&gt;bisa berdiri tegak di atas meja. Melihat hal tersebut, orang-orang yang iri&lt;br /&gt;dengan sinis berkata "Ah... kalo caranya seperti itu, kami juga bisa membuat&lt;br /&gt;telur rebus itu berdiri" Dengan bijak dan sambil tersenyum, Columbus berkata&lt;br /&gt;"KALO BEGITU, MENGAPA TIDAK KAMU MELAKUKANNYA ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita di atas hendak memberitahukan kita bahwa KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN BERASAL DARI SUATU TINDAKAN NYATA ATAS GAGASAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Columbus dan beberapa orang pada masa itu mempunyai gagasan atau teori&lt;br /&gt;tentang bumi yang bulat. Teori tersebut merupakan teori yang jelas-jelas&lt;br /&gt;bertentangan dengan kepercayaan dunia pada waktu itu yang mempercayai bahwa&lt;br /&gt;buki itu datar seperti piring. Ketika Columbus mengutarakan niatnya untuk&lt;br /&gt;melakukan ekspedisi lautnya, banyak orang, termasuk keluarganya, yang&lt;br /&gt;menganggapnya gila. Namun Columbus tetap teguh dan gigih pada pendiriannya.&lt;br /&gt;Perjuangan Columbus tidaklah ringan untuk membuktikan bahwa bumi itu bulat.&lt;br /&gt;Ancaman hukuman mati atas pengingkaran hukum Tuhan sampai pemberontakan&lt;br /&gt;anakbuah kapalnya, ia hadapi dengan tegar sehingga pada akhirnya Sejarah&lt;br /&gt;mencatatnya sebagai salah satu penemu benua dan pelaut andal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita menemukan orang atau bahkan diri kita juga mengalaminya&lt;br /&gt;yaitu kita mempunyai gagasan / ide / konsep namun terlalu takut untuk&lt;br /&gt;mewujudkannya dalam sebuah aksi nyata, dan akhirnya ide itu hanya menjadi&lt;br /&gt;semu. Ketakutan atas kegagalan, penilaian miring orang lain, penderitaan dan&lt;br /&gt;sebagainya membuat kita terhalang untuk menemukan kesuksesan. Ketakutan ini&lt;br /&gt;pula yang membuat kita terkadang merasa iri akan keberhasilan orang lain.&lt;br /&gt;Kita sering berkata miring atas keberhasilan orang lain"Ah...dia sih cuma&lt;br /&gt;beruntung aja,...Aku pun bisa melakukannya" Jadi apa yang anda pilih ? GAGAL&lt;br /&gt;KARENA TERLALU TAKUT UNTUK GAGAL ? ATAU BERHASIL KARENA TIDAK TAKUT GAGAL ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HANYA ANDA YANG BISA MEMILIH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: Cetivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-7782676705366705958?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/7782676705366705958/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=7782676705366705958' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/7782676705366705958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/7782676705366705958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/columbus-dan-telur.html' title='COLUMBUS DAN TELUR'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-1294954793984228621</id><published>2008-08-09T00:36:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T03:08:15.757-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><title type='text'>SIAPA YANG LEBIH PINTAR?</title><content type='html'>Ketika seorang pengusaha sedang memotong rambutnya pada tukang cukur yang berdomisili tidak jauh dari kantornya, mereka melihat ada seorang anak kecil berlari-lari dan melompat-lompat di depan mereka. Tukang cukur berkata, "Itu Bejo, dia anak paling terbodoh di dunia". Pengusaha itu kemudian bertanya "Apa iya?". Tukang cukur dengan bersemangat "Mari... saya buktikan!" Lalu, dia memanggil si Bejo, tukang cukur itu merogoh kantongnya dan mengeluarkan lembaran uang Rp 1000 dan Rp 500, lalu ia memanggil bejo dan berkata, "Bejo, kamu boleh pilih dan ambil salah satu uang ini, terserah kamu mau pilih yang mana, ayo nih!". Bejo pun melihat ke tangan Tukang cukur dimana ada dua lembaran uang Rp 1000 dan Rp 500, lalu dengan cepat tangannya bergerak mengambil lembaran uang Rp 500.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang cukur dengan perasaan benar dan menang lalu berbalik kepada sang pengusaha dan berkata, "Benar kan yang saya katakan tadi, Bejo itu memang anak terbodoh yang pernah saya temui. Sudah tak terhitung berapa kali saya lakukan tes seperti itu tadi dan ia selalu mengambil uang logam yang nilainya paling kecil".&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah sang pengusaha sudah selesai memotong rambutnya, di tengah perjalanan pulang dia bertemu dengan Bejo. Karena merasa penasaran dengan apa yang dia lihat sebelumnya, dia pun memanggil Bejo lalu bertanya "Bejo, tadi saya sewaktu tukang cukur menawarkan uang lembaran Rp 1000 dan Rp 500-an, saya lihat kok yang kamu ambil, uang yang Rp 500, kenapa tidak ambil yang Rp 1000, nilainya kan lebih besar dan dua kali lipat dari yang Rp 500.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si bejo kemudian melihat dan memandang wajah sang pengusaha, ia agak ragu-ragu untuk mengatakannya. "Ayo beritahu saya, kenapa kamu ambil yang Rp 500," desak sang pengusaha. Akhirnya si Bejo pun berkata, "Kalau saya ambil yang Rp 1000, berarti permainannya akan selesai............"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral of the story:&lt;br /&gt;Never judge a book from its cover, The story may be different from what you may think of.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-1294954793984228621?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/1294954793984228621/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=1294954793984228621' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/1294954793984228621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/1294954793984228621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/siapa-yang-lebih-pintar.html' title='SIAPA YANG LEBIH PINTAR?'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-251620449713592121</id><published>2008-08-09T00:33:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T03:09:55.063-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><title type='text'>BELAJAR DARI AWAN</title><content type='html'>Hari itu satu pekan panjang yang penuh dengan kesibukan mengajar keliling negeri telah kulewati sekali lagi. Seperti biasa aku ingin menikmati situasi santai dalam penerbangan pulang, membaca yang ringan-ringan, bahkan memejamkan mata beberapa menit bilamana sempat. Kendati demikian, aku mencoba menerima apa pun yang akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka biasanya aku mengucapkan doa pendek berikut: "Siapa pun yang Kautakdirkan duduk di sebelahku, biarlah ia seperti apa adanya, dan bantulah aku agar dapat menerima apa pun yang tersedia bagiku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari yang khusus ini, ketika aku masuk ke dalam pesawat, ternyata seorang anak kecil, sekitar delapan tahun, duduk pada kursi dekat jendela di sebelahku. Aku menyukai anak-anak. Namun, aku sedang merasa lelah. Naluri pertamaku adalah, 'Apa boleh buat, aku tak tahu nasibku kali ini.' Dengan berusaha bersikap ramah, aku menyapanya dan mengajaknya berkenalan. Ia menyebutkan namanya, Bradley. Kami langsung mengobrol dan, hanya dalam beberapa menit, ia menaruh kepercayaan kepadaku, dengan berkata, "Ini pertama kali saya naik pesawat. Saya agak takut."&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ia bercerita kepadaku bahwa ia dan keluarganya baru menjenguk sepupu-sepupunya, dan ia diminta tinggal lebih lama sedangkan orangtuanya pulang terlebih dahulu. Kini ia pulang sendirian, dengan pesawat terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Naik pesawat itu keciiil," kataku, berusaha menumbuhkan keyakinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin dapat dianggap salah satu yang paling mudah di antara yang pernah kaulakukan." Aku diam sejenak, untuk berpikir, dan kemudian aku bertanya kepadanya, "Pernahkah kau naik roller coaster?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya senang naik roller coaster!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pernahkah kau menaikinya tanpa berpegangan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, ya. Saya seneng sekali." Ia tertawa. Sementara aku berpura-pura ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pernahkah kau naik di depan?" tanyaku lagi dengan wajah pura-pura merasa ngeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya. Saya selalu berusaha mendapatkan tempat duduk paling depan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan kau tidak merasa takut?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menggelengkan kepalanya, tampaknya ia kini telah merasa berhasil mengimbangi aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnyalah, penerbangan ini tidak seberapa dibanding naik roller coaster. Aku tidak berani naik roller coaster, tapi aku tidak takut sama sekali bila naik pesawat terbang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seulas senyum mulai tampak pada wajahnya, "Betulkah itu?" Aku dapat melihat bahwa ia mulai berpikir bahwa mungkin ia memang pemberani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat mulai ditarik menuju ke ujung landasan. Dan ketika akhirnya pesawat itu meluncur naik, ia memandang ke luar jendela dan mulai bercerita dengan sangat bersemangat tentang segala yang dialaminya. Ia mengomentari bentuk-bentuk awan yang dilihatnya, dan gambar-gambar yang seolah-olah telah dilukis di angkasa. "Awan yang ini seperti kupu-kupu, dan yang itu kelihatan seperti seekor kuda!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, aku juga melihat melalui mata seorang anak usia delapan tahun. Rasanya seolah-olah aku baru pertama kali itu terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan Bradley bertanya tentang pekerjaanku. Aku bercerita tentang pelatihan yang kuselenggarakan, dan mengatakan bahwa aku juga membintangi iklan untuk radio dan televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matanya langsung bersinar. "Saya dan adik saya pernah menjadi bintang iklan televisi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, ya? Bagaimana rasanya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bercerita bahwa pengalaman itu sangat mengesankan. Kemudian ia berkata bahwa ia perlu ke kamar kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berdiri agar ia dapat keluar ke gang. Saat itulah aku melihat alat penguat pada kedua kakinya. Bradley beringsut-ingsut menuju ke kamar kecil di belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia duduk kembali, ia menerangkan, "Saya menderita distrofi otot. Adik perempuan saya juga --ia bahkan harus memakai kursi roda. Itu sebabnya kami menjadi bintang iklan. Kami dijadikan contoh untuk anak-anak yang menderita distrofi otot."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pesawat mulai turun, ia memandang kepadaku, tersenyum, dan bicara dengan nada yang agak-agak malu, "Tahukah Anda, saya betul-betul khawatir tentang siapa yang akan duduk di sebelah saya di pesawat. Saya takut ia orang yang ketus, yang tidak mau bicara dengan saya. Saya senang bisa duduk bersebelahan dengan Anda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mengenang seluruh pengalaman itu pada malam harinya, aku diingatkan tentang untungnya bersikap terbuka. Setelah sepekan penuh menjadi pengajar, begitu selesai aku justru menjadi siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang setiap kali aku merasa suntuk --dan itu cukup sering-- aku memandang ke luar jendela dan mencoba menebak bentuk awan yang terlukis di angkasa. Dan aku teringat dengan Bradley, anak istimewa yang mengajariku pelajaran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Joyce A. Harvey - Chicken Soup for the Unsinkable Soul)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-251620449713592121?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/251620449713592121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=251620449713592121' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/251620449713592121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/251620449713592121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/belajar-dari-awan.html' title='BELAJAR DARI AWAN'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-8963431978939270248</id><published>2008-08-09T00:29:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T03:10:27.253-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><title type='text'>NELAYAN JEPANG</title><content type='html'>Orang Jepang sejak lama menyukai ikan segar. Tetapi tidak banyak ikan yang&lt;br /&gt;tersedia di perairan yang dekat dengan Jepang dalam beberapa dekade ini.&lt;br /&gt;Jadi untuk memberi makan populasi Jepang, kapal-kapal penangkap ikan&lt;br /&gt;bertambah lebih besar dari sebelumnya. Semakin jauh para nelayan pergi,&lt;br /&gt;semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk membawa hasil tangkapan itu ke&lt;br /&gt;daratan. Jika perjalanan pulang mencapai beberapa hari, ikan tersebut tidak&lt;br /&gt;segar lagi. Orang Jepang tidak menyukai rasanya. Untuk mengatasi masalah ini,&lt;br /&gt;perusahaan perikanan memasang freezer di kapal mereka. Mereka akan menangkap ikan dan langsung membekukannya di laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Freezer memungkinkan kapal-kapal nelayan untuk pergi semakin jauh dan lama.&lt;br /&gt;Namun, orang Jepang dapat merasakan perbedaan rasa antara ikan segar dan beku, dan mereka tidak menyukai ikan beku. Ikan beku harganya menjadi lebih murah. Sehingga perusahaan perikanan memasang tangki-tangki penyimpan ikan di kapal mereka. Para nelayan akan menangkap ikan dan langsung menjejalkannya ke dalam tangki hingga berdempet-dempetan. Setelah selama beberapa saat saling bertabrakan, ikan-ikan tersebut berhenti bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka kelelahan dan lemas, tetapi tetap hidup. Namun, orang Jepang masih&lt;br /&gt;tetap dapat merasakan perbedaannya. Karena ikan tadi tidak bergerak selama&lt;br /&gt;berhari-hari, mereka kehilangan rasa ikan segarnya. Orang Jepang menghendaki rasa ikan segar yang lincah, bukan ikan yang lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah perusahaan perikanan Jepang mengatasi masalah ini?&lt;br /&gt;Bagaimana mereka membawa ikan dengan rasa segar ke Jepang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda menjadi konsultan bagi industri perikanan, apakah yang anda&lt;br /&gt;rekomendasikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENUNGKAN...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu anda mencapai tujuan-tujuan anda, seperti mendapatkan jodoh - memulai perusahaan yang sukses - membayar hutang-hutang anda - atau apapun, anda dapat kehilangan gairah anda. Anda tidak perlu bekerja demikian keras sehingga anda bersantai. Anda mengalami masalah yang sama dengan para pemenang lotere yang menghabiskan uang mereka, pewaris kekayaan yang tidak pernah tumbuh dewasa, dan para ibu rumah tangga jemu yang kecanduan obat-obatan resep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti masalah ikan di Jepang tadi, solusi terbaiknya sederhana. Hal ini diamati oleh L. Ron Hubbard di awal 1950-an. "Orang berkembang, anehnya, hanya dalam kondisi lingkungan yang menantang" -L. Ron Hubbard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan dari sebuah Tantangan:&lt;br /&gt;Semakin cerdas, tabah dan kompeten diri anda, semakin anda menikmati masalah yang rumit. Jika takarannya pas, dan anda terus menaklukan tantangan tersebut, anda akan bahagia. Anda akan memikirkan tantangan-tantangan tersebut dan merasa bersemangat. Anda tertarik untuk mencoba solusi-solusi baru. Anda senang. Anda hidup!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Ikan Jepang Tetap Segar?&lt;br /&gt;Untuk menjaga agar rasa ikan tersebut tetap segar, perusahaan perikanan Jepang tetap menyimpan ikan di dalam tangki. Tetapi kini mereka memasukkan seekor ikan hiu kecil ke dalam masing-masing tangki. Memang ikan hiu memakan sedikit ikan, tetapi kebanyakan ikan sampai dalam kondisi yang sangat hidup. Ikan-ikan tersebut tertantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan :&lt;br /&gt;Jangan menghindari tantangan, melompatlah ke dalamnya dan taklukanlah.&lt;br /&gt;Nikmatilah permainannya.&lt;br /&gt;Jika tantangan anda terlalu besar atau terlalu banyak, jangan menyerah.&lt;br /&gt;Kegagalan jangan membuat anda lelah, sebaliknya, atur kembali strategi.&lt;br /&gt;Temukanlah lebih banyak keteguhan, pengetahuan, dan bantuan.&lt;br /&gt;Jika anda telah mencapai tujuan anda, rencanakanlah tujuan yang lebih besar lagi.&lt;br /&gt;Begitu kebutuhan pribadi atau keluarga anda terpenuhi, berpindahlah ke tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk kelompok anda, masyarakat, bahkan umat manusia.&lt;br /&gt;Jangan ciptakan kesuksesan dan tidur di dalamnya.&lt;br /&gt;Anda memiliki sumber daya, keahlian, dan kemampuan untuk membuat perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, masukkanlah seekor ikan hiu di tangki anda dan lihat seberapa jauh yang dapat anda lakukan dan capai !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-8963431978939270248?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/8963431978939270248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=8963431978939270248' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/8963431978939270248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/8963431978939270248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/nelayan-jepang.html' title='NELAYAN JEPANG'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-5288010844107222437</id><published>2008-08-09T00:28:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T03:09:01.794-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta kasih'/><title type='text'>PETER DAN TINA</title><content type='html'>Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun,&lt;br /&gt;hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik&lt;br /&gt;bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tina: "Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi&lt;br /&gt;waktu denganku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter: "Kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita berdua&lt;br /&gt;saja yang tidak punya pasangan sekarang."&lt;br /&gt;(keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tina: "Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter: "Eh? permainan apaan?" &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tina: "Eng... gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi&lt;br /&gt;pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana menurutmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter: "Baiklah... lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa bulan&lt;br /&gt;ke depan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tina: "Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya... semangat dong! hari ini akan&lt;br /&gt;jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter: "Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi maen&lt;br /&gt;deh. katanya film itu bagus"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tina: "OK dech.... Yuk kita pergi sekarang. tar pulang nonton kita ke&lt;br /&gt;karaoke ya...&lt;br /&gt;ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter : "Boleh juga..."&lt;br /&gt;(mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina pulang&lt;br /&gt;malam harinya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke 2:&lt;br /&gt;Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe,&lt;br /&gt;suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati&lt;br /&gt;mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli sebuah&lt;br /&gt;kalung perak berliontin bintang untuk Tina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke 3:&lt;br /&gt;Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabat&lt;br /&gt;Peter.&lt;br /&gt;Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli&lt;br /&gt;sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di&lt;br /&gt;foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai&lt;br /&gt;berpegangan tangan untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke 7:&lt;br /&gt;Bermain bowling dengan teman-teman Peter. Tangan tina terasa sakit karena&lt;br /&gt;tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Peter memijit-mijit tangan Tina&lt;br /&gt;dengan lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke 25:&lt;br /&gt;Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay. Bulan sudah menampakan diri,&lt;br /&gt;langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka&lt;br /&gt;duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan&lt;br /&gt;suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang langit, dan&lt;br /&gt;melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke 41:&lt;br /&gt;Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. Bukan&lt;br /&gt;kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam&lt;br /&gt;hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu&lt;br /&gt;menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang&lt;br /&gt;tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke 67:&lt;br /&gt;Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,dan&lt;br /&gt;mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy bear&lt;br /&gt;untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke 72:&lt;br /&gt;Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China. Tina&lt;br /&gt;penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya&lt;br /&gt;mengatakan "Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang", kemudian peramal itu&lt;br /&gt;meneteskan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke 84:&lt;br /&gt;Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi&lt;br /&gt;karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan sandal dan&lt;br /&gt;berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya&lt;br /&gt;pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam, dan&lt;br /&gt;mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke 99:&lt;br /&gt;Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana.&lt;br /&gt;Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15:20 pm&lt;br /&gt;Tina: "Aku haus. Istirahat dulu yuk sebentar."&lt;br /&gt;Peter: "Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu&lt;br /&gt;mau minum apa?"&lt;br /&gt;Tina: "Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari&lt;br /&gt;ini. Sebentar ya"&lt;br /&gt;Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta&lt;br /&gt;selalu macet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15:30 pm&lt;br /&gt;Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga.&lt;br /&gt;Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah&lt;br /&gt;panik.&lt;br /&gt;Peter : "Ada apa pak?"&lt;br /&gt;Orang asing: "Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu&lt;br /&gt;adalah temanmu"&lt;br /&gt;Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu.&lt;br /&gt;Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang,tergeletak&lt;br /&gt;tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya.&lt;br /&gt;Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat.&lt;br /&gt;Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit.&lt;br /&gt;Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23:53 pm&lt;br /&gt;Dokter: "Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih&lt;br /&gt;bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput. Kami menemukan&lt;br /&gt;surat ini dalam kantung bajunya."&lt;br /&gt;Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia&lt;br /&gt;segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat tetapi&lt;br /&gt;terlihat damai.&lt;br /&gt;Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina dengan&lt;br /&gt;erat.&lt;br /&gt;Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang sangat&lt;br /&gt;dalam di hatinya.&lt;br /&gt;Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya.&lt;br /&gt;Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear Peter...&lt;br /&gt;ke 100 hari kita sudah hampir berakhir.&lt;br /&gt;Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu.&lt;br /&gt;Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak,&lt;br /&gt;tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku.&lt;br /&gt;Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku.&lt;br /&gt;Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi&lt;br /&gt;sebelumnya.&lt;br /&gt;Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang&lt;br /&gt;hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh&lt;br /&gt;malam itu di pantai,&lt;br /&gt;Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi&lt;br /&gt;kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur&lt;br /&gt;hidupku. Peter, aku sangat sayang padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23:58&lt;br /&gt;Peter: "Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat&lt;br /&gt;meniup lilin ulang tahunku?&lt;br /&gt;Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya.&lt;br /&gt;Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru berjumlah 99&lt;br /&gt;hari!&lt;br /&gt;Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama!&lt;br /&gt;Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku&lt;br /&gt;kesepian!&lt;br /&gt;Tina, Aku sayang kamu...!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam dinding berdentang 12 kali.... jantung Tina berhenti berdetak.&lt;br /&gt;Hari itu adalah hari ke 100...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat.&lt;br /&gt;Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.&lt;br /&gt;Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan&lt;br /&gt;pernah kembali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;True love doesn't have a happy ending, because true love never ends....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-5288010844107222437?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/5288010844107222437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=5288010844107222437' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/5288010844107222437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/5288010844107222437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/peter-dan-tina.html' title='PETER DAN TINA'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-5350431807752930533</id><published>2008-08-07T06:10:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T03:11:28.013-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><title type='text'>KISS (Keep It Simple Stupid)</title><content type='html'>Seringkali kita terkecoh saat menghadapi suatu masalah, dan walaupun&lt;br /&gt;masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah&lt;br /&gt;suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita coba lihat dalam tiga kasus di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun yang&lt;br /&gt;kosong, yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar&lt;br /&gt;di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang&lt;br /&gt;mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun (terbuat dari bahan&lt;br /&gt;kertas) kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segera pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke&lt;br /&gt;bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun&lt;br /&gt;yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu alasan, ada&lt;br /&gt;satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam&lt;br /&gt;keadaan kosong. Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan&lt;br /&gt;masalah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin&lt;br /&gt;sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua&lt;br /&gt;orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut&lt;br /&gt;dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan&lt;br /&gt;lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan&lt;br /&gt;pun tidak sedikit.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil&lt;br /&gt;dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang&lt;br /&gt;hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia&lt;br /&gt;membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki&lt;br /&gt;tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia&lt;br /&gt;menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang&lt;br /&gt;melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun&lt;br /&gt;yang kosong keluar dari jalur pengepakan, karena kotak sabun terbuat&lt;br /&gt;dari bahan kertas yang ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka&lt;br /&gt;menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol,&lt;br /&gt;karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena.&lt;br /&gt;Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu&lt;br /&gt;dekade dan 12 juta dolar.&lt;br /&gt;Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-&lt;br /&gt;keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai&lt;br /&gt;permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai dari&lt;br /&gt;di bawah&lt;br /&gt;titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia ?. Mereka menggunakan&lt;br /&gt;pensil!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Suatu hari, pemilik apartemen menerima komplain dari&lt;br /&gt;pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di&lt;br /&gt;pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen&lt;br /&gt;itu. Dia (pemilik) mengundang sejumlah pakar untuk men-solve.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pakar menyarankan agar menambah jumlah lift. Tentu, dengan&lt;br /&gt;bertambahnya lift, waktu tunggu jadi berkurang. Pakar lain meminta&lt;br /&gt;pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi,&lt;br /&gt;semakin cepat orang terlayani. Kedua saran tadi tentu memerlukan&lt;br /&gt;biaya yang tidak sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, satu pakar lain hanya menyarankan satu hal, "Inti dari&lt;br /&gt;komplain pelanggan anda adalah mereka merasa lama menunggu". Pakar&lt;br /&gt;tadi hanya menyarankan untuk menginvestasikan kaca cermin di depan&lt;br /&gt;lift, agar pelanggan teralihkan perhatiannya dari&lt;br /&gt;pekerjaan "menunggu" dan merasa "tidak menunggu lift".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;Moral cerita ini adalah sebuah filosofi yang disebut KISS (Keep It&lt;br /&gt;Simple Stupid), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga&lt;br /&gt;bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya. Cobalah menyusun&lt;br /&gt;solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan&lt;br /&gt;masalah yang ada. Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada&lt;br /&gt;solusi daripada pada berfokus pada masalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-5350431807752930533?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/5350431807752930533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=5350431807752930533' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/5350431807752930533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/5350431807752930533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/kiss-keep-it-simple-stupid.html' title='KISS (Keep It Simple Stupid)'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-5125325316776966214</id><published>2008-08-07T06:06:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T01:17:16.855-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konyol'/><title type='text'>mau tau kenapa indonesia gak maju maju?</title><content type='html'>1. Jml penduduk Indonesia ada 237 juta. 104 juta diantaranya adalah para pensiun. Jadi &lt;br /&gt;  tinggal 133 juta yang bisa kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jml pelajar dan mahasiswa adalah 85 juta. Mereka sekolah, jadi tinggal 48 juta orang yang bisa kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Yang kerja buat pemerintah pusat sebagai pegawai negeri ada 29 juta. Jadi tinggal  19 juta yang bisa kerja.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;4. Ada 4 juta yg jadi TNI/POLRI. Jadi tinggal 15 juta yg bisa kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ada lagi yang kerja di pemerintahan daerah dan departemen jumlahnya 14.800.000. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    jadi sisanya tingal 200..000 yang bisa kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Yang sakit dan dirawat di Rumah Sakit di seluruh Indonesia ada 188.000. Jadi sisa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    12.000 orang yang bisa kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ada 11.988 orang yg dipenjara. Jadi tinggal sisa dua orang saja yang masih bisa kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIAPA MEREKA ....? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa,... tentu saja SAYA dan ANDA.&lt;br /&gt;Tapi kan... ANDA malah sibuk main e-mail....&lt;br /&gt;Jadi tinggal SAYA SENDIRI YANG BEKERJA.!!!! !!&lt;br /&gt;Bagaimana Indonesia bisa maju kalau cuma saya sendiri yang bekerja????? ????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-5125325316776966214?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/5125325316776966214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=5125325316776966214' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/5125325316776966214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/5125325316776966214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/mau-tau-kenapa-indonesia-gak-maju-maju.html' title='mau tau kenapa indonesia gak maju maju?'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-3934462955238016495</id><published>2008-08-07T06:03:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T01:17:40.223-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta kasih'/><title type='text'>1000 bangau kertas</title><content type='html'>Sewaktu Boy dan Girl baru pacaran,&lt;br /&gt;Boy melipat 1000 burung kertas buat Girl,&lt;br /&gt;menggantungkannya di dalam kamar Girl.&lt;br /&gt;Boy mengatakan 1000 burung kertas itu menandakan 1000 ketulusan hatinya.&lt;br /&gt;Waktu itu... Girl dan Boy setiap detik selalu merasakan betapa indahnya&lt;br /&gt;cinta mereka berdua...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi pada suatu saat, Girl mulai menjauhi Boy.&lt;br /&gt;Girl memutuskan untuk menikah dan pergi ke Perancis...Ke Paris...&lt;br /&gt;Tempat yang dia impikan di dalam mimpinya berkali2 itu...&lt;br /&gt;Sewaktu Girl mau memutuskan Boy, Girl bilang sama Boy, kita harus&lt;br /&gt;melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa. Menikah bagi cewek&lt;br /&gt;adalah kehidupan kedua kalinya. Aku harus bisa memegang kesempatan ini&lt;br /&gt;dengan baik. Kamu terlalu miskin, sungguh aku tidak berani membayangkan&lt;br /&gt;bagaimana kehidupan kita setelah menikah...!!&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah Girl pergi ke Perancis, Boy bekerja keras...&lt;br /&gt;dia pernah menjual koran...&lt;br /&gt;menjadi karyawan sementara... bisnis kecil...&lt;br /&gt;setiap pekerjaan kerjakan dengan sangat baik dan tekun.&lt;br /&gt;Sudah lewat beberapa tahun...&lt;br /&gt;Karena pertolongan teman dan kerja kerasnya, akhirnya dia mempunyai&lt;br /&gt;sebuah perusahaan.&lt;br /&gt;Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Girl, dia masih tidak&lt;br /&gt;dapat melupakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari... waktu hujan, Boy dari mobilnya melihat sepasang orang&lt;br /&gt;tua berjalan sangat pelan di depan.&lt;br /&gt;Dia mengenali mereka, mereka adalah orang-tua Girl....&lt;br /&gt;Dia ingin mereka lihat kalau sekarang dia tidak hanya mempunyai mobil&lt;br /&gt;pribadi,&lt;br /&gt;tetapi juga mempunyai villa dan perusahaan sendiri, ingin mereka tahu&lt;br /&gt;kalau dia bukan seorang yang miskin lagi, dia sekarang adalah seorang&lt;br /&gt;Boss.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boy mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti sepasang&lt;br /&gt;orang-tua tersebut.&lt;br /&gt;Hujan terus turun tanpa henti, biarpun kedua orang-tua itu memakai&lt;br /&gt;payung,tetapi badan mereka tetap basah karena hujan.&lt;br /&gt;Sewaktu mereka sampai tempat tujuan, Boy tercegang oleh apa yang ada didepan matanya,&lt;br /&gt;itu adalah tempat pemakaman.&lt;br /&gt;Dia melihat di atas papan nisan Girl tersenyum sangat manis terhadapnya.&lt;br /&gt;Di samping makamnya yang kecil, tergantung burung2 kertas yang dibuatkan Boy.&lt;br /&gt;Dalam hujan, burung2 kertas itu terlihat begitu hidup, Orang-tua Girl&lt;br /&gt;memberitahu Boy, Girl tidak pergi ke Paris, Girl terserang kanker, Girl&lt;br /&gt;pergi ke surga. Girl ingin Boy menjadi orang, mempunyai keluarga yang&lt;br /&gt;harmonis, maka dengan terpaksa berbuat demikian terhadap Boy dulu. Girl&lt;br /&gt;bilang dia sangat mengerti Boy, dia percaya kalau Boy pasti akan berhasil.&lt;br /&gt;Girl mengatakan.. . kalau pada suatu hari Boy akan datang ke makamnya dan&lt;br /&gt;berharap dia membawakan beberapa burung kertas buatnya lagi.&lt;br /&gt;Boy langsung berlutut, berlutut di depan makam Girl, menangis dengan&lt;br /&gt;begitu sedihnya. Hujan pada hari itu terasa tidak akan berhenti,&lt;br /&gt;membasahi sekujur tubuh Boy.&lt;br /&gt;Boy teringat senyum manis Girl yang begitu manis dan polos, Mengingat&lt;br /&gt;semua itu, hatinya mulai meneteskan darah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu orang-tua itu keluar dari pemakaman, mereka melihat kalau Boy&lt;br /&gt;sudah membukakan pintu mobil untuk mereka.&lt;br /&gt;Lagu sedih terdengar dari dalam mobil tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hatiku tidak pernah menyesal,&lt;br /&gt;semuanya hanya untukmu 1000 burung kertas,&lt;br /&gt;1000 ketulusan hatiku,&lt;br /&gt;beterbangan di dalam angin&lt;br /&gt;menginginkan bintang yang lebat besebaran di langit...melewati sungai perak,&lt;br /&gt;apakah aku bisa bertemu denganmu?&lt;br /&gt;Tidak takut berapapun jauhnya,&lt;br /&gt;hanya ingin sekarang langsung berlari ke sampingmu.&lt;br /&gt;Masa lalu seperti asap...&lt;br /&gt;hilang dan tak kan kembali.&lt;br /&gt;menambah kerinduan di hatiku...&lt;br /&gt;Bagaimanapun dicari,&lt;br /&gt;jodoh kehidupan ini pasti tidak akan berubah.."&lt;br /&gt;(lirik langsung di-translate dari bahasa Mandarin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-3934462955238016495?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/3934462955238016495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=3934462955238016495' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/3934462955238016495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/3934462955238016495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/1000-bangau-kertas.html' title='1000 bangau kertas'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-8200237796055576856</id><published>2008-08-06T15:33:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T01:38:53.752-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hanya di indonesia'/><title type='text'>Kiprah Nelson Tansu, Anak Medan yang Jadi Profesor Termuda Amerika</title><content type='html'>Tahun lalu Nelson Tansu kehilangan ayah-ibunya akibat perampokan di kampungnya, Medan, Sumatera Utara. Meski kecewa dengan penyidikan kasus orangtuanya, profesor termuda itu tetap setia berpaspor Indonesia.&lt;br /&gt;NELSON Tansu -profesor Universitas Lehigh di Amerika- menjadi salah satu bintang di forum Asian Science Camp (ASC) 2008 yang kini diadakan di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali. Terutama bagi puluhan pemenang olimpiade sains Indonesia yang menjadi peserta acara di sana. Maklum, saat duduk di SMA di Medan dulu, Tansu adalah finalis Tim Olimpiade Fisika Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampil rapi dengan kemeja biru muda dipadu jas hitam, Tansu lebih mengesankan sebagai pebisnis muda. Terutama ketika berada di antara para profesor, termasuk para peraih Nobel, yang menjadi pembicara di ASC yang umumnya sudah tua. Saat ditemui Jawa Pos kemarin, gurat kelelahan terlihat di wajahnya karena dia mengisi acara sejak pagi. Namun, dia tetap bersemangat untuk masuk kelas dan mengikuti sesi berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Wait for a second (Tunggu sebentar),'' ujarnya. Meski asli warga negara Indonesia (WNI), Tansu lebih senang menggunakan bahasa Inggris. ''Saya sekarang lebih banyak tinggal di Amerika. Tapi, masih sering mengunjungi Indonesia,'' jelas pria kelahiran 20 Oktober 1977 itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tansu, lulusan terbaik SMU Sutomo 1 Medan 1995, adalah sosok yang patut dibanggakan. Saat usianya baru 25 tahun dia diangkat menjadi profesor di Lehigh University, sebuah universitas ternama di Negara Bagian Pennsylvania, Amerika.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;''Persaingan mendapatkan posisi sebagai profesor di Amerika memang sangat ketat. Setiap satu lowongan, lebih dari 350 orang yang mendaftar,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses Tansu menjadi pengajar di Lehigh University dan dinobatkan sebagai profesor termuda di Amerika itu berkat didikan orang tua. Sebab, sejak kecil sang ayah, Iskandar Tansu, memompa semangat untuk meraih prestasi tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat gemblengan keras sang ayah, Tansu sejak kecil sering memenangi berbagai lomba dan kejuaraan. "Ayah saya seorang pekerja keras. Saya juga terbiasa melakukannya sejak muda hingga menjadi profesor seperti sekarang,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali spirit kerja keras, Tansu mengakui, sebetulnya tidak ada yang spesial dari pendidikan yang diberikan orang tuanya. Dia bermain dan belajar seperti kebanyakan anak-anak lain. "Bimbingan keluarga, orang tua, guru, dan sekolah itu penting, tapi yang lebih penting adalah usaha kita,'' jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Tansu, dirinya sering harus tidur larut malam untuk menyelesaikan tugas. Namun, dia mengaku tidak keberatan, karena menyukai apa yang dilakukannya. ''Yang terpenting, lakukan hal yang paling kamu sukai sehingga kamu pasti berhasil di dalamnya. Tentu saja ditambah dengan usaha yang keras,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses Tansu menjadi profesor di Lehigh University bukan kebetulan. Dunia sudah mengakui karya-karya ilmiahnya. Saat ini lebih dari 138 riset dan karya tulis yang telah dipublikasikan. Selain itu, dia menjadi pembicara aktif di berbagai seminar tentang sains dan pendidikan di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski berasal dari Indonesia dan masih mencintai negaranya, Tansu mengaku tidak punya rencana untuk menghabiskan masa tua di tanah air. ''Saya tidak punya rencana sejauh itu. Toh, 20 tahun lagi kita adalah citizen of the world, orang akan bebas tinggal di mana pun,'' kata laki-laki yang baru tahun lalu mempersunting Adela Gozali Yose, gadis Medan, menjadi istrinya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, tahun lalu (2007) pula Tansu mengalami masa yang kelam dalam sejarah hidupnya. Rumahnya dirampok dan ayah ibunya, Iskandar Tansu dan Auw Lie Min, dibunuh. ''Saat penyelidikan, kita mengalami masalah dengan penegak hukumnya,'' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modus perampokan dan pembunuhan itu memang sadis sehingga dua pelakunya divonis mati. Tansu tidak bersedia mengenang dan berbicara lebih lanjut tentang peristiwa traumatik yang menimpa dia dan dua saudaranya yang lain. Namun, pengalaman itu tidak mematikan rasa cintanya kepada Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Semua kenangan tetang masa kecil dan orang tua saya ada di sini. Saya tentu tidak bisa melupakan Indonesia,'' kata doktor electrical engineering University of Wisconsin di Madison, Amerika, itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bukti kecintaannya kepada Indonesia, Tansu kini menggalang dana untuk menyekolahkan anak tidak mampu tapi pandai yang ingin memperoleh gelar doktor (PhD). ''Untuk mendapatkan gelar tersebut kan susah, butuh banyak biaya untuk riset dan penelitian,' ' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, lanjutnya, di antara 10 orang yang dibantunya, dua orang dari Indonesia. Dia berharap pada tahun-tahun yang akan datang lebih banyak lagi orang Indonesianya. "Di Amerika banyak yang mau memberikan bantuan dana untuk pendidikan dan saya bisa mencarikannya dengan mudah,'' jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Tansu, kegiatannya itu bukan semata karena peduli terhadap bangsa Indonesia, tapi juga karena kepeduliannya kepada pendidikan. "Sejak kecil saya ingin jadi pendidik di bidang sains dan engineering, sayangnya posisi ini di Indonesia kurang dihargai,'' kata pengajar S-3 itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tak setuju guru cuma dianggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa karena guru butuh uang makan. Gaji guru dan dosen yang rendah itulah yang menjadi salah satu penyebab banyak orang pintar yang lari ke luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Inilah yang menjadikan mutu pendidikan kita rendah. Guru-guru dengan gaji dan fasilitas pas-pasan tentunya tidak bisa memberikan pelayanan optimal karena harus mencari tambahan sampingan,'' jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tansu mengharapkan pemerintah segera mengubah kebijakannya agar mutu pendidikan di Indonesia meningkat. ''Jika ada profesor yang kembali ke Indonesia ditawari jadi dosen atau anggota dewan, maka jawabannya pasti yang terakhir, it's the reality,'' jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, menurut pemikiran Tansu, Indonesia seharusnya mempunyai satu universitas yang bisa menjadi kebanggaan. ''Jika ada satu saja universitas di Indonesia yang setara dengan di AS, maka anak-anak kita yang pandai tidak akan lari ke luar negeri. Mereka akan memilih kuliah di negaranya sendiri,'' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tansu mengenang, akibat tak adanya perguruan tinggi kebanggaan itu, ayahnya, Iskandar Tansu, mendorong semua anaknya sekolah ke Amerika. Selain dia, abangnya, Tony Tansu, adalah master dari Ohio, Amerika. Begitu juga adiknya, Inge Tansu, adalah lulusan Ohio State University (OSU). Kedua saudaranya itu tinggal di Indonesia. (el)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: http://jawapos. co.id/halaman/ index.php? act=detail&amp;nid=16568&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-8200237796055576856?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/8200237796055576856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=8200237796055576856' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/8200237796055576856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/8200237796055576856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/kiprah-nelson-tansu-anak-medan-yang.html' title='Kiprah Nelson Tansu, Anak Medan yang Jadi Profesor Termuda Amerika'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-1172184565967323373</id><published>2008-08-05T22:32:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T01:18:25.029-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konyol'/><title type='text'>"Gue udah tau semuanya!"</title><content type='html'>Ita baru masuk SMU, masa-masa pubernya bikin dia centil dan suka ngerjain orang. Kali ini dia dapet kata-kata baru buat ngerjain orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama, dia nelepon temannya : "Rin, gue udah tau semuanya !" "Hah.." Suara disana terdengar lemas."Ta, elu jangan bilang Indri kalo gue jalan sama cowoknya ya Ta. Gue ada voucher makan di HokBen, elu jangan bilang-bilang yah. Sori gue cuma bisa ngasih&lt;br /&gt;itu doang." "Okelah, gue sih terima aja, lu kan temen gue." Begitu telepon ditutup, Ita langsung teriak girang. "Wah oke juga nih, gue&lt;br /&gt;dapet voucher HokBen !! Coba gue praktekin lagi."&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini Ita masuk kamar kakaknya dan langsung bicara pelan didekat Kuping kakaknya yang lagi tiduran. "Wa, gue udah tau semuanya. Ternyata gitu ya Wa." Dewa langsung bangun, mengambil sebuah kunci dan berbisik pada Ita. "Ta, lu boleh pake mobil sebulan penuh plus gue kasih bensinnya. Tapi jangan bilang Papi kalo gue nge-gele yah !!!" "BeEres. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ita benar-benar girang, kali ini dia mencegat Papinya yang baru pulang kerja. "Pah,." Ita mengejar Papinya yang cuek bebek "Pah, Ita mau ngomong." " Ada apa sih Ta ?!! Papa capek nih." "Ita udah tau semuanya Pah..." Mendadak Papanya celingukan, mengeluarkan HP dan menelepon seseorang "Ta, Credit Card kamu udah Papa aktifkan lagi. Tapi !!! Jangan pernah bilang Mama soal si Ijah." Ita girang campur sebel. Ternyata Papanya menduakan Mama cuma demi pembantunya si Ijah. Ita langsung berlari tanpa sepatah katapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diluar, Ita bertemu Pak Udi, sopirnya yang sudah belasan tahun bekerja dirumahnya. Ita mulai usil lagi. Dia kesal juga, pasti dia tau soal si Ijah, tapi bungkam selama ini, gue kerjain juga nih, pikirnya. "Pak !!!" Ita benar-b enar membuat kaget sopirnya "Saya sudah tau semuanya." Pak Udi terbengong, dan perlahan meneteskan airmata. Ita malah bingung. "Ita !!! Peluklah Bapakmu ini Sayang. Akhirnya kau&lt;br /&gt;tahu juga Nak !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-1172184565967323373?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/1172184565967323373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=1172184565967323373' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/1172184565967323373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/1172184565967323373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/gue-udah-tau-semuanya.html' title='&quot;Gue udah tau semuanya!&quot;'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-8713092084418207602</id><published>2008-08-05T22:31:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T01:18:58.550-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anjuran'/><title type='text'>8 Cara Sederhana Mengurangi Stres</title><content type='html'>8 Cara Sederhana Mengurangi Stres&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian menunjukkan stres dan kegelisahan dapat memicu sakit kepala, tegang otot, dan kadang menaikkan tekanan darah. Hati-hati, penelitan yang sama juga menyebutkan, stres mengurangi sistem imunitas. Akibatnya sudah bisa diduga, Anda akan mudah terkena penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, inilah 8 cara sederhana dan mudah untuk mengurangi tekanan dan kegundahan yang melanda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PERGI JALAN-JALAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olahraga dipercaya akan membuat otak kita lebih terang dan menjadikan badan lebih sehat. Mungkin Anda pernah dengar, seorang teman yang langsung bermain tenis kalau sedang marah atau gundah. "Saat itulah saya bisa menyalurkan kemarahan saya dengan memukul bola," katanya. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tetapi olahraga bukan semata penyaluran emosi seperti tadi. Bahwa tindakan itu menolong, ya. Para ahli pun setuju. Kegiatan itu merupakan penyaluran emosi yang positif, aku mereka. Lebih dari itu olahraga membuat peredaran darah kita menjadi lancar. Yang terjadi kemudian kita merasa lebih relaks dan bisa berpikir lebih jernih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi stres, Anda tak perlu pergi ke kolam renang atau ke lapangan tenis, atau mendekam di pusat kebugaran berjam-jam. Sepuluh menit jalan kaki sudah efektif meredakan kegelisahan. Apalagi bila selama perjalanan Anda melihat hal-hal menarik. Anda akan terhibur, kan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. HUBUNGI TEMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya kita memang makhluk sosial. Kita butuh seseorang bukan cuma untuk memenuhi keperluan fisik, tetapi juga kebutuhan psikis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang memerlukan seseorang sebagai teman. Jadi, tak salah kalau dari kecil orang tua kita mendorong kita untuk memiliki sebanyak mungkin teman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala kesulitan akan terasa lebih ringan hanya dengan membaginya kepada sorang teman. Itulah sebabnya memiliki seorang sahabat amat penting. Teman bisa mendorong kita lebih bersemangat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian juga menunjukkan, ketika kita bercengkerama bersama teman, tekanan darah kita menurun, kegelisahan berkurang, bahkan konon membuat umur kita bertambah panjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat juga, kita sendiri pun bisa menjadi pelepas stres bagi kawan kita. Saat seorang teman menceritakan tekanan yang dideritanya, perlihatkan dukungan Anda. Buatlah segalanya menjadi mudah. Terutama, saran ahli, perlihatkan bahwa Anda bersedia menolongnya. Tak perlu memberikan nasihat panjang lebar, apalagi menyalahkan. Semua itu akan membuat tekanannya menjadi bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. BEKERJA DI RUMAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntutan pekerjaan sering kali membuat kita meninggalkan beberapa tugas rumah tangga. Anda tak lagi memasak, tak lagi membereskan rumah, dan tak perlu lagi berkebun. Semua tugas itu sudah Anda delegasikan pada pembantu atau tukang kebun. Bahkan tugas mendampingi anak-anak membuat pekerjaan rumah pun sudah Anda limpahkan pada guru les. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tahukah Anda bahwa sebenarnya menjalankan tugas di atas juga dapat mengurangi stres? Penelitian di Amerika mengatakan wanita bekerja yang sama sekali tidak mau tahu urusan rumah tangga cenderung menyalurkan stres dengan menyetir secara membabi buta. Sementara wanita yang bekerja sambil mengurus rumah, lebih stabil emosinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja sama antar sesama anggota keluarga membuat kita menyadari betapa terbatasnya kita. Kata ahli, saat itu kita sadar bahwa kita bukanlah super woman. Boleh jadi kita berhasil menjadi ibu rumah tangga yang baik, mampu jadi istri yang oke, tetapi itu semua tidak menunjukkan kita bisa jadi baik dalam segala hal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. KURANGI KAFEIN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minum kopi 4 sampai 5 cangkir sehari memang bisa membuat mata Anda melek sepanjang hari. Tetapi kopi juga memicu pengeluaran adreanalin, si hormon stres. Dan kopi, terang ahli, membuat tubuh bereaksi secara berlebihan, juga terhadap tekanan sekecil apa pun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau otak memompa adrenalin secara berlebihan, jantung kita juga bekerja lebih keras. Akibatnya tekanan darah menjadi tinggi. Sebaliknya kalau organ kita bekerja normal-normal saja, tubuh kita akan bereaksi secara normal terhadap tekanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, mulailah pagi Anda dengan segelas jus buah yang sehat. Kalau belum biasa, minumlah dulu kopi tanpa kafein. Atau mengapa tidak mencoba teh herbal saja? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. TERTAWALAH BERSAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertawa membuat hidup menjadi lebih mudah. Cobalah memikirkan sesuatu yang lucu dan bagilah bersama teman-teman. Tawa yang menular dan panjang membuat kemarahan Anda berkurang. Jangan kaget, bila setelah tertawa, Anda lupa bahwa beberapa menit yang lalu Anda tengah diserang kemarahan besar atau punya perasaan gundah yang tidak bisa dilukiskan saking penuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada salahnya kalau Anda menyimpan beberapa vcd film komedi atau memiliki beberapa majalah humor. Di saat-saat tertentu benda-benda ini bisa menolong Anda, melepaskan segala macam tekanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. SEPULUH MENIT SAJA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua berjalan rutin. Tak Anda sadari, rutinitas bukan sesuatu yang baik. Tampaknya memang begitu. Bila semua berjalan seperti adanya, berarti semua baik-baik saja. Anda salah. Rutinitas yang terus-menerus seringkali justru mendatangkan stres. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda keliru kalau menghabiskan waktu cuma untuk urusan kantor melulu. Anda juga tidak benar bila seluruh waktu Anda cuma untuk mengurus rumah tangga. Hal-hal yang rutin memang harus dijalankan, tetapi sediakan juga waktu untuk Anda sendiri, untuk melakukan hal yang berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu lama. Sepuluh menit, cukup untuk keluar sejenak dari rutinitas. Selama waktu itu, Anda bisa membaca buku. Atau melakukan hal-hal yang Anda sukai. Pendeknya, gunakan waktu itu hanya untuk diri sendiri. Bukan cuma orang lain yang wajib Anda senangkan. Bukan hanya pekerjaan yang kudu Anda urus. Diri sendiri pun memerlukan cinta kasih Anda..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. PIJAT &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapi pijat juga dapat menolong melonggarkan otot yang tegang yang pastinya sering membuat kita tambah tersiksa. Kata ahli, ketika stres mendera, bagian pundak dan otot leherlah yang pertama kali mengalami ketegangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pijatan juga akan membantu melancarkan peredaran darah hingga membuat Anda lebih santai. Perasaan yang relaks akan membuat Anda lebih mudah menghadapi apa pun. Percayalah! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. PAHAMI BATAS ANDA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stres sering kali terjadi akibat terlalu menaruh harapan besar terhadap diri kita sendiri. Kita lupa kemampuan kita terbatas. Hingga ketika tidak berhasil melakukan sesuatu, kita lantas merasa tertekan bahkan membenci diri kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahami kemampuan Anda. Yakinkan diri bahwa ada hal-hal tertentu yang tak bisa Anda raih, entah karena keadaan atau tidak mampu. Meskipun begitu, tak perlu kecil hati karena bolehjadi kemampuan Anda dalam suatu hal kurang, tetapi di lain hal Anda unggul. Begitulah hidup!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-8713092084418207602?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/8713092084418207602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=8713092084418207602' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/8713092084418207602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/8713092084418207602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/8-cara-sederhana-mengurangi-stres.html' title='8 Cara Sederhana Mengurangi Stres'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-4633649355492264829</id><published>2008-08-05T22:29:00.001-07:00</published><updated>2008-08-09T01:19:14.684-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konyol'/><title type='text'>SUPERHERO aja ogah mampir ke indonesia</title><content type='html'>Dengan meningkatnya tingkat kriminalitas di ibukota dewasa ini, pemerintah Indonesia telah mengirimkan proposal penawaran kerja kepada sejumlah superhero dari negara paman Sam.&lt;br /&gt;Proposal ini menawarkan suatu bentuk kerjasama dimana para superhero diminta kesediaannya untuk bekerja di Indonesia dalam kerjasama dengan Mabes Polri untuk memerangi kriminalitas yang marak terjadi di kota2 besar Indonesia, khususnya Jakarta.&lt;br /&gt;Tetapi tidak diduga sejumlah besar superhero MENOLAK ajakan kerjasama ini.&lt;br /&gt;Berikut adalah alasan penolakan tersebut, yang mana membuat Indonesia&lt;br /&gt;TERSINGGUNG BERAT....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*1. BATMAN (Bruce Wayne)&lt;br /&gt;Bruce Wayne menolak ajakan kerjasama ini dengan alasan yang terlalu&lt;br /&gt;dibuat-buat. ALasan beliau adalah DIA KEBERATAN MENANGGUNG PAJAK IMPOR&lt;br /&gt;BAT-MOBILE KE INDONESIA. BAYANGIN AJA PAJAK IMPOR MOBIL MEWAH YANG SELANGIT, APALAGI UNTUK BAT-MOBIL YANG SECANGGIH ITU&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. SPIDERMAN (Peter Parker)&lt;br /&gt;Parker juga menolak ajakan kerjasama ini dengan alasan DI INDONESIA HANYA ADA SEDIKIT SEKALI GEDUNG TINGGI, YANG MENYULITKAN DIA UNTUK BERGELANTUNGAN DARI GEDUNG KE GEDUNG. KALAUPUN ADA GEDUNG TINGGI,&lt;br /&gt;JARAKNYA TERLALU BERJAUHAN, SEHINGGA SANGAT MENYULITKAN.&lt;br /&gt;BELUM LAGI SAAT BERGELANTUNGAN, DIA TAKUT KECANTOL KABEL LISTRIK DAN TELEPON YANG BANYAK BERSERAKAN DI LANGIT2 KOTA BESAR INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. INVISIBLE GIRL (Susan Storm)&lt;br /&gt;Menolak dengan alasan MINDER. Kemampuan menghilang yang dimilikinya masih&lt;br /&gt;jauh kalah dengan kemampuan menghilang orang2 Indonesia. Berikut wawancara yang dilakukan dengan CNN SAYA SIH HANYA BISA MENGHILANGKAN DIRI SAYA SENDIRI. BANYAK ORANG DI INDONESIA YANG BUKAN HANYA BISA MENGHILANGKAN DIRI SENDIRI, MALAHAN HUTANG, ASSET2 NEGARA YANG PERNAH DIKUASAI, SAMPAI HUTANG2 KORUPSI PUN BISA DIHILANGKAN JUGA. JADI SAYA MINDER NIH.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. THE THING&lt;br /&gt;Menolak dengan alasan DI INDONESIA SUDAH BANYAK ORANG DENGAN&lt;br /&gt;KULIT YANG LEBIH TEBAL DARI SAYA.&lt;br /&gt;BUKAN HANYA KEBAL PELURU, MALAHAN SUDAH KEBAL MALU SEGALA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. HUMAN TORCH (Johnny Storm)&lt;br /&gt;Menolak juga sama dengan anggota2 Fantastic 4 yang lain, karena&lt;br /&gt;BELUM JUGA MULAI BEKERJA, DIA UDAH MENDAPAT PANGGILAN DARI KEJAGUNG KARENA DICURIGAI MENJADI DALANG TERBAKARNYA BEBERAPA PASAR DI INDONESIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. THE FLASH (Barry Allen)&lt;br /&gt;Sebenarnya Allen sudah mempertimbangkan untuk menerima proposal ini,&lt;br /&gt;tetapi setelah melakukan survey ke berbagai lembaga pemerintahan dia&lt;br /&gt;akhirnya menolak.&lt;br /&gt;BAYANGKAN AJA, UNTUK MENDAPATKAN TANDA TANGAN KTP AJA ORANG HARUS MENUNGGU BERHARI-HARI. ITU AJA MASIH SABAR. JADI KESIMPULAN SAYA, ORANG INDONESIA TIDAK MEMERLUKAN SEORANG SUPERHERO YANG&lt;br /&gt;MEMILIKI KEKUATAN BERUPA KECEPATAN. KECEPATAN TIDAK ADA ARTINYA&lt;br /&gt;BUAT BANGSA YANG ALON2 ASAL KELAKON.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. SUPERMAN (Clark Kent)&lt;br /&gt;Sang manusia baja ini menolak dengan sopan, karena&lt;br /&gt;SAYA TAKUT DISANGKUTKAN DENGAN TUNTUTAN MELAKUKAN AKSI&lt;br /&gt;PORNOGRAFI/PORNOAKSI KARENA CELANA DALAM SAYA DI DEPAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. AQUAMAN&lt;br /&gt;Merasa tidak kuat setelah mencoba pekerjaan baru di Indonesia, karena&lt;br /&gt;LAUTNYA UDAH TERCEMAR LUMPUR LAPINDO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. CAT WOMAN&lt;br /&gt;Menolak setelah ketakutan* *mendengar lagu KUCING GARONG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah berita ketersinggungan Indonesia atas penolakan para superhero&lt;br /&gt;ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-4633649355492264829?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/4633649355492264829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=4633649355492264829' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/4633649355492264829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/4633649355492264829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/superhero-aja-ogah-mampir-ke-indonesia.html' title='SUPERHERO aja ogah mampir ke indonesia'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-2831336110615593288</id><published>2008-08-05T22:25:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T01:19:34.769-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><title type='text'>Setiap Hari Dalam Hidupmu adalah Istimewa....</title><content type='html'>Sahabatku membuka laci tempat istrinya menyimpan underwear.&lt;br /&gt;Dia membuka bungkusan berbahan sutra &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini, ......", dia berkata,&lt;br /&gt;"Bukan bungkusan yang asing lagi....."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia membuka kotak itu Dan memandang underwear berbahan sutra serta kotaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Istriku membeli ini ketika pertama kali kami pergi ke New York,&lt;br /&gt;Kira-kira 8 atau 9 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;Dia tidak pernah mengeluarkan bungkusan ini apalagi mengenakannya.&lt;br /&gt;Karena menurut dia, hanya akan dia gunakan untuk kesempatan yang istimewa."&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dia melangkah ke dekat tempat tidur Dan meletakkan bungkusan tersebut&lt;br /&gt;Di dekat pakaian yang dia pakai ketika pergi ke pemakaman.&lt;br /&gt;Istrinya baru saja meninggal.&lt;br /&gt;Dia menoleh padaku Dan berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"JANGAN PERNAH MENYIMPAN SESUATU UNTUK KESEMPATAN ISTIMEWA, KARENA SETIAP HARI DALAM HIDUPMU ADALAH ISTIMEWA!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih berpikir bahwa kata-kata itu akhirnya mengubah hidupku.&lt;br /&gt;Sekarang aku lebih banyak membaca Dan mengurangi bersih-bersih.&lt;br /&gt;Aku duduk di sofa tanpa khawatir tentang apapun.&lt;br /&gt;Aku meluangkan waktu lebih banyak bersama keluargaku&lt;br /&gt;Dan mengurangi waktu bekerjaku.&lt;br /&gt;Aku mengerti bahwa kehidupan seharusnya menjadi sumber pengalaman&lt;br /&gt;Supaya bisa hidup, tidak semata-Mata supaya bisa survive (bertahan hidup) saja. Aku tidak berlama-lama menyimpan sesuatu.&lt;br /&gt;Aku menggunakan gelas-gelas kristal kesayanganku setiap Hari.&lt;br /&gt;Aku akan mengenakan pakaian baru untuk pergi ke Supermarket, jika aku menyukainya. Aku tidak akan menyimpan parfum specialku untuk kesempatan istimewa, aku menggunakannya kemana pun aku menginginkannya.&lt;br /&gt;Kata-kata &lt;br /&gt;"Suatu Hari ....." Dan "Suatu saat nanti....." sudah lenyap dari kamusku. Jika dengan melihat, mendengar Dan melakukan sesuatu ternyata bisa menjadi berharga, aku ingin melihat, mendengar atau melakukannya sekarang.&lt;br /&gt;Aku ingin tahu apa yang dilakukan oleh istri temanku itu apabila dia tahu&lt;br /&gt;Dia tidak akan Ada di sana pagi berikutnya,&lt;br /&gt;Ini yang tak seorangpun mampu mengatakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berpikir, jika mungkin dia tahu, malam sebelumnya dia pasti sedang mengenakan underwear kesayangannya itu. Atau sehari sebulumnya dia akan menelepon rekan-rekannya serta sahabat terdekatnya. Barangkali juga dia akan menelpon teman lama untuk berdamai atas perselisihan yang pernah mereka lakukan. Mungkin dia akan pergi makan Martabak Spesial, makanan favoritnya bersama suaminya. Semua ini adalah hal-hal kecil yang mungkin akan Kita sesali jika tak sempat Kita lakukan. Kita akan menyesalinya, karena Kita tidak akan lebih lama lagi melihat orang-orang yang Kita sayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat orang-orang yang aku kasihi&lt;br /&gt;Aku akan menyesal Dan merasa sedih,&lt;br /&gt;Jika aku tidak sempat mengatakan betapa aku sangat mencintai mereka.&lt;br /&gt;Sekarang, aku akan mencoba untuk tidak menunda&lt;br /&gt;Atau menyimpan apapun yang bisa membuatku tertawa&lt;br /&gt;Dan bisa membuatku menikmati hidup.&lt;br /&gt;Dan setiap pagi, aku akan berkata kepada diriku sendiri&lt;br /&gt;Bahwa Hari ini adalah Hari yang istimewa bagiku.&lt;br /&gt;Setiap Hari, setiap jam, setiap menit, adalah istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kamu mendapatkan pesan ini,&lt;br /&gt;Itu karena seseorang peduli padamu&lt;br /&gt;Dan mungkin karena Ada seseorang yang seharusnya kamu pedulikan.&lt;br /&gt;Jika kamu terlalu sibuk untuk mengirimkan pesan ini kepada orang lain&lt;br /&gt;Dan kamu berkata kepada dirimu sendiri&lt;br /&gt;Bahwa kamu akan mengirimkannya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"suatu saat nanti....."&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa "suatu saat nanti" itu sangat jauh.&lt;br /&gt;Dan mungkin tidak akan pernah datang padamu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-2831336110615593288?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/2831336110615593288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=2831336110615593288' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/2831336110615593288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/2831336110615593288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/setiap-hari-dalam-hidupmu-adalah.html' title='Setiap Hari Dalam Hidupmu adalah Istimewa....'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-8892727355226567442</id><published>2008-08-05T22:24:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T01:19:54.276-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hanya di indonesia'/><title type='text'>pengemis indonesia KAYA</title><content type='html'>Cak To, begitu dia biasa dipanggil. Besar di keluarga pengemis, berkarir sebagai pengemis, dan sekarang jadi bos puluhan pengemis di Surabaya. Dari jalur minta-minta itu, dia sekarang punya dua sepeda motor, sebuah mobil gagah, dan empat rumah. Berikut kisah hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cak To tak mau nama aslinya dipublikasikan. Dia juga tak mau wajahnya terlihat ketika difoto untuk harian ini. Tapi, Cak To mau bercerita cukup banyak tentang hidup dan ''karir''-nya. Dari anak pasangan pengemis yang ikut mengemis, hingga sekarang menjadi bos bagi sekitar 54 pengemis di Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah puluhan tahun mengemis, Cak To sekarang memang bisa lebih menikmati hidup. Sejak 2000, dia tak perlu lagi meminta-minta di jalanan atau perumahan. Cukup mengelola 54 anak buahnya, uang mengalir teratur ke kantong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, setiap hari, dia mengaku mendapatkan pemasukan bersih Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Berarti, dalam sebulan, dia punya pendapatan Rp 6 juta hingga Rp 9 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cak To sekarang juga sudah punya rumah di kawasan Surabaya Barat, yang didirikan di atas tanah seluas 400 meter persegi. Di kampung halamannya di Madura, Cak To sudah membangun dua rumah lagi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk emak dan bapaknya yang sudah renta. Selain itu, ada satu lagi rumah yang dia bangun di Kota Semarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ke mana-mana, Cak To memiliki dua sepeda motor Honda Supra Fit dan sebuah mobil Honda CR-V kinclong keluaran 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah menemui seorang bos pengemis. Ketika menemui wartawan harian ini di tempat yang sudah dijanjikan, Cak To datang menggunakan mobil Honda CR-V-nya yang berwarna biru metalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski punya mobil yang kinclong, penampilan Cak To memang tidak terlihat seperti ''orang mampu''. Badannya kurus, kulitnya hitam, dengan rambut berombak dan terkesan awut-awutan. Dari gaya bicara, orang juga akan menebak bahwa pria kelahiran 1960 itu tak mengenyam pendidikan cukup. Cak To memang tak pernah menamatkan sekolah dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bahasa Madura yang sesekali dicampur bahasa Indonesia, pria beranak dua itu mengaku sadar bahwa profesinya akan selalu dicibir orang. Namun, pria asal Bangkalan tersebut tidak peduli. ''Yang penting halal,'' ujarnya mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cak To bercerita, hampir seluruh hidupnya dia jalani sebagai pengemis. Sulung di antara empat bersaudara itu menjalani dunia tersebut sejak sebelum usia sepuluh tahun. Menurtu dia, tidak lama setelah peristiwa pemberontakan G-30-S/PKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklum, emak dan bapaknya dulu pengemis di Bangkalan. ''Dulu awalnya saya diajak Emak untuk meminta-minta di perempatan,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mengemis di Bangkalan kurang ''menjanjikan'', awal 1970-an, Cak To diajak orang tua pindah ke Surabaya. Adik-adiknya tidak ikut, dititipkan di rumah nenek di sebuah desa di sekitar Bangkalan. Tempat tinggal mereka yang pertama adalah di emprean sebuah toko di kawasan Jembatan Merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun lamanya mereka menjadi pengemis di Surabaya. Ketika remaja, ''bakat'' Cak To untuk menjadi bos pengemis mulai terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu, uang yang mereka dapatkan dari meminta-minta sering dirampas preman. Bapak Cak To mulai sakit-sakitan, tak kuasa membela keluarga. Sebagai anak tertua, Cak To-lah yang melawan. ''Saya sering berkelahi untuk mempertahankan uang,'' ungkapnya bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski berperawakan kurus dan hanya bertinggi badan 155 cm, Cak To berani melawan siapa pun. Dia bahkan tak segan menyerang musuhnya menggunakan pisau jika uangnya dirampas. Karena keberaniannya itulah, pria berambut ikal tersebut lantas disegani di kalangan pengemis. ''Wis tak nampek. Mon la nyalla sebet (Kalau dia bikin gara-gara, langsung saya sabet, Red),'' tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain harus menghadapi preman, pengalaman tidak menyenangkan terjadi ketika dia atau keluarga lain terkena razia petugas Satpol PP. ''Kami berpencar kalau mengemis,'' jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada keluarga yang terkena razia, mau tidak mau mereka harus mengeluarkan uang hingga ratusan ribu untuk membebaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cak To tergolong pengemis yang mau belajar. Bertahun-tahun mengemis, berbagai ''ilmu'' dia dapatkan untuk terus meningkatkan penghasilan. Mulai cara berdandan, cara berbicara, cara menghadapi aparat, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin lama, Cak To menjadi makin senior, hingga menjadi mentor bagi pengemis yang lain. Penghasilannya pun terus meningkat. Pada pertengahan 1990, penghasilan Cak To sudah mencapai Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per hari. ''Pokoknya sudah enak,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penghasilan yang terus meningkat, Cak To mampu membeli sebuah rumah sederhana di kampungnya. Saat pulang kampung, dia sering membelikan oleh-oleh cukup mewah. ''Saya pernah beli oleh-oleh sebuah tape recorder dan TV 14 inci,'' kenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah, Cak To mulai meniti langkah menjadi seorang bos pengemis. Dia mulai mengumpulkan anak buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita tentang ''keberhasilan'' Cak To menyebar cepat di kampungnya. Empat teman seumuran mengikutinya ke Surabaya. ''Kasihan, panen mereka gagal. Ya sudah, saya ajak saja,'' ujarnya enteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum ke Surabaya, Cak To mengajari mereka cara menjadi pengemis yang baik. Pelajaran itu terus dia lanjutkan ketika mereka tinggal di rumah kontrakan di kawasan Surabaya Barat. ''Kali pertama, teman-teman mengaku malu. Tapi, saya meyakinkan bahwa dengan pekerjaan ini, mereka bisa membantu saudara di kampung,'' tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sudah mengemis sebagai kelompok, mereka pun bagi-bagi wilayah kerja. Ada yang ke perumahan di kawasan Surabaya Selatan, ada yang ke Surabaya Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tidak mencolok, ketika berangkat, mereka berpakaian rapi. Ketika sampai di ''pos khusus'', Cak To dan empat rekannya itu lantas mengganti penampilan. Tampil compang-camping untuk menarik iba dan uang recehan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya setahun mengemis, kehidupan empat rekan tersebut menunjukkan perbaikan. Mereka tak lagi menumpang di rumah Cak To. Sudah punya kontrakan sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1996 itu pula, pada usia ke-36, Cak To mengakhiri masa lajang. Dia menyunting seorang gadis di kampungnya. Sejak menikah, kehidupan Cak To terus menunjukkan peningkatan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tahun, jumlah anak buah Cak To terus bertambah. Semakin banyak anak buah, semakin banyak pula setoran yang mereka berikan kepada Cak To. Makanya, sejak 2000, dia sudah tidak mengemis setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, Cak To tak mau mengungkapkan jumlah setoran yang dia dapatkan setiap hari. Setelah didesak, dia akhirnya mau buka mulut. Yaitu, Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per hari, yang berarti Rp 6 juta hingga Rp 9 juta per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Cak To, dia tidak memasang target untuk anak buahnya. Dia hanya minta setoran sukarela. Ada yang setor setiap hari, seminggu sekali, atau sebulan sekali. ''Ya alhamdulillah, anak buah saya masih loyal kepada saya,'' ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penghasilannya itu, Cak To bahkan mampu memberikan sebagian nafkah kepada masjid dan musala di mana dia singgah. Dia juga tercatat sebagai donatur tetap di sebuah masjid di Gresik. ''Amal itu kan ibadah. Mumpung kita masih hidup, banyaklah beramal,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, dengan hidup yang sudah tergolong enak itu, Cak To mengaku tinggal mengejar satu hal saja. ''Saya ingin naik haji,'' ungkapnya. Bila segalanya lancar, Cak To akan mewujudkan itu pada 2010 nanti... (ded/aza)&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-8892727355226567442?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/8892727355226567442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=8892727355226567442' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/8892727355226567442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/8892727355226567442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/pengemis-indonesia-kaya.html' title='pengemis indonesia KAYA'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-5276936532759999892</id><published>2008-08-05T22:22:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T01:20:16.815-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>24 Renungan yang berguna di jaman sekarang ini</title><content type='html'>1.Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya,karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah.&lt;br /&gt;Semoga kamu menemukan orang seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan,karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;4. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita milik sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang itu pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cinta menjadi dirinya&lt;br /&gt;sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika&lt;br /&gt;tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di&lt;br /&gt;dalam dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal&lt;br /&gt;terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang&lt;br /&gt;hadir dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang&lt;br /&gt;salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti&lt;br /&gt;bagaimana berterima kasih atas karunia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk&lt;br /&gt;menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang tetapi diperlukan&lt;br /&gt;waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti&lt;br /&gt;hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka&lt;br /&gt;itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup&lt;br /&gt;mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika dan masih&lt;br /&gt;tetap peduli padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang&lt;br /&gt;yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian&lt;br /&gt;adanya dan kamu harus melepaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman&lt;br /&gt;dan berakhir dengan tetesan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah&lt;br /&gt;dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati,&lt;br /&gt;kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu,tetapi&lt;br /&gt;yang lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki&lt;br /&gt;keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada masa lalu yang&lt;br /&gt;dilupakan,kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak&lt;br /&gt;melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau&lt;br /&gt;mencoba,jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup jangan pernah&lt;br /&gt;mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat&lt;br /&gt;melupakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan&lt;br /&gt;membalas cintamu! Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta&lt;br /&gt;berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh&lt;br /&gt;dihatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu&lt;br /&gt;dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian&lt;br /&gt;janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya&lt;br /&gt;dengan sepenuh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang disekelilingmu&lt;br /&gt;tersenyum - jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu&lt;br /&gt;tersenyum dan orang-orang disekelilingmu menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-5276936532759999892?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/5276936532759999892/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=5276936532759999892' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/5276936532759999892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/5276936532759999892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/24-renungan-yang-berguna-di-jaman.html' title='24 Renungan yang berguna di jaman sekarang ini'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-4782963988906370399</id><published>2008-08-05T22:09:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T01:20:40.425-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>kupinang kau dengan hamdalah</title><content type='html'>Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah bersabda: "Tiga orang yang selalu diberi pertolongan Allah adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang mujahid yang selalu memperjuangkan agama Allah, seorang penulis yang selalu memberi penawar &amp; seorang yang menikah untuk menjaga kehormatannya" (HR Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak jalan yang dapat menghantarkan orang kepada peminangan &amp; pernikahan. Banyak sebab yang mendekatkan dua orang yang saling jauh menjadi suami istri yang penuh barakah &amp; diridhai Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika niat sudah mantap &amp; tekad sudah bulat, persiapkan hati untuk melangkah ke peminangan.&lt;br /&gt;Dianjurkan, memulai lamaran dengan hamdalah &amp; pujian lainnya kepada Allah SWT. Serta Shalawat kepada Rasul-Nya. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah r.a. menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap perkataan yang tidak dimulai dengan bacaan hamdalah, maka hal itu sedikit barakahnya (terputus keberkahannya)" HR Abu Daud, Ibnu Majah &amp; Imam Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah peminangan disampaikan, biarlah pihak wanita &amp; wanita yang bersangkutan untuk mempertimbangkan. Sebagian memberikan jawaban segera, sebelum kaki bergeser dari tempat berpijaknya, sebab menikah mendekatkan kepada keselamatan akhirat, sedang calon yang datang sudah&lt;br /&gt;diketahui akhlaqnya, sebagian memerlukan waktu yang cukup lama untuk bisa memberi kepastian apakah pinangan diterima atau ditolak, karena pernikahan bukan untuk sehari dua hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun, serahkan kepada keluarga wanita untuk memutuskan. Mereka yang lebih tahu keputusan apa yang terbaik bagi anaknya. Anda harus husnudzan pada mereka. Bukankah ketika meminang wanita berarti anda mempercayai wanita yang diharapkan oleh anda beserta keluarganya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan apapun yang mereka berikan, sepanjang didasarkan atas musyawarah yang lurus, akan baik dan Insya Allah memberi akibat yang baik bagi anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak kecewa orang yang istikharah &amp; tidak merugi orang yang musyawarah. Maka apapun hasil musyawarah, sepanjang dilakukan dengan baik, akan&lt;br /&gt;membuahkan kebaikan. Sebuah keputusan tidak bisa disebut buruk atau negatif, jika memang didasarkan kepada musyawarah yang memenuhi syarat, hanya karena tidak memberi kesempatan kepada anda untuk menjadi anggota keluarga mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika niat anda memang untuk silaturrahim, bukankah masih tersedia&lt;br /&gt;banyak peluang untuk menyambung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda telah meminangnya dengan hamdalah, anda telah dimampukan datang oleh Allah Yang Maha Besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia-lah Yang Maha Lebih Besar. Semuanya kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pelajaran yang sangat berharga dari Bilal bin Rabbah tentang meminang. Ketika ia bersama Abu Ruwaihah menghadap kabilah Khaulan, Bilal mengemukakan : "Jika pinangan kami anda terima, kami ucapkan Alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau anda menolak, maka kami ucapkan Allahu Akbar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, kalau pinangan yang anda sampaikan ditolak, agungkan Allah, semoga anda tetap berbaik sangka kepada Allah &amp; juga kepada keluarganya. Sebab bisa jadi, penolakan merupakan jalan pensucian jiwa dari kedzaliman diri sendiri, bisa jadi penolakan merupakan proses untuk mencapai kematangan, kemantapan &amp; kejernihan niat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara ada banyak hal yang dapat mengotori niat. Bisa jadi Allah hendak mengangkat derajat anda, kecuali anda justru malah merendahkan diri sendiri. Tapi hati perlu diperiksa, jangan-jangan perasaan itu muncul karena ujub.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekecewaan, mungkin saja timbul. Barangkali ada perasaan yang perih, barangkali juga ada yang merasa kehilangan rasa percaya diri saat itu. Ini merupakan reaksi psikis yang wajar, kecewa adalah perasaan&lt;br /&gt;yang manusiawi, tetapi ia harus diperlakukan dengan cara yang tepat agar ia tidak menggelincirkan ke jurang kenistaan yang sangat gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecewa memang pahit. Orang sering tidak tahan menanggung rasa kecewa, mereka berusaha membuang jauh-jauh sumber kekecewaan. Sekilas nampak tidak ada masalah, tetapi setiap saat berada dalam kondisi rawan. Perasaan&lt;br /&gt;itu mudah bangkit lagi dengan rasa sakit yang lebih perih. Dan yang demikian tidak dikehendaki Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam menghendaki kekecewaan itu menghilang perlahan-lahan secara wajar. Sehingga kita bisa mengambil jarak dari sumber kekecewaan dengan tidak kehilangan obyektivitas &amp; kejernihan hati, kita menjadi lebih tegar, meskipun proses yang dibutuhkan untuk menghapus kekecewaan lebih lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda merasa kecewa, periksalah niat anda. Dibalik yang dianggap baik, mungkin ada niat yang tidak lurus. Periksalah motif-motif yang melintas dalam batin. Selama peminangan hingga saat menunggu jawaban. Kemudian biarkan hati memproses secara wajar sampai menemukan kembali ketenangan secara&lt;br /&gt;mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kalau jawaban yang diberikan oleh keluarga wanita sesuai harapan, berbahagialah sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah. Insya Allah kesendirian yang dialami dengan menanggung rasa sepi sebentar lagi akan menghapus kepenatan selama di luar rumah. Insya Allah sebentar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggulah beberapa saat. Setelah tiba masanya, halal bagi anda untuk melakukan apa saja yang menjadi hak anda bersamanya. Akan tiba masanya anda merasakan kehangatan cintanya. Kehangatan cinta wanita yang telah mempercayakan kesetiaannya kepada anda. Setelah tiba masanya, halal bagi anda untuk menemukan pangkuannya ketika anda risau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama menunggu, ada kesempatan untuk menata hati. Melalui pernikahan, Allah memberikan banyak keindahan &amp; kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-4782963988906370399?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/4782963988906370399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=4782963988906370399' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/4782963988906370399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/4782963988906370399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/kupinang-kau-dengan-hamdalah.html' title='kupinang kau dengan hamdalah'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-6943242977583784016</id><published>2008-08-03T16:55:00.001-07:00</published><updated>2008-08-09T01:21:05.047-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta kasih'/><title type='text'>hadiah cinta</title><content type='html'>"Bisa saya melihat bayi saya?" pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak elaki itu terisak-isak berkata, "Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Iapun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan, "Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?" Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. "Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya," kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka.Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia." kata sang ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, "Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya menjawab, "Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu." Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Dihari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah...bahwa sang ibu tidak memiliki telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya," bisik sang ayah. "Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: Motivasi Net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-6943242977583784016?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/6943242977583784016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=6943242977583784016' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/6943242977583784016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/6943242977583784016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/hadiah-cinta.html' title='hadiah cinta'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-598007527684386998</id><published>2008-08-03T16:42:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T01:21:56.363-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>kisah pohon apel</title><content type='html'>Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ia mendatangi pohon apel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajahnya tampak sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari anak lelaki itu datang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon apel sangat senang melihatnya datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata pohon apel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo bermain-main lagi denganku," kata pohon apel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Aku sedih," kata anak lelaki itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,"jawab anak lelaki itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon apel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah cerita tentang kita semua.&lt;br /&gt;Pohon apel itu adalah orang tua kita.&lt;br /&gt;Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.&lt;br /&gt;Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika&lt;br /&gt;kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Motivasi Net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-598007527684386998?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/598007527684386998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=598007527684386998' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/598007527684386998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/598007527684386998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/kisah-pohon-apel.html' title='kisah pohon apel'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-7604593346023741607</id><published>2008-08-03T16:33:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T01:22:50.566-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>SEDEMIKIAN KERASKAH HATI INI?</title><content type='html'>Di dalam perjalanan menuju kantor, saya terlelap menikmati sejuknya udara dalam bis. Tak terasa hingga kondektur bis membangunkanku untuk menagih ongkos, dengan mataku yang masih merejap kuulurkan sejumlah uang untuk membayar ongkos bis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ... samar mataku menangkap sosok seorang ibu setengah baya berdiri tak jauh dari tempatku duduk. Tapi, rasa kantuk dan lelah ku mengalahkan niat baik untuk memberikan tempat duduk untuk ibu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turun dari bis, baru lah sisi baik hati ini bergumam, "Andai saya berikan tempat duduk kepada ibu tadi, mungkin pagi hari ini keberkahan bisa kuraih". "Siapa tahu ridha Allah untuk ku di hari ini dari doa dan terima kasih ibu itu jika saja kuberikan tempat dudukku ..." Ah, kenapa baru kemudian diri ini menyesal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalam dalam perjalanan pulang dengan kereta api, duduk di hadapan saya seorang bapak berusia 40-an. Lewat seorang penjual air minum kemasan, dan ia segera menyetopnya untuk membeli. Tangan kirinya memegang segelas air minum kemasan sementara tangan satunya merogoh-rogoh kantongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat ia memperhatikan beberapa keping yang ia mampu raih dari bagian terdalam kantongnya, ternyata ... ia mengembalikan segelas air minum kemasan yang sudah digenggamnya kepada penjual air sambil menahan rasa hausnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yang sedari tadi di depan bapak itu hanya bisa menjadikan serangkaian adegan itu sebagai tontonan. Tidak ada tawaran kebaikan keluar dari mulut ini untuk membelikannya air minum, meski di kantong saya terdapat sejumlah uang yang bahkan bisa untuk membeli dua dus air minum kemasan! Bayangkan, cuma 500 rupiah yang dibutuhkan bapak itu tapi hati ini tak juga tergerak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, sebelum Isya, juga dalam perjalanan pulang. Hanya berjarak 5 kilio meter dari rumah saya, saya melewati pemandangan yang menyentuh hati. Di pinggir jalan Terminal Cicahem, sekeluarga pemulung tengah menikmati penganan kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami, istri beserta dua anaknya itu tetap lahap meski yang mereka nikmati hanya sebungkus kue -entah pemberian siapa. Sempat langkah ini terhenti setelah tujuh atau delapan langkah melewati mereka, sempat pula saya berpikir untuk menghampiri keluarga itu untuk sekadar mengajak mereka makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ... bayangan ingin segera bertemu anak-anakku di rumah mengalihkan langkahku untuk meneruskan perjalanan. Padahal, dengan uang yang saya miliki saat itu, sepuluh bungkus nasi goreng pun bisa saya belikan. Apalagi jumlah mereka hanya empat kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau pun harus tergesa-gesa, toh semestinya saya bisa memberikan sejumlah uang untuk makan mereka malam itu, atau juga untuk makan esok hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh, kenapa kaki ini justru meneruskan langkah sekadar untuk memburu kecupan kedua putriku sebelum mereka tidur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini. Saya coba renungi semua perjalanan hidup ini. Ya Tuhan, sudah sedemikian keras kah hati ini? Sehingga tanpa rasa berdosa kulewatkan begitu banyak kesempatan berbuat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah selama ini saya selalu berdoa agar Engkau memberikanku kemudahan untuk berbuat baik terhadap sesama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ketika Engkau berikan jalan itu, saya malah melewatkannya. Berikan kesempatan itu lagi untukku, Tuhan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-7604593346023741607?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/7604593346023741607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=7604593346023741607' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/7604593346023741607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/7604593346023741607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/sedemikian-keraskah-hati-ini.html' title='SEDEMIKIAN KERASKAH HATI INI?'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-386586944914798921</id><published>2008-08-03T16:29:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T01:23:44.309-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta kasih'/><title type='text'>jangan benci aku, mama</title><content type='html'>Oh, Tuhan, ijinkan aku menceritakan hal ini..., sebelum ajal&lt;br /&gt;menjemputku...&lt;br /&gt;Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh... Sam, suamiku, memberinya nama Eric.&lt;br /&gt;Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak&lt;br /&gt;terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja untuk dijadikan budak atau pelayan. Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan sayapun melahirkan kembali&lt;br /&gt;seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah... Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu menuruti perkataan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat usia Angelica 2 tahun, Sam meninggal dunia. Eric sudah berumur&lt;br /&gt;4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup.&lt;br /&gt;Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Eric yang sedang tertidur lelap. Kemudian saya tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar hutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun..., 2 tahun..., 5 tahun..., 10 tahun... telah berlalu sejak&lt;br /&gt;kejadian itu. Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria&lt;br /&gt;dewasa. Ia adalah seorang pastor di gereja St. Maria. Usia pernikahan&lt;br /&gt;kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat buruk saya&lt;br /&gt;yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi&lt;br /&gt;sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Angelica telah berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi yang mengingatnya.&lt;br /&gt;Sampai suatu malam... Malam di mana saya bermimpi tentang seorang anak... Wajahnya agak tampan namun tampak pucat sekali... Ia melihat ke arah saya.&lt;br /&gt;Sambil tersenyum ia berkata, "Tante, Tante kenal mama saya?&lt;br /&gt;Saya lindu cekali pada mommy!"&lt;br /&gt;Setelah berkata demikian ia mulai beranjak pergi, namun saya&lt;br /&gt;menahannya,&lt;br /&gt;"Tunggu..., sepertinya saya mengenalmu.&lt;br /&gt;Siapa namamu anak manis?"&lt;br /&gt;"Nama saya Elic, Tante."&lt;br /&gt;"Eric...? Eric... Ya Tuhan! Kau benar-benar Eric???"&lt;br /&gt;Saya langsung tersentak dan bangun. Rasa bersalah, sesal dan berbagai perasaan aneh lainnya menerpa diri saya saat itu juga. Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti sebuah film&lt;br /&gt;yang diputar di kepala saya. Baru sekarang saya menyadari betapa&lt;br /&gt;jahatnya perbuatan saya dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya seperti mau mati saja saat itu. Ya, saya harus mati...,&lt;br /&gt;mati..., mati... Ketika tinggal seinchi jarak pisau yang akan saya&lt;br /&gt;goreskan ke pergelangan tangan, tiba-tiba bayangan Eric melintas&lt;br /&gt;kembali di pikiran saya.&lt;br /&gt;Ya Eric, mommy akan menjemputmu Eric...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu saya memarkir mobil Civic biru saya di samping sebuah gubuk,&lt;br /&gt;dan Brad dengan pandangan heran menatap saya dari samping. "Mary, apa yang sebenarnya terjadi?"&lt;br /&gt;"Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal&lt;br /&gt;yang telah saya lakukan dulu," tapi aku menceritakannya juga dengan&lt;br /&gt;terisak-isak... Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah&lt;br /&gt;memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian.&lt;br /&gt;Setelah tangis saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad&lt;br /&gt;dari belakang. Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari hadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric... Eric... Saya&lt;br /&gt;meninggalkan Eric di sana 10 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perasaan sedih saya berlari menghampiri gubuk tersebut dan&lt;br /&gt;membuka pintu yang terbuat dari bambu itu... Gelap sekali... Tidak&lt;br /&gt;terlihat sesuatu apa pun juga! Perlahan mata saya mulai terbiasa dengan kegelapan dalam ruangan kecil itu. Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya mengamatinya dengan seksama... Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan Eric sehari-harinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian, dengan perasaan yang sulit dilukiskan, sayapun keluar dari ruangan itu... Air mata saya mengalir dengan deras. Saat itu saya hanya diam saja. Sesaat kemudian saya dan Brad mulai menaiki mobil untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun, saya melihat seseorang di belakang mobil kami. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor. Ternyata ia seorang wanita tua.&lt;br /&gt;Kembali saya tersentak kaget manakala ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau, "Heii...! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!"&lt;br /&gt;Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, "Ibu, apa ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?"&lt;br /&gt;Ia menjawab, "Kalau kamu ibunya, kamu sungguh perempuan terkutuk!! Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus menunggu ibunya dan memanggil, "Mommy..., mommy!' Karena tidak tega, saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal bersama saya. Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun membaca tulisan di kertas itu... "Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi...? Mommy marah sama Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom..."&lt;br /&gt;Saya menjerit histeris membaca surat itu. "Bu, tolong katakan...&lt;br /&gt;Katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan menyayanginya&lt;br /&gt;sekarang! Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong&lt;br /&gt;katakan...!!!"&lt;br /&gt;Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras.&lt;br /&gt;"Nyonya, semua sudah terlambat (dengan nada lembut). Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya ada di dalam sana... Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari belakang gubuk ini... Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana. Nyonya, dosa anda tidak terampuni!"&lt;br /&gt;Saya kemudian pingsan dan tidak ingat apa-apa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Last Updated : 18 Juli 2003&lt;br /&gt;Sumber : Marry Scheleery &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-386586944914798921?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/386586944914798921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=386586944914798921' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/386586944914798921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/386586944914798921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/jangan-benci-aku-mama.html' title='jangan benci aku, mama'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-1879271248616457896</id><published>2008-08-03T16:23:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T01:24:05.800-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><title type='text'>TIGA KARUNG BERAS</title><content type='html'>Ini adalah makanan yang tidak bisa dibeli dengan uang. Kisah ini adalah&lt;br /&gt;kisah nyata sebuah keluarga yang sangat miskin, yang memiliki seorang anak&lt;br /&gt;laki-laki. Ayahnya sudah meninggal dunia, tinggalah ibu dan anak&lt;br /&gt;laki-lakinya untuk saling menopang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya bersusah payah seorang membesarkan anaknya, saat itu kampung&lt;br /&gt;tersebut belum memiliki listrik. Saat membaca buku, sang anak tersebut&lt;br /&gt;diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih&lt;br /&gt;menjahitkan baju untuk sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat memasuki musim gugur, sang anak memasuki sekolah menengah atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi justru saat itulah ibunya menderita penyakit rematik yang parah&lt;br /&gt;sehingga tidak bisa lagi bekerja disawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu setiap bulannya murid-murid diharuskan membawa tiga puluh kg&lt;br /&gt;beras untuk dibawa kekantin sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibuya tidak&lt;br /&gt;mungkin bisa memberikan tiga puluh kg beras tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kemudian berkata kepada ibunya: " Ma, saya mau berhenti sekolah dan&lt;br /&gt;membantu mama bekerja disawah". Ibunya mengelus kepala anaknya dan berkata&lt;br /&gt;: "Kamu memiliki niat seperti itu mama sudah senang sekali tetapi kamu&lt;br /&gt;harus tetap sekolah. Jangan khawatir, kalau mama sudah melahirkan kamu,&lt;br /&gt;pasti bisa merawat dan menjaga kamu. Cepatlah pergi daftarkan kesekolah&lt;br /&gt;nanti berasnya mama yang akan bawa kesana".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sang anak tetap bersikeras tidak mau mendaftarkan kesekolah,&lt;br /&gt;mamanya menampar sang anak tersebut. Dan ini adalah pertama kalinya sang&lt;br /&gt;anak ini dipukul oleh mamanya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sang anak akhirnya pergi juga kesekolah. Sang ibunya terus berpikir dan&lt;br /&gt;merenung dalam hati sambil melihat bayangan anaknya yang pergi menjauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama, dengan terpincang-pincang dan nafas tergesa-gesa Ibunya&lt;br /&gt;datang kekantin sekolah dan menurunkan sekantong beras dari bahunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pengawas yang bertanggung jawab menimbang beras dan membuka kantongnya dan&lt;br /&gt;mengambil segenggam beras lalu menimbangnya dan berkata : " Kalian para&lt;br /&gt;wali murid selalu suka mengambil keuntungan kecil, kalian lihat, disini&lt;br /&gt;isinya campuran beras dan gabah. Jadi kalian kira kantin saya ini tempat&lt;br /&gt;penampungan beras campuran". Sang ibu ini pun malu dan berkali-kali&lt;br /&gt;meminta maaf kepada ibu pengawas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal Bulan berikutnya ibu memikul sekantong beras dan masuk kedalam&lt;br /&gt;kantin. Ibu pengawas seperti biasanya mengambil sekantong beras dari&lt;br /&gt;kantong tersebut dan melihat. Masih dengan alis yang mengerut dan berkata:&lt;br /&gt;"Masih dengan beras yang sama". Pengawas itupun berpikir, apakah kemarin&lt;br /&gt;itu dia belum berpesan dengan Ibu ini dan kemudian berkata : "Tak perduli&lt;br /&gt;beras apapun yang Ibu berikan kami akan terima tapi jenisnya harus dipisah&lt;br /&gt;jangan dicampur bersama, kalau tidak maka beras yang dimasak tidak bisa&lt;br /&gt;matang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya kalau begini lagi, maka saya tidak bisa menerimanya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ibu sedikit takut dan berkata : "Ibu pengawas, beras dirumah kami&lt;br /&gt;semuanya seperti ini jadi bagaimana? Pengawas itu pun tidak mau tahu dan&lt;br /&gt;berkata : "Ibu punya berapa hektar tanah sehingga bisa menanam bermacam-&lt;br /&gt;macam jenis beras". Menerima pertanyaan seperti itu sang ibu tersebut&lt;br /&gt;akhirnya tidak berani berkata apa-apa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal bulan ketiga, sang ibu datang kembali kesekolah. Sang pengawas&lt;br /&gt;kembali marah besar dengan kata-kata kasar dan berkata: "Kamu sebagai mama&lt;br /&gt;kenapa begitu keras kepala, kenapa masih tetap membawa beras yang sama.&lt;br /&gt;Bawa pulang saja berasmu itu !".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berlinang air mata sang ibu pun berlutut di depan pengawas tersebut&lt;br /&gt;dan berkata: "Maafkan saya bu, sebenarnya beras ini saya dapat dari&lt;br /&gt;mengemis". Setelah mendengar kata sang ibu, pengawas itu kaget dan tidak&lt;br /&gt;bisa berkata apa-apa lagi. Sang ibu tersebut akhirnya duduk diatas lantai,&lt;br /&gt;menggulung celananya dan memperlihatkan kakinya yang sudah mengeras dan&lt;br /&gt;membengkak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ibu tersebut menghapus air mata dan berkata: "Saya menderita rematik&lt;br /&gt;stadium terakhir, bahkan untuk berjalan pun susah, apalagi untuk bercocok&lt;br /&gt;tanam. Anakku sangat mengerti kondisiku dan mau berhenti sekolah untuk&lt;br /&gt;membantuku bekerja disawah. Tapi saya melarang dan menyuruhnya bersekolah&lt;br /&gt;lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini dia tidak memberi tahu sanak saudaranya yang ada dikampung&lt;br /&gt;sebelah. Lebih-lebih takut melukai harga diri anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari pagi-pagi buta dengan kantong kosong dan bantuan tongkat pergi&lt;br /&gt;kekampung sebelah untuk mengemis. Sampai hari sudah gelap pelan-pelan&lt;br /&gt;kembali kekampung sendiri. Sampai pada awal bulan semua beras yang&lt;br /&gt;terkumpul diserahkan kesekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat sang ibu bercerita, secara tidak sadar air mata Pengawas itupun&lt;br /&gt;mulai mengalir, kemudian mengangkat ibu tersebut dari lantai dan berkata:&lt;br /&gt;"Bu sekarang saya akan melapor kepada kepala sekolah, supaya bisa&lt;br /&gt;diberikan sumbangan untuk keluarga ibu." Sang ibu buru- buru menolak dan&lt;br /&gt;berkata: "Jangan, kalau anakku tahu ibunya pergi mengemis untuk sekolah&lt;br /&gt;anaknya, maka itu akan menghancurkan harga dirinya. Dan itu akan&lt;br /&gt;mengganggu sekolahnya. Saya sangat terharu dengan kebaikan hati ibu&lt;br /&gt;pengawas, tetapi tolong ibu bisa menjaga rahasia ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya masalah ini diketahui juga oleh kepala sekolah. Secara diam- diam&lt;br /&gt;kepala sekolah membebaskan biaya sekolah dan biaya hidup anak tersebut&lt;br /&gt;selama tiga tahun. Setelah Tiga tahun kemudian, sang anak tersebut lulus&lt;br /&gt;masuk ke perguruan tinggi qing hua dengan nilai 627 point.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihari perpisahan sekolah, kepala sekolah sengaja mengundang ibu dari anak&lt;br /&gt;ini duduk diatas tempat duduk utama. Ibu ini merasa aneh, begitu banyak&lt;br /&gt;murid yang mendapat nilai tinggi, tetapi mengapa hanya ibu ini yang&lt;br /&gt;diundang. Yang lebih aneh lagi disana masih terdapat tiga kantong beras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengawas sekolah tersebut akhirnya maju kedepan dan menceritakan kisah&lt;br /&gt;sang ibu ini yang mengemis beras demi anaknya bersekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala sekolah pun menunjukkan tiga kantong beras itu dengan penuh haru&lt;br /&gt;dan berkata : "Inilah sang ibu dalam cerita tadi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mempersilakan sang ibu tersebut yang sangat luar biasa untuk naik&lt;br /&gt;keatas mimbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak dari sang ibu tersebut dengan ragu-ragu melihat kebelakang dan&lt;br /&gt;melihat gurunya menuntun mamanya berjalan keatas mimbar. Sang ibu dan sang&lt;br /&gt;anakpun saling bertatapan. Pandangan mama yang hangat dan lembut kepada&lt;br /&gt;anaknya. Akhirnya sang anak pun memeluk dan merangkul erat mamanya dan&lt;br /&gt;berkata: "Oh Mamaku...... ......... ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti dari Cerita ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pepatah mengatakan: "Kasih ibu sepanjang masa, sepanjang jaman dan&lt;br /&gt;sepanjang kenangan" Inilah kasih seorang mama yang terus dan terus memberi&lt;br /&gt;kepada anaknya tak mengharapkan kembali dari sang anak. Hati mulia seorang&lt;br /&gt;mama demi menghidupi sang anak berkerja tak kenal lelah dengan satu&lt;br /&gt;harapan sang anak mendapatkan kebahagian serta sukses dimasa depannya.&lt;br /&gt;Mulai sekarang, katakanlah kepada mama dimanapun mama kita berada dengan&lt;br /&gt;satu kalimat: " Terimakasih Mama.. Aku Mencintaimu, Aku Mengasihimu. ..&lt;br /&gt;selamanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- &lt;br /&gt;Sumber : Milis Air Putih : airputih@yahoogroups.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-1879271248616457896?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/1879271248616457896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=1879271248616457896' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/1879271248616457896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/1879271248616457896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/tiga-karung-beras.html' title='TIGA KARUNG BERAS'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-5663144004169758249</id><published>2008-08-03T16:15:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T01:25:22.543-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>SEBELUM KAMU MENGELUH</title><content type='html'>01]. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik,&lt;br /&gt;Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;02]. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,&lt;br /&gt;Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;03]. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa&lt;br /&gt;Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;04]. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,&lt;br /&gt;Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;05]. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri anda.&lt;br /&gt;Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;06]. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,&lt;br /&gt;Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;07]. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,&lt;br /&gt;Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;08]. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya,&lt;br /&gt;Pikirkan tentang orang-orang yag tinggal dijalanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;09]. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,&lt;br /&gt;Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10]. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,&lt;br /&gt;Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11]. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,&lt;br /&gt;ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12]. Kita semua menjawab kepada Sang Pencipta&lt;br /&gt;Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,&lt;br /&gt;Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahwa kamu masih hidup !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Life is a gift&lt;br /&gt;b. Live it...&lt;br /&gt;c. Enjoy it...&lt;br /&gt;d. Celebrate it...&lt;br /&gt;e. And fulfill it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13]. Cintai orang lain dengan perkataan dan perbuatanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14]. Cinta diciptakan tidak untuk disimpan atau disembunyikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15]. Anda tidak mencintai seseorang karena dia cantik atau tampan,&lt;br /&gt;Mereka cantik/tampan karena anda mencintainya, ,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16]. It's true you don't know what you've got until it's gone, but it's&lt;br /&gt;also true You don't know what you've been missing until it arrives!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-5663144004169758249?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/5663144004169758249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=5663144004169758249' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/5663144004169758249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/5663144004169758249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/sebelum-kamu-mengeluh.html' title='SEBELUM KAMU MENGELUH'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-8413614613866428231</id><published>2008-08-03T16:13:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T01:26:05.910-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><title type='text'>the power within you</title><content type='html'>Pada sebuah festival kesenian seorang penjual balon melepaskan satu balon warna hijau ke udara, dan beberapa saat kemudian dia melepaskan satu buah balon lagi. Hal ini dilakukan semata-mata untuk menarik perhatian pengunjung festival.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian seorang anak berumur 6 tahun menghampiri penjual balon tersebut, dan bertanya "Kalau balon berwarna merah dilepaskan apakah bisa terbang ke udara juga ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian si penjual balon berkata "Yang membuat balon tersebut terbang ke udara bukan karena warnanya. Tidak peduli mau warna merah, hitam, biru, atau warna lainnya semuanya tetap bisa terbang. Karena yang membuatnya bisa terbang ke udara adalah gas yang terdapat dalam balon tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita yang begitu luar biasa ini saya kutip dari buku international best seller karangan Shiv Kera berjudul You Can Win. Pada dasarnya balon dalam cerita tersebut sama seperti manusia. Manusia dapat berhasil mencapai puncak kesuksesan karena kekuatan yang dimiliki dari dalam dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P.O.W.E.R atau Kekuatan seperti apa yang mampu membuat seseorang lebih berhasil dari sebelumnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P = Positive&lt;br /&gt;Apapun yang Anda pikirkan, Anda katakan, Anda perbuat lakukanlah dengan positif. Berawal dari pikiran atau mind-set kita. Jika Anda mau menanam dan memelihara mind-set yang negatif, konsekuensinya apa yang dihasilkan dari pikirkan tersebut tidak akan positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O = Optimist&lt;br /&gt;Melihat kondisi sulit, mendengar komentar negatif orang lain terhadap kita, mengalami kegagalan terus menerus umumnya membuat kita menjadi down dan pesimis. Manusiawi sekali memang, tapi mau sampai kapan jadi pesimis ?, Seumur hidup ? Saya lebih memilih bangkit dan coba lagi. Gagal dan mengalami penolakan sudah biasa, tapi yang luar biasa adalah keyakinan dalam diri setiap orang. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;W = Willingness&lt;br /&gt;Yakin saja tidak cukup, seseorang memang harus ada kemauan dan action untuk mewujudkannya. Kalau ditanya mau berhasil ?, pasti semua mau berhasil. Tapi kata orang bijak will is not enough, you have to do. Kalau memang sudah tidak ada kemauan berhasil, ini perkara sudah repot. Orang tersebut harus menolong dirinya sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E = Enthusiasm&lt;br /&gt;Manusia kalau tidak punya antusiasme sama seperti mobil kehabisan bensin. Sebagus dan semahal apapun mobilnya kalau tidak ada bensin percuma saja. Sama seperti kita kalau punya impian yang luar biasa, mind-set yang positif, tapi ketika mulai action tidak punya antusiasme maka semuanya sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R = Refill&lt;br /&gt;Batu baterai saja ada waktunya habis, apalagi dengan kekuatan dalam diri kita. Adalakalanya kita memasuki masa sulit, sehingga kekuatan dalam diri kita semakin melemah. Apa yang harus kita lakukan ? Isi ulang (refill) kekuatan Anda. Dengan apa ?&lt;br /&gt;Isi dengan sesuatu yang mampu meningkatkan power Anda kembali. Baca buku, fokus pada achievement pada masa lalu, bangkitkan kembali potensi, masukkan informasi yang positif ke telinga Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jangan khawatirkan latar belakang Anda, apapun pendidikan Anda baik itu lulusan lokal maupun lulusan impor, pesona fisik Anda cantik atau kurang cantik....karena bukan itu semua yang menentukan seberapa tingginya Anda akan mencapai kesuksesan tapi lebih kepada POWER yang ada dalam diri Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mengembangkan Power Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-8413614613866428231?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/8413614613866428231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=8413614613866428231' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/8413614613866428231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/8413614613866428231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/pada-sebuah-festival-kesenian-seorang.html' title='the power within you'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-4763264269324349243</id><published>2008-08-03T16:12:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T01:31:03.321-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>DUA BERSAUDARA</title><content type='html'>Dua bersaudara bekerja bersama-sama di ladang milik keluarga mereka yang seorang telah menikah dan memiliki sebuah keluarga besar, yang lainnya masih lajang. Ketika hari mulai senja, kedua bersaudara itu membagi sama rata hasil yang mereka peroleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, saudara yang masih lajang itu berpikir, “Tidak adil jika kami membagi rata semua hasil yang kami peroleh, aku masih lajang dan kebutuhanku hanya sedikit.” Karena itu, setiap malam ia mengambil sekarung padi dari lumbung miliknya dan menaruhnya dilumbung milik saudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, saudara yang telah menikah itu berpikir dalam hatinya, “Tidak adil jika kami membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku punya istri dan anak-anak yang akan merawatku dimasa tua nanti, sedangkan saudaraku tidak memiliki siapapun dan tidak seorangpun akan peduli padanya pada masa tuanya.” Karena itu, setiap malam iapun mengambil sekarung padi dari lumbung miliknya dan menaruhnya di lumbung milik saudara satu-satunya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama bertahun-tahun kedua bersaudara itu menyimpan rahasia itu masing-masing, sementara padi mereka sesungguhnya tidak pernah berkurang. Hingga suatu malam keduanya bertemu dan barulah saat itu mereka tahu apa yang telah terjadi. Merekapun berpelukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(moral of this story: Jangan biarkan persaudaraan rusak karena harta, justru pereratlah persaudaraan tanpa memusing-kan harta).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-4763264269324349243?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/4763264269324349243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=4763264269324349243' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/4763264269324349243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/4763264269324349243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/dua-bersaudara.html' title='DUA BERSAUDARA'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-403606295000333031</id><published>2008-08-03T16:10:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T01:32:21.841-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta kasih'/><title type='text'>KISAH CINTA KAKEK NENEK</title><content type='html'>Ada sepasang suami-istri yang berjualan nasi kuning di sebuah kompleks perumahan di Bandung. Umur mereka sudah tidak muda lagi. Sang suami mungkin sudah berumur lebih dari 70, sedangkan istrinya sekitar 60-an. Di sekitar mereka ada beberapa gerobak lain yang juga menjual makanan untuk sarapan pagi. Tapi dari semuanya, hanya gerobak mereka yang paling sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pagi, dalam perjalanan menuju ke kantor, saya selalu melewati gerobak mereka yang selalu sepi. Gerobak itu tidak ada yang istimewa. Cukup sederhana. Jualannya pun standar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pagi pula, sepasang suami-istri itu duduk menjaga gerobak mereka dalam posisi yang selalu sama. Sang suami duduk di luar gerobak, sementara istrinya di sampingnya. Kalau ada pembeli, sang suami dengan susah payah berdiri dari kursi (kadang dipapah istrinya) dan dengan ramah menyapa pembeli. Jika sang pembeli ingin makan di tempat, sang suami merapikan tempat duduk, sementara istrinya menyiapkan nasi kuning dan menyodorkan piring itu pada suaminya untuk diberikan pada sang pelanggan. Kalau sang pembeli ingin nasi kuning itu dibungkus, sang istri menyiapkan nasi kuning di kertas pembungkus, dan menyerahkan nasi bungkusan itu pada suaminya untuk diserahkan pada sang pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sedang sepi pelanggan, pasangan suami-istri itu duduk diam. Sesekali jika istrinya agak terkantuk-kantuk, suaminya mengurut punggung istrinya. Atau jika suaminya berkeringat, sang istri dengan sigap mengambil sapu tangan dan mengelap keringat suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau jujur, nasi kuning mereka tidak terlalu spesial. Sangat standar. Tapi, kalau saya mencari sarapan pagi, saya selalu membeli masi kuning di tempat mereka. Bukan spesial-tidaknya. Tapi lebih karena cinta mereka yang membuat saya tergerak untuk selalu mampir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesederhanaan, kala susah dan sedih karena tidak ada pelanggan, mereka tetap bersama. Sang suami tidak pernah memarahi istrinya yang tidak becus masak. Sang istri pun tidak pernah marah karena gerakan suaminya yang begitu lamban dalam melayani pelanggan. Dia bahkan memberi kesempatan suaminya untuk melayani pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka selalu bersama, dan saling mendukung, bahkan di saat susah sekali pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga hari ini, sudah 10 tahun saya lewati tempat itu, mereka masih tetap di tempat yang sama, menjual nasi kuning, dan selalu bersikap sama. Penuh kesederhanaan. Penuh kasih sayang. Dan saling menguatkan di saat susah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda berkunjung ke Bandung, Anda bisa mampir ke jalan raya komplek Taman Cibaduyut Indah. Tidak susah mencari gerobak mereka yang sederhana. Carilah gerobak yang paling sepi pelanggan. Mereka berjualan sejak pukul 07.00 hingga siang hari (mungkin sekitar 11.00, karena saya pernah ke kantor jam 11.00, mereka sudah tidak ada). Jujur, nasi kuning mereka sangat standar &amp; tidak selengkap gerobak nasi kuning lain di sekeliling mereka. Namun, cinta kasih mereka membuat makanan yang sederhana itu terasa begitu nikmat. Cinta kasih yang begitu tulus, sederhana, apa adanya. Bahkan dalam kesusahan sekalipun, mereka tetap saling menguatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kisah cinta yang luar biasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-403606295000333031?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/403606295000333031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=403606295000333031' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/403606295000333031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/403606295000333031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/kisah-cinta-kakek-nenek.html' title='KISAH CINTA KAKEK NENEK'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-4273603674842904557</id><published>2008-08-03T16:06:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T01:34:04.860-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>hati seluas dunia</title><content type='html'>Dahulu kala, hiduplah seorang guru yang terkenal bijaksana. Pada suatu pagi, datanglah seorang pemuda dengan langkah lunglai dan rambut masai. Pemuda itu sepertinya tengah dirundung masalah. Tanpa membuang waktu, dia mengungkapkan keresahannya: impiannya gagal, karier, cinta, dan hidupnya tak pernah berakhir bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru mendengarkannya dengan teliti dan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Dia taburkan garam itu ke dalam gelas, lalu dia aduk dengan sendok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Coba minum ini, dan katakan bagaimana rasanya?" pinta Sang Guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Asin dan pahit, pahit sekali," jawab pemuda itu, sembari meludah ke tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru hanya tersenyum. Ia lalu mengajak tamunya berjalan ke tepi telaga di hutan dekat kediamannya. Kedua orang itu berjalan beriringan dalam kediaman. Sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu. Sang Guru lalu menaburkan segenggam garam tadi ke dalam telaga. Dengan sebilah kayu, diaduknya air telaga, membuat gelombang dan riak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah air telaga tenang, ia pun berkata, "Coba, ambil air dari telagaini, dan minumlah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tamu itu selesai meneguk air telaga, Sang Guru bertanya, "Bagaimana rasanya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Segar," sahut pemuda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kamu masih merasakan garam di dalam air itu?" tanya Sang Guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak," jawab si anak muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk bersimpuh di tepi telaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan seumpama segenggam garam. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.Tetapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah atau tempat yang kita pakai. Kepahitan itu, selalu berasal dari bagaimana cara kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan atau kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang boleh kamu lakukan: lapangkanlah dadamu untuk menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu. Luaskan cara pandang terhadap kehidupan. Kamu akan banyak belajar dari keluasan itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hatimu anakku, adalah wadah itu. Batinmu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah hatimu seluas telaga yang mampu meredam setiap kepahitan. Hati yang seluas dunia!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya beranjak pulang. Sang Guru masih menyimpan "segenggam garam" untuk orang-orang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan hati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-4273603674842904557?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/4273603674842904557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=4273603674842904557' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/4273603674842904557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/4273603674842904557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/hati-seluas-dunia.html' title='hati seluas dunia'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-3962808513563951684</id><published>2008-08-03T16:04:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T01:34:51.893-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Kerja Adalah Kehormatan</title><content type='html'>Seorang eksekutif muda sedang beristirahat siang di sebuah kafe terbuka. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Om beli bunga Om.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar eksekutif muda itu tetap sibuk dengan laptopnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya si pemuda berkata, ”Adik kecil tidak melihat Om sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Om butuh Om akan beli bunga dari kamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ucapan si pemuda, gadis kecil itu pun kemudian beralih ke orang-orang yang lalu lalang di sekitar kafe itu. Setelah menyelesaikan istirahat siangnya, si pemuda segera beranjak dari kafe itu. Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi dengan si gadis kecil penjual bunga yang kembali mendekatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sudah selesai kerja Om, sekarang beli bunga ini dong Om, murah kok satu tangkai saja.” Bercampur antara jengkel dan kasihan si pemuda mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ini uang 2000 rupiah buat kamu. Om tidak mau bunganya, anggap saja ini sedekah untuk kamu,” ujar si pemuda sambil mengangsurkan uangnya kepada si gadis kecil. Uang itu diambilnya, tetapi bukan untuk disimpan, melainkan ia berikan kepada pengemis tua yang kebetulan lewat di sekitar sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu keheranan dan sedikit tersinggung. ”Kenapa uang tadi tidak kamu ambil, malah kamu berikan kepada pengemis?” Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab, ”Maaf Om, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi pengemis.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu tertegun, betapa ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak kecil bahwa kerja adalah sebuah kehormatan, meski hasil tidak seberapa tetapi keringat yang menetes dari hasil kerja keras adalah sebuah kebanggaan. Si pemuda itu pun akhirnya mengeluarkan dompetnya dan membeli semua bunga-bunga itu, bukan karena kasihan, tapi karena semangat kerja dan keyakinan si anak kecil yang memberinya pelajaran berharga hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang kita menghargai pekerjaan sebatas pada uang atau upah yang diterima. Kerja akan bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apapun peran dalam sebuah pekerjaan, jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh akan memberi nilai kepada manusia itu sendiri. Dengan begitu, setiap tetes keringat yang mengucur akan menjadi sebuah kehormatan yang pantas kita perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Source by: Andrie Wongso)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-3962808513563951684?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/3962808513563951684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=3962808513563951684' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/3962808513563951684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/3962808513563951684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/kerja-adalah-kehormatan.html' title='Kerja Adalah Kehormatan'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-7394086782599431275</id><published>2008-08-03T16:03:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T01:35:40.018-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Ternyata ayah itu benar-benar MENAKJUBKAN</title><content type='html'>Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun - dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah hanya menyuruhmu mengerjakan pekerjaan yang kamu sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi memancing sebenarnya lebih menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah akan tetap memasang kereta api listrik mainanmu selama bertahun-tahun, meskipun kamu telah bosan, karena ia tetap ingin kamu main kereta api itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu), tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah ia melepaskanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak lucu dan menyayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah sulit menghadapi rambutnya yang mulai menipis....jadi dia menyalahkan tukang cukurnya menggunting terlalu banyak di puncak kepala (*_~).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah akan selalu memelihara janggut lebatnya, meski telah memutih, agar kau bisa "melihat" para malaikat bergelantungan di sana dan agar kau selalu bisa mengenalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah selalu senang membantumu menyelesaikan PR, kecuali PR matematika terbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah benar-benar senang membantu seseorang... tapi ia sukar meminta bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah terlalu lama menunda untuk membawa mobil ke bengkel, karena ia merasa dapat memperbaiki sendiri segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?... .mmmmhhh..." tidak terlalu mengecewakan" (^_~). Ayah akan sesumbar, bahwa dirinyalah satu- satunya dalam keluarga yang dapat memasak tumis kangkung rasa barbecue grill. (*_~).&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah sangat senang kalau seluruh keluarga berkumpul untuk makan malam...walaupun harus makan dalam remangnya lilin karena lampu mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu di depan rumah dengan sepeda tuanya, untuk mengantarkanmu dihari pertama masuk sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AYAH ITU MURAH HATI..... Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang&lt;br /&gt;kamu butuhkan.... .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membiarkan orang-orangan sawahmu memakai sweater kesayangannya. ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membelikanmu lollipop merk baru yang kamu inginkan, dan ia akan menghabiskannya kalau kamu tidak suka.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menghentikan apasaja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dia akan senang hati mendengarkan nasehatmu untuk menghentikan kebiasaan merokoknya.. ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah akan berkata "tanyakan saja pada ibumu" ketika ia ingin berkata "tidak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepregok menghisap rokok dikamar mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah mengatakan "tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu persis seperti caranya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah mengira seratus adalah tip..; Seribu adalah uang saku..; Gaji pertamamu terlalu besar untuknya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah tidak suka meneteskan air mata .... ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis). Ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu...ketika kau mimpi akan dibunuh monster... tapi.....ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tidak salah ayah pernah berkata :" kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk masadepan anak lelakinya Ayah berpesan: "jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Untuk masadepan anak gadisnya ayah berpesan: "jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah bersikeras,bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah bisa membuatmu percaya diri... karena ia percaya padamu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terpenting adalah... Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk semua yang sedang merindukan Ayah,&lt;br /&gt;ssssssssttt. ..! Tau gak siii? Ternyata ayah itu benar-benar MENAKJUBKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-7394086782599431275?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/7394086782599431275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=7394086782599431275' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/7394086782599431275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/7394086782599431275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/ternyata-ayah-itu-benar-benar.html' title='Ternyata ayah itu benar-benar MENAKJUBKAN'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-5258974580741471902</id><published>2008-08-02T18:12:00.001-07:00</published><updated>2008-08-09T01:36:42.436-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta kasih'/><title type='text'>Apa itu cinta??</title><content type='html'>telapak tangan anda berkeringat, hati anda deg-degan, suara anda nyangkut ditenggorokan anda?&lt;br /&gt;hal itu bukan cinta, tapi suka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah tangan anda tidak berhenti menyentuh dan memegangnya?bila iya,itu berarti bukan cinta tapi NAFSU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah anda dengan bangga dan selalu ingin memamerkannya kepada semua orang?&lt;br /&gt;hal itu bukanlah cinta, tapi anda sedang mujur...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah anda menginginkannya, karena anda tahu dia akan selalu ada disamping anda?&lt;br /&gt;hal itu bukanlah cinta, tapi kesepian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah anda masih bersamanya karena semua orang menginginkannya?&lt;br /&gt;hal itu bukan cinta, tapi kesetiaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah anda masih bersamanya karena semua orang menginginkannya?&lt;br /&gt;hal itu bukan cinta, tapi kesetiaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah anda menerima pernyataan cintanya, karena anda tidak mau menyakiti hatinya?&lt;br /&gt;hal itu bukan cinta, tapi rasa kasihan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah anda bersedia untuk memberikan semua yang anda suka untuk dia?&lt;br /&gt;hal itu bukan cinta, tapi kemurahan hati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah anda cemburu bila dia berbicara dengan pria/wanita lain?&lt;br /&gt;hal itu bukan cinta, tapi takut kehilangan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah anda mengatakan bahwa dia satu-satunya yang anda pikirkan?&lt;br /&gt;GOMBAL!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah anda masih bersamanya&lt;br /&gt;karena campuran dari rasa nyeri dan kegembiraan yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata?&lt;br /&gt;itulah cinta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah anda menerima kesalahannya&lt;br /&gt;karena hal itu merupakan salah satu bagian dari kepribadiannya?&lt;br /&gt;itulah cinta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah anda tertarik dengan orang lain, tapi masih bersamanya dengan setia?&lt;br /&gt;itulah cinta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah anda bersedia memberikan hati anda,&lt;br /&gt;kehidupan anda, dan kematian anda?&lt;br /&gt;itulah cinta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah hati anda tercabik bila dia sedang sedih?&lt;br /&gt;itulah cinta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah anda menangis untuk kesedihannya, walaupun dia cukup tegar?&lt;br /&gt;itulah cinta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah anda ikut terluka bila dia sedang sakit?&lt;br /&gt;itulah cinta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah anda ingin selalu menyentuhnya, memeluknya karena anda sayang kepadanya?&lt;br /&gt;itulah cinta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah matanya melihat hati anda yang sesungguhnya dan&lt;br /&gt;menyentuh jiwa anda secara dalam sekali sampai terasa nyeri?&lt;br /&gt;itulah cinta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cinta merupakan sesuatu yang nyata dan unexplained&lt;br /&gt;tapi yang terpenting mencintailah karena itu adalah sesuatu yang dianugerahkan oleh tuhan&lt;br /&gt;terimlah pasangan anda dengan segala kekurangan dan kelebihannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cinta itu harus saling memberi dan menerima dengan&lt;br /&gt;segala keikhlasan, ketulusan, kejujuran hati&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;tanpa pamrih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-5258974580741471902?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/5258974580741471902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=5258974580741471902' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/5258974580741471902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/5258974580741471902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/apa-itu-cinta.html' title='Apa itu cinta??'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-6910333762631446132</id><published>2008-08-02T17:59:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T01:39:27.712-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anjuran'/><title type='text'>12 pelukan tiap hari bisa menyembuhkan segala penyakit</title><content type='html'>“Jika rumah tangga Anda di ambang kehancuran, cobalah memeluk pasangan Anda 20 kali sehari. Saya yakin Anda berdua tak akan bercerai,” kata master reiki di India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk bertahan hidup, kita membutuhkan 4 pelukan sehari. Untuk kesehatan, kita butuh 8 pelukan perhari. Untuk awet muda, kebahagiaan, kita perlu 12 pelukan perhari,” kata Virginia Satir, terapis keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pelukan-menyembuhkan 12 pelukan tiap hari agar tidak sakit-sakitanMungkin Anda sedikit heran, benarkah pelukan memiliki kekuatan yang begitu hebat, hingga bisa membuat sehat...&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;, panjang umur, dan awet muda? Kapan terakhir kali Anda memeluk seseorang atau seseorang memeluk Anda? Jika jawabannya jarang atau bahkan tidak pernah sama sekali, coba ingat-ingat, apa yang belakangan ini Anda rasakan? Bisa jadi Anda sering sakit-sakitan, depresi, stres, sakit kepala, dan emosional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai penelitian menunjukkan terapi pelukan bisa menyembuhkan penyakit fisik dan psikis. Bisa mengatasi stres, depresi dan lain-lain. Orang yang dipeluk, ataupun memeluk, merasakan adanya kekuatan cinta yang mengelilingi mereka. Kekuatan ini yang membuat kekebalan tubuh kita semakin meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berpelukan, tubuh melepaskan oxytocin, hormon yang berhubungan dengan perasaan damai dan cinta. Hormon oxytocin ini membuat jantung dan pikiran sehat. Hormon oxytocin ini baru bisa keluar jika manusia memiliki kehidupan sehat, merasa damai dan tentram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapi pelukan hampir sama dengan terapi jalan kaki. Terapi pelukan meningkatkan keseimbangan tubuh, kesehatan, dan mengurangi tingkat stres, khususnya para profesional muda yang bekerja di kota metropolitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelukan bukan berarti Anda harus mencari suami atau kekasih untuk melakukan hal ini. Pelukan dapat dilakukan pada siapa saja dengan penuh kasih dan damai. Tentu saja pelukan ini bukan berkonotasi negatif apalagi mengikutsertakan gairah. Pelukan ini juga bukan ‘pelukan sosial’, seperti berjabat tangan, mencium pipi kiri dan kanan, seperti yang dilakukan oleh budaya masyarakat beberapa negara pada saat pesta atau pertama kali bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelukan yang dimaksud adalah pelukan saling menyentuh, tubuh dengan tubuh saling mengikat dan menyentuh. Ketika saling berpelukan, akan terasa perasaan nyaman dan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia juga beberapa negara lainnya berpelukan hanya dilakukan pada pasangan suami istri, saudara, orang tua ke anaknya. Di Amerika sebuah lembaga ada yang mengkoordinir untuk mengadakan Free Hug di jalanan. Jangan kaget jika suatu Hari, saat Anda berkunjung ke Amerika dan Eropa, melihat beberapa orang dengan papan besar di dada, bertuliskan Free Hug. Mereka adalah para relawan yang memberikan terapi pelukan pada setiap orang yang membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi, kita harus ingat. Walau sekadar jabat tangan dan menyentuh pipi dengan pipi, ini juga ada manfaatnya. Ada rasa kehangatan ketika kita saling berjabat tangan. Namun bila ini dilakukan lebih dari ini, yaitu dengan pelukan erat. Tentu lebih bermanfaat, unsur terapinya lebih tinggi,” ujar Dr. Bhagat, salah satu doktor yang meneliti pengaruh pelukan di India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan masyarakat mengerti akan manfaat sentuhan dan pelukan. Sehingga pasangan suami istri, semakin sering berpelukan dan bersentuhan. Juga makin sering memeluk anak-anaknya. Seluruh bagian di kulit kita memiliki organ perasa. Dari ujung kaki hingga kepala adalah area yang sensitif bila disentuh. Bahkan ketika bayi masih di dalam kandungan walau dilindungi air ketuban, dia sangat menyukai sentuhan kasih sayang dari ke dua orang tuanya. Jika sering disentuh, bayi dalam kandungan akan tumbuh menjadi bayi yang sehat dengan pertumbuhan yang bagus. Selain itu secara psikis bayi akan tumbuh menjadi seorang yang penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang sering disentuh, dibelai dan dipeluk oleh orang tuanya juga akan tumbuh menjadi anak yang sehat. Mereka akan merasa nyaman dan memiliki kepercayaan diri. Pertumbuhan dan kesehatan pun lebih bagus dibanding dengan anak-anak yang jarang disentuh, dibelai dan dipeluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada orang tua pun, sentuhan dan pelukan sangat berarti. Apalagi pada saat kehilangan seseorang, depresi, stres. Dengan berpelukan, orang dewasa merasa ada orang yang memperhatikan, ada orang yang mencintainya, membutuhkannya. Seluruh kulit Kita, sangat peka dengan pelukan, dan sangat membutuhkan sentuhan hangat dan erat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang master reiki di Mumbai, India, berkata, “Pelukan salah satu alat untuk bertransformasi. Dengan pelukan satu pribadi dengan pribadi lain semakin dekat. Jika hubungan Anda dengan orang lain renggang. Salah satu cara agar hubungan itu menghangat dengan memeluknya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika rumah tangga Anda di ambang kehancuran, cobalah memeluk pasangan Anda 20 kali sehari. Saya yakin Anda berdua tak akan bercerai. Selain itu, hidup Anda berdua akan lebih bahagia, sehat, dan awet muda. Serta Anda akan terhindar dari stress dan depresi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Harold Voth, senior psikiater di Kansas, Amerika Serikat telah melakukan riset dengan beberapa ratus orang. Hasilnya, mereka yang berpelukan mampu mengusir depresi, meningkatkan kekebalan tubuh, awet muda, tidur lebih nyenyak, lebih sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika bayi atau anak-anak rewel atau sakit. Jangan biarkan mereka sendirian. Peluklah. Dengan memeluk, mereka akan merasa nyaman. Sehingga kekebalan tubuhnya lebih baik, dan kesehatan mereka pun akan jauh lebih baik. Anda sebagai orang tua pun mendapatkan efek baik dari terapi pelukan ini. Anda akan jauh lebih sehat, muda, terbebas dari depresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelukan dapat menyembuhkan sakit fisik dan psikis. Sentuhan yang dihasilkan dari pelukan membantu mengurangi rasa sakit. Beberapa penyakit parah sering kali membuat penderitanya merasa frustasi, marah, tak mungkin penyakitnya bisa disembuhkan. Dengan pelukan, pasien yang frustasi ini merasa nyaman. Pelukan memberikan energi positif pada emosi pasien. Sehingga mengubah emosi negatifnya menjadi emosi positif. Apalagi bila pasien mendapatkan pelukan dari orang yang dicintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah cinta itu adalah kekuatan yang maha dahsyat? — Sumber artikel: Yoicer, sumber ilustrasi: Ravenmedium&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-6910333762631446132?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/6910333762631446132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=6910333762631446132' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/6910333762631446132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/6910333762631446132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/12-pelukan-tiap-hari-bisa-menyembuhkan.html' title='12 pelukan tiap hari bisa menyembuhkan segala penyakit'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-5323986729630360631</id><published>2008-08-02T17:55:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T01:40:12.260-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>tahukah anda?</title><content type='html'>Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, karena kita tidak boleh selalu melihat ke belakang. Tapi pandanglah semua itu ke depan, pandanglah masa depan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita bisa&lt;br /&gt;mendengarkan semuanya dari dua buah sisi.&lt;br /&gt;Untuk bisa mengumpulkan pujian dan kritik dan menyeleksi mana yang benar dan mana yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lahir dengan otak didalam tengkorak kepala kita.Sehingga tidak peduli semiskin apapun kita, kita tetap kaya.Karena tidak akan ada satu orang pun yang bisa mencuri otak kita, pikirankita dan ide kita.Dan apa yang anda pikiran dalam otak anda jauh lebih berharga dari pada emas dan perhiasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kita lahir dengan 2 mata dan 2 telinga, tapi kita hanya diberi 1 buah mulut.&lt;br /&gt;Karena mulut adalah senjata yang sangat tajam, mulut bisa menyakiti, bisa&lt;br /&gt;membunuh, bisa menggoda, dan banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan. Sehingga ingatlah bicara sesedikit mungkin tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh didalam tulang iga kita.&lt;br /&gt;Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai tapi jangan&lt;br /&gt;pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia. Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemukan cinta yang jauh lebih indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-5323986729630360631?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/5323986729630360631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=5323986729630360631' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/5323986729630360631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/5323986729630360631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/tahukah-anda_02.html' title='tahukah anda?'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-3300113868577417527</id><published>2008-08-02T00:27:00.001-07:00</published><updated>2008-08-09T01:40:57.512-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta kasih'/><title type='text'>mendengarkan cinta</title><content type='html'>Manusia memang makhluk rumit. Dan suka aneh sendiri. Hal-hal yang pingin kita omongin,&lt;br /&gt;atau yang harus kita bilang, justru malah nggak pernah kita ungkap.&lt;br /&gt;Parahnya lagi, kita terbiasa pake simbol-simbol atau kata-kata lain buat nunjukin arti sebenernya. ,&lt;br /&gt;seringnya maksud kita itu jadi nggak terkomunikasikan dan bikin orang lain ngerasa bete,&lt;br /&gt;nggak disayang, nggak dihargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya sih, ada saat-saat kita ngerasa nggak nyaman mengekspresikan cinta yang kita rasa. Karena takut mempermalukan orang lain, atau diri kita sendiri, kita ragu buat bilang, "I love you". Jadinya, kita menyampaikan perasaan itu lewat kata-kata yang lain; "jaga diri baik-baik", "belajar yang bener","hati-hati di jalan", "jangan ngebut", "jangan lupa makan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebenernya, itu cuma opsi-opsi lain dari perkataan yang sesungguhnya; "saya sayang kamu", "saya peduli sama kamu", "kamu sangat berarti buat saya", "saya nggak mau kamu terluka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, nggak ada salahnya kita coba MENDENGARKAN CINTA lewat kalimat-kalimat yang dikatakan orang lain. Ungkapan eksplisit itu penting, tapi bagaimana kita mengungkapkannya bisa jadi jauh lebih penting. Setiap pelukan bermakna cinta meski kata-kata yang keluar sangat berbeda. Setiap perhatian yang diberikan orang lain menyimpan cinta walau bentuknya kaku, atau mungkin kasar. Yang pasti, kita harus mencari dan mendengar cinta yang ada di baliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ibu bisa ngomelin anaknya karena nilai rapot atau&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;kamar yang berantakan. Si anak mungkin hanya mendengar omelannya. Tapi kalo dia bener-bener MENDENGAR, dia bakal mendapatkan cinta di sana. Kepedulian dan cinta ibunya muncul dalam bentuk omelan. Tapi gimana pun juga, itu adalah cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang gadis pulang larut malam, dan akhirnya dapet kuliah gratis dari bokapnya. Gadis itu cuma nangkep kemarahan sang bokap. Tapi kalo dia mencoba untuk MENDENGARKAN CINTA, dia bakal menemukannya. "Kamu gimana sih, Papa jadi khawatir sama kamu," kata bokapnya. Tau nggak, itu sama aja dengan "Papa sayang dan peduli sama kamu. Kamu sangat berarti buat Papa" yang sayangnya, nggak tersampaikan dengan lisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mengungkapkan cinta dalam banyak cara - hadiah ulang tahun, pesan-pesan kecil, dengan senyuman, dengan air mata. Cinta nggak hanya ada dalam kata-kata, tapi juga dalam diam. Dan seringkali kita menunjukkan cinta dengan memaafkan orang yang nggak mau mendengar cinta yang kita sampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah dalam "mendengarkan cinta" adalah kesulitan dan keterbatasan kita untuk mengerti bahasa cinta yang dipakai orang lain. Yang kerap terjadi, kita jarang mendengarkan orang lain. Kita mendengar kata-kata, tapi kita nggak mempertimbangkan ekspresi atau tindakan-tindakan yang mengiringi kata-kata itu. Sering juga kita cuma bisa mendengar hal-hal negatif, penolakan, kesalahpahaman dan mengabaikan cinta yang menjadi dasarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengerin deh, cinta-cinta yang ada di sekitar kita. Kalo kita bener-bener berusaha mendengarkan, kita bakal temui bahwa kita sebenarnya memang dicintai. Mendengarkan cinta bisa membuat kita sadar bahwa dunia ini adalah tempat yang begitu indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah anugerah.&lt;br /&gt;Membuat kita tertawa.&lt;br /&gt;Membuat kita bernyanyi.&lt;br /&gt;Membuat kita sedih.&lt;br /&gt;Membuat kita menangis.&lt;br /&gt;Membuat kita bertanya "kenapa?"&lt;br /&gt;Membuat kita menerima.&lt;br /&gt;Membuat kita memberi.&lt;br /&gt;Dan yang paling penting, membuat kita hidup.Bukanlah kehadiran atau ketidakhadiran yang penting; kita nggak perlu merasa kesepian meski kita sedang sendiri. Sendiri itu perlu, lho. Dan itu jangan sampe membuat kita jadi kesepian. Yang jadi masalah bukan berada bersama seseorang, tetapi berada untuk seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah ragu nyatakan cinta. Jujurlah dengan apa yang kita rasa dan katakan. Nggak ada ruginya mengekspresikan diri. Ambil kesempatan untuk mengungkapkan pada seseorang betapa pentingnya dia buat kita. Lakukan, buat perubahan, hindari penyesalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi, tetaplah dekat dengan kawan dan keluarga, karena mereka udah berjasa membangun diri kita yang sekarang. Cinta memang ada untuk ditebarkan. Dan saat cinta yang kita berikan diterima, atau dibalas, itulah saat hidup menjadi penuh makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-3300113868577417527?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/3300113868577417527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=3300113868577417527' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/3300113868577417527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/3300113868577417527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/mendengarkan-cinta.html' title='mendengarkan cinta'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-4866244045402419293</id><published>2008-08-02T00:25:00.001-07:00</published><updated>2008-08-09T01:41:23.061-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta kasih'/><title type='text'>Mereka melihatku dari surga</title><content type='html'>Di sebuah kota di California, tinggal seorang anak laki2 berusia tujuh tahun &lt;br /&gt;yang bernama Luke. Luke gemar bermain bisbol. Ia bermain pada sebuah tim &lt;br /&gt;bisbol di kotanya yang bernama Little League. Luke bukanlah seorang pemain &lt;br /&gt;yang hebat. Pada setiap pertandingan, ia lebih banyak menghabiskan waktunya &lt;br /&gt;di kursi pemain cadangan. Akan tetapi, ibunya selalu hadir di setiap &lt;br /&gt;pertandingan untuk bersorak dan memberikan semangat saat Luke dapat memukul &lt;br /&gt;bola maupun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan Sherri Collins, ibu Luke, sangat tidak mudah. Ia menikah dengan &lt;br /&gt;kekasih hatinya saat masih kuliah. Kehidupan mereka berdua setelah &lt;br /&gt;pernikahan berjalan seperti cerita dalam buku-buku roman. Namun, keadaan itu &lt;br /&gt;hanya berlangsung sampai pada musim dingin saat Luke berusia tiga tahun. &lt;br /&gt;Pada musim dingin, di jalan yang berlapis es, suami Sherri meninggal karena &lt;br /&gt;mobil yang ditumpanginya bertabrakan dengan mobil yang datang dari arah &lt;br /&gt;berlawanan. Saat itu, ia dalam perjalanan pulang dari pekerjaan paruh waktu &lt;br /&gt;yang biasa dilakukannya pada malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tidak akan menikah lagi," kata Sherri kepada ibunya. "Tidak ada yang &lt;br /&gt;dapat mencintaiku seperti dia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau tidak perlu menyakinkanku," sahut ibunya sambil tersenyum. Ia adalah &lt;br /&gt;seorang janda dan selalu memberikan nasihat yang dapat membuat Sherri merasa &lt;br /&gt;nyaman. "Dalam hidup ini, ada seseorang yang hanya memiliki satu orang saja &lt;br /&gt;yang sangat istimewa bagi dirinya dan tidak ingin terpisahkan untuk &lt;br /&gt;selama-lamanya. Namun jika salah satu dari mereka pergi, akan lebih baik &lt;br /&gt;bagi yang ditinggalkan untuk tetap sendiri daripada ia memaksakan mencari &lt;br /&gt;penggantinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sherri sangat bersyukur bahwa ia tidak sendirian. Ibunya pindah untuk &lt;br /&gt;tinggal bersamanya. Bersama-sama,mereka berdua merawat Luke. Apapun masalah &lt;br /&gt;yg dihadapi anaknya, Sherri selalu memberikan dukungan sehingga Luke akan &lt;br /&gt;selalu bersikap optimis. Setelah Luke kehilangan seorang ayah, ibunya juga &lt;br /&gt;selalu berusaha menjadi seorang ayah bagi Luke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertandingan demi pertandingan, minggu demi minggu,Sherri selalu datang dan &lt;br /&gt;bersorak-sorai untuk memberikan dukungan kepada Luke, meskipun ia hanya &lt;br /&gt;bermain beberapa menit saja. Suatu hari, Luke datang ke pertandingan seorang &lt;br /&gt;diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pelatih", panggilnya. "Bisakah aku bermain dalam pertandingan ini sekarang? &lt;br /&gt;Ini sangat penting bagiku. Aku mohon ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pelatih mempertimbangkan keinginan Luke. Luke masih kurang dapat bekerja &lt;br /&gt;sama antar pemain. Namun dalam pertandingan sebelumnya, Luke berhasil &lt;br /&gt;memukul bola dan mengayunkan tongkatnya searah dengan arah datangnya bola. &lt;br /&gt;Pelatih kagum tentang kesabaran dan sportivitas Luke, dan Luke tampak &lt;br /&gt;berlatih extra keras dalam beberapa hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentu," jawabnya sambil mengangkat bahu, kemudian ditariknya topi merah &lt;br /&gt;Luke. "Kamu dapat bermain hari ini. Sekarang, lakukan pemanasan dahulu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati Luke bergetar saat ia diperbolehkan untuk bermain. Sore itu, ia bermain &lt;br /&gt;dengan sepenuh hatinya. Ia berhasil melakukan home run dan mencetak dua &lt;br /&gt;single. Ia pun berhasil menangkap bola yang sedang melayang sehingga membuat &lt;br /&gt;timnya berhasil memenangkan pertandingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja pelatih sangat kagum melihatnya. Ia belum pernah melihat Luke &lt;br /&gt;bermain sebaik itu. Setelah pertandingan, pelatih menarik Luke ke pinggir &lt;br /&gt;lapangan. "Pertandingan yang sangat mengagumkan,"katanya kepada Luke."Aku &lt;br /&gt;tidak pernah melihatmu bermain sebaik sekarang ini sebelumnya. Apa yang &lt;br /&gt;membuatmu jadi begini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luke tersenyum dan pelatih melihat kedua mata anak itu mulai penuh oleh air &lt;br /&gt;mata kebahagiaan. Luke menangis tersedu-sedu. Sambil sesunggukan, ia berkata &lt;br /&gt;"Pelatih,ayahku sudah lama sekali meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. &lt;br /&gt;Ibuku sangat sedih. Ia buta dan tidak dapat berjalan dengan baik, akibat &lt;br /&gt;kecelakaan itu. Minggu lalu,......Ibuku meninggal." Luke kembali menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Luke menghapus air matanya, dan melanjutkan ceritanya dengan &lt;br /&gt;terbata-bata "Hari ini,.......hari ini adalah pertama kalinya kedua &lt;br /&gt;orangtuaku dari surga datang pada pertandingan ini untuk bersama-sama &lt;br /&gt;melihatku bermain. Dan aku tentu saja tidak akan mengecewakan &lt;br /&gt;mereka.......". Luke kembali menangis terisak-isak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pelatih sadar bahwa ia telah membuat keputusan yang tepat, dengan &lt;br /&gt;mengizinkan Luke bermain sebagai pemain utama hari ini. Sang pelatih yang &lt;br /&gt;berkepribadian sekuat baja, tertegun beberapa saat. Ia tidak mampu &lt;br /&gt;mengucapkan sepatah katapun untuk menenangkan Luke yang masih menangis. &lt;br /&gt;Tiba-tiba, baja itu meleleh. Sang pelatih tidak mampu menahan perasaannya &lt;br /&gt;sendiri, air mata mengalir dari kedua matanya, bukan sebagai seorang &lt;br /&gt;pelatih, tetapi sebagai seorang anak.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pelatih sangat tergugah dengan cerita Luke, ia sadar bahwa dalam hal &lt;br /&gt;ini, ia belajar banyak dari Luke. Bahkan seorang anak berusia 7 tahun &lt;br /&gt;berusaha melakukan yang terbaik untuk kebahagiaan orang tuanya, walaupun &lt;br /&gt;ayah dan ibunya sudah pergi selamanya............Luke baru saja kehilangan &lt;br /&gt;seorang Ibu yang begitu mencintainya........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pelatih sadar, bahwa ia beruntung ayah dan ibunya masih ada. Mulai saat &lt;br /&gt;itu, ia berusaha melakukan yang terbaik untuk kedua orangtuanya, &lt;br /&gt;membahagiakan mereka,membagikan lebih banyak cinta dan kasih untuk &lt;br /&gt;mereka.Dia menyadari bahwa waktu sangat berharga, atau ia akan menyesal &lt;br /&gt;seumur hidupnya...............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-4866244045402419293?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/4866244045402419293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=4866244045402419293' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/4866244045402419293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/4866244045402419293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/08/mereka-melihatku-dari-surga.html' title='Mereka melihatku dari surga'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-3718759325630195911</id><published>2008-07-31T20:19:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T01:43:44.713-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>sebuah janji</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cdoddy%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Istriku berkata kepadaku yang sedang membaca koran: “&lt;b&gt;Berapa lama lagi kamu baca koran itu? &lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang makan”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;. Aku taruh koran dan melihat anak perempuanku satu-satunya, namanya Sindu. Dia tampak&lt;br /&gt;ketakutan, air matanya banjir, di depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yogurt (nasi khas India/curd rice).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yg baru 8 tahun. Dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Ibu dan istriku masih kuno, mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada “cooling effect“-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengambil mangkok dan berkata &lt;b&gt;“Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini?&lt;/b&gt; Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak-teriak sama Ayah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku.Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya dan berkata “Boleh ayah, akan saya makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok tapi semuanya akan saya habiskan, tapi saya akan minta… ” agak ragu2, sejenak akan minta sesuatu bila semua nasinya habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan saya?”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Aku menjawab, “oh pasti sayang”&lt;br /&gt;Sindu tanya sekali lagi “betul nih yah?”&lt;br /&gt;“Yah pasti” sambil menggenggam tangan anakku yang kemerahmudaan dan lembut sebagai tanda setuju. Sindu juga mendesak ibunya untuk berjanji hal yang sama. Istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, “janji” kata istriku.&lt;br /&gt;Aku sedikit khawatir dan berkata, “&lt;b&gt;Sindu jangan minta komputer atau barang-barang lain yang mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya uang”&lt;/b&gt;. Sindu menjawab, “jangan khawatir, Sindu tidak minta barang-barang mahal kok”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Sindu perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita, dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hatiku aku marah pada istri dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Sindu melewati penderitaannya, dia mendekatiku dengan mata penuh harap. Dan semua perhatian (aku, istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya. &lt;b&gt;Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin/dibotakin pada hari Minggu.&lt;/b&gt; Istriku spontan berkata “permintaan gila, anak perempuan dibotakin, tidak mungkin”.&lt;br /&gt;Juga ibuku menggerutu “jangan terjadi dalam keluarga kita, dia terlalu banyak nonton TV. Dan program2 TV itu sudah merusak&lt;br /&gt;kebudayaan kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku coba membujuk “Sindu kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak”&lt;br /&gt;Tapi Sindu tetap dengan pilihannya “tidak ada Ayah, tak ada keinginan lain” kata Sindu.&lt;br /&gt;Aku coba memohon kepada Sindu “tolonglah, kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami”.&lt;br /&gt;Sindu dgn menangis berkata “&lt;b&gt;Ayah sudah melihat bagaimana menderitanya saya menghabiskan nasi susu asam itu dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan saya&lt;/b&gt;, kenapa Ayah sekarang mau menarik/menjilat ludah sendiri? Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi, seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala) untuk memenuhi janjinya rela memberikan tahta, harta/kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya sendiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku. Janji kita harus ditepati. Secara serentak istri dan ibuku berkata &lt;b&gt;apakah aku sudah gila&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;“Tidak” jawabku. Kalau kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri. Sindu permintaanmu akan kami penuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar dan matanya besar dan bagus. Hari Senin, aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku. Sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya. Tiba-tiba seorang anak laki-laki keluar dari mobil sambil berteriak, “Sindu tolong tunggu saya!” . Yang mengejutkanku ternyata, &lt;b&gt;kepala anak laki-laki itu botak.&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Aku berpikir mungkin botak model jaman sekarang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari mobil dan berkata “Anak anda Sindu benar2 hebat. Anak laki2 yang&lt;br /&gt;jalan bersama-sama dia sekarang, Harish, adalah anak saya. Dia menderita kanker leukemia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu berhenti sejenak, menangis tersedu-sedu, “bulan lalu Harish tidak masuk sekolah, karena pengobatan chemotherapy kepalanya menjadi botak jadi dia tidak mau pergi kesekolah takut diejek/dihina oleh teman-teman sekelasnya. &lt;b&gt;Nah Minggu lalu Sindu datang kerumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi, hanya saya betul-betul tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish.&lt;/b&gt; Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berdiri terpaku dan aku menangis.&lt;br /&gt;Malaikat kecilku tolong ajarkanku tentang KASIH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-3718759325630195911?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/3718759325630195911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=3718759325630195911' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/3718759325630195911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/3718759325630195911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/07/sebuah-janji.html' title='sebuah janji'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-25393449564709530</id><published>2008-07-31T20:17:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T01:44:47.689-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'> Kisah 1000 Hari Sabtu </title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cdoddy%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Makin tua, aku makin menikmati Sabtu pagi. &lt;b&gt;Mungkin karena adanya keheningan sunyi senyap sebab aku yang pertama bangun pagi&lt;/b&gt;, atau mungkin juga karena tak terkira gembiraku sebab tak usah masuk kerja. Apapun alasannya, beberapa jam pertama Sabtu pagi amat menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu yang lalu, aku agak memaksa diriku ke dapur dengan membawa secangkir kopi hangat di satu tangan dan koran pagi itu di tangan lainnya. Apa yang biasa saya lakukan di Sabtu pagi, &lt;b&gt;berubah menjadi saat yang tak terlupakan dalam hidup ini&lt;/b&gt;. Begini kisahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku keraskan suara radioku untuk mendengarkan suatu acara Bincang-bincang Sabtu Pagi. Aku dengar seseorang agak tua dengan suara emasnya. Ia sedang berbicara mengenai seribu kelereng kepada seseorang di telpon yang dipanggil "Tom". Aku tergelitik dan duduk ingin mendengarkan apa obrolannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengar Tom, kedengarannya kau memang sibuk dengan pekerjamu. &lt;b&gt;Aku yakin mereka menggajimu cukup banyak&lt;/b&gt;, tapi kan sangat sayang sekali kau harus meninggalkan rumah dan keluargamu terlalu sering. Sulit kupercaya kok ada anak muda yang harus bekerja 60 atau 70 jam seminggunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. &lt;b&gt;Untuk menonton pertunjukan tarian putrimu pun kau tak sempat"&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melanjutkan : "Biar kuceritakan ini, Tom, sesuatu yang membantuku mengatur dan menjaga prioritas apa yang yang harus kulakukan dalam hidupku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mulailah ia menerangkan teori &lt;b&gt;"seribu kelereng"&lt;/b&gt; nya. "Begini Tom, suatu hari aku duduk-duduk dan mulai menghiitung- hitung. Kan umumnya orang rata-rata hidup 75 tahun. Ya aku tahu, ada yang lebih dan ada yang kurang, tapi secara rata-rata umumnya kan sekitar 75 tahun. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lalu, aku kalikan 75 ini dengan 52 dan mendapatkan angka 3900 yang merupakan jumlah semua hari Sabtu yang rata-rata dimiliki seseorang selama hidupnya. Sekarang perhatikan benar-benar Tom, aku mau beranjak ke hal yang lebih penting".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tahu tidak, &lt;b&gt;setelah aku berumur 55 tahun baru terpikir olehku semua detail ini&lt;/b&gt;", sambungnya, "dan pada saat itu aku kan sudah melewatkan 2800 hari Sabtu. Aku terbiasa memikirkan, andaikata aku bisa hidup sampai 75 tahun, maka buatku cuma tersisa sekitar 1000 hari Sabtu yang masih bisa kunikmati".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu aku pergi ketoko mainan dan membeli tiap butir kelereng yang ada. Aku butuh mengunjungi tiga toko, baru bisa mendapatkan 1000 kelereng itu. Kubawa pulang, kumasukkan dalam sebuah kotak plastik bening besar yang kuletakkan di tempat kerjaku, di samping radio. Setiap Sabtu sejak itu, aku selalu ambil sebutir kelereng dan membuangnya" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku alami,&lt;b&gt; bahwa dengan mengawasi kelereng-kelereng itu menghilang, aku lebih memfokuskan diri pada hal-hal yang betul-betul penting dalam hidupku&lt;/b&gt;. Sungguh, tak ada yang lebih berharga daripada mengamati waktumu di dunia ini menghilang dan berkurang, untuk menolongmu membenahi dan meluruskan segala prioritas hidupmu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang aku ingin memberikan pesan terakhir sebelum kuputuskan teleponmu dan mengajak keluar istriku tersayang untuk sarapan pagi. Pagi ini, kelereng terakhirku telah kuambil, kukeluarkan dari kotaknya. Aku befikir, kalau aku sampai bertahan hingga Sabtu yang akan datang, maka Allah telah memberi aku dengan sedikit waktu tambahan ekstra untuk kuhabiskan dengan orang-orang yang kusayangi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Senang sekali bisa berbicara denganmu, Tom. Aku harap kau bisa melewatkan lebih banyak waktu dengan orang-orang yang kau kasihi, dan aku berharap suatu saat bisa berjumpa denganmu. Selamat pagi!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dia berhenti, begitu sunyi hening, jatuhnya satu jarumpun bisa terdengar! Untuk sejenak, bahkan moderator acara itupun membisu. Mungkin ia mau memberi para pendengarnya, kesempatan untuk memikirkan segalanya. Sebenarnya aku sudah merencanakan mau bekerja pagi itu, tetapi aku ganti acara, aku naik ke atas dan membangunkan istriku dengan sebuah kecupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Ayo sayang, kuajak kau dan anak-anak ke luar, pergi sarapan"&lt;/b&gt; kataku, "Lho, ada apa ini...?", tanyanya tersenyum. "Ah, tidak ada apa-apa, tidak ada yang spesial", jawabku, " Kan sudah cukup lama kita tidak melewatkan hari Sabtu dengan anak-anak ? &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Oh ya, nanti kita berhenti juga di toko mainan ya? &lt;/span&gt;Aku butuh beli kelereng."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Shared by Fr. Rick of &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Kingston&lt;/st1:city&gt;  , &lt;st1:state st="on"&gt;NY&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-25393449564709530?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/25393449564709530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=25393449564709530' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/25393449564709530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/25393449564709530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/07/kisah-1000-hari-sabtu.html' title=' Kisah 1000 Hari Sabtu '/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4169462229222336793.post-6791878299297966290</id><published>2008-07-31T20:08:00.000-07:00</published><updated>2008-08-09T01:47:09.033-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>surat kecil untuk tuhan</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cdoddy%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Apalah artinya hidup bila anda hanya memiliki sebuah kesempatan untuk berpikir&lt;br /&gt;bagaimana anda hidup lebih lama lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini adalah sebuah kisah nyata yang terjadi pada seorang anak bernama gitta sassa wanda cantika mantan artis cilik era tahun 1998an.. gadis cilik berusia 13 tahun yang divonis mengalami kanker ganas yang nyaris membuat wajahnya menjadi tampak seperti monster. dokter mengvonis gitta akan mati dalam waktu 5 hari bila tidak melakukan operasi. tapi orang tuanya tidak tega buat melihat separuh&lt;br /&gt;wajah dari putrinya harus hilang karena operasi. dan terlebih gitta seorang gadis bagaimana&lt;br /&gt;dia menatap masa depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kasus kanker ganas tersebut baru pertama kali terjadi di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. dan menjadi perdebatan&lt;br /&gt;karena kanker tersebut biasa hanya terjadi pada orang tua. tuhan memang maha adil dengan segala upaya akhirnya orang tua si anak mendapatkan kesempatan untuk sembuh setelah&lt;br /&gt;bertahan selama 6 bulan melalui kemotrapi yang bisa kalian bayangkan bertapa menyakitkan sebuah kemotrapi yang terjadi satu kali bisa membuat rontok semua helai rambut di tubuh.&lt;br /&gt;dan itu terjadi sebanyak 25 kali pada seorang gadis kecil itu sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika semua orang bersuka cita pada kesembuhan gitta. rupanya kesempatan sembuh itu hanya sebuah kesempatan. kanker itu datang kembali dengan menjadi lebih ganas. gitta pun pasrah melewatkan hidupnya dengan kanker yang semakin mengganas wajahnya hingga menyentuh paru parunya. hebatnya dari gadis ini. ia nekad ingin sekolah dengan keadaan seperti ini. hinaan bahkan cacian dari orang orang yang melihatnya tidak ia pedulikan. yang paling menyedihkan adalah. ketika ujian kenaikan kelas disaat ujian tangannya tak mampu lagi bergerak hingga hidungnya mimisan ia masih ingin terus ujian dan lulus naik kelas. tekadnya begitu hebat sampai sampai ibu megawati memberikan penghargaaan khusus padanya sebagai siswa teladan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi inilah kehidupan. Tuhan punya rencana lain padanya. dan akhirnya ia harus pergi setelah 3 tahun mendekap dengan kanker ganas tersebut, bayangkan hidup dengan kanker ganas selama 3 tahun tanpa pernah mengeluh bahkan ia selalu tegar. hingga Tuhan menjemputnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia bahkan menuliskan surat kecil kepada Tuhan ketika didetik detik kematiannya dalam bentuk puisi seperti ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANDAI Aku BISA KEMBALI&lt;br /&gt;Aku INGIN TIDAK ADA TANGISAN&lt;br /&gt;ANDAI Aku BISA KEMBALI&lt;br /&gt;Aku TIDAK INGIN ADA LAGI HAL YANG SAMA TERJADI PADAKU&lt;br /&gt;TERJADI PADA SIAPAPUN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN ANDAI Aku BISA MEMOHON&lt;br /&gt;JANGAN ADA TANGIS DAN DUKA DI DUNIA LAGI&lt;br /&gt;TUHAN ANDAI Aku BISA MENULIS SURAT UNTUKMU&lt;br /&gt;JANGAN PISAHKAN Aku DARI SAHABAT DAN ORANG YANG Aku SAYANGIN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku INGIN MENJADI DEWASA SEPERTI BURUNG YANG BISA TERBANG KETIKA IA DEWASA&lt;br /&gt;Aku INGIN AYAH MELIHAT Aku KETIKA Aku MEMILIKI LAGI KEINDAHAN GERAIAN RAMBUT..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;TUHAN SURAT KECILKU INI..&lt;br /&gt;ADALAH PERMINTAAN TERAKHIKU ANDAI&lt;br /&gt;Aku BISA KEMBALI..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;bersyukur..hanya itu yang bisa saya ucapkan setelah membaca cerita ini. Manusia memang diciptakan dengan kondisi yang berbeda-beda.Tidak ada yang bisa menduga nasib seorang manusia. Kanker memang diprediksikan diderita oleh orang-orang usia tua. Tetapi kisah di atas menunjukkan seorang anak kecil pun bisa menderita kanker.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah di atas adalah kegigihan sang anak untuk tetap hidup dan hidup.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;bersyukurlah bagi orang-orang yang masih dalam kondisi sehat...&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;gunakan hidup sebaik mungkin&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;kita tidak tahu takdir kita nanti&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4169462229222336793-6791878299297966290?l=doddyriezqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/feeds/6791878299297966290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4169462229222336793&amp;postID=6791878299297966290' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/6791878299297966290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4169462229222336793/posts/default/6791878299297966290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://doddyriezqi.blogspot.com/2008/07/surat-kecil-untuk-tuhan.html' title='surat kecil untuk tuhan'/><author><name>doddy rizqi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10980134455350232300</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_C6bXytsk1Ak/SJUH1fXHSYI/AAAAAAAAAAM/Cgw2k-o6xhQ/S220/09062007501.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
