Profile

Foto saya
orang yang sedang belajar ikhlas :)
Tampilkan postingan dengan label anjuran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anjuran. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Agustus 2008

8 Cara Sederhana Mengurangi Stres

8 Cara Sederhana Mengurangi Stres

Penelitian menunjukkan stres dan kegelisahan dapat memicu sakit kepala, tegang otot, dan kadang menaikkan tekanan darah. Hati-hati, penelitan yang sama juga menyebutkan, stres mengurangi sistem imunitas. Akibatnya sudah bisa diduga, Anda akan mudah terkena penyakit.

Nah, inilah 8 cara sederhana dan mudah untuk mengurangi tekanan dan kegundahan yang melanda:

1. PERGI JALAN-JALAN

Olahraga dipercaya akan membuat otak kita lebih terang dan menjadikan badan lebih sehat. Mungkin Anda pernah dengar, seorang teman yang langsung bermain tenis kalau sedang marah atau gundah. "Saat itulah saya bisa menyalurkan kemarahan saya dengan memukul bola," katanya.


Tetapi olahraga bukan semata penyaluran emosi seperti tadi. Bahwa tindakan itu menolong, ya. Para ahli pun setuju. Kegiatan itu merupakan penyaluran emosi yang positif, aku mereka. Lebih dari itu olahraga membuat peredaran darah kita menjadi lancar. Yang terjadi kemudian kita merasa lebih relaks dan bisa berpikir lebih jernih.

Untuk mengatasi stres, Anda tak perlu pergi ke kolam renang atau ke lapangan tenis, atau mendekam di pusat kebugaran berjam-jam. Sepuluh menit jalan kaki sudah efektif meredakan kegelisahan. Apalagi bila selama perjalanan Anda melihat hal-hal menarik. Anda akan terhibur, kan?

2. HUBUNGI TEMAN

Pada dasarnya kita memang makhluk sosial. Kita butuh seseorang bukan cuma untuk memenuhi keperluan fisik, tetapi juga kebutuhan psikis.

Semua orang memerlukan seseorang sebagai teman. Jadi, tak salah kalau dari kecil orang tua kita mendorong kita untuk memiliki sebanyak mungkin teman.

Segala kesulitan akan terasa lebih ringan hanya dengan membaginya kepada sorang teman. Itulah sebabnya memiliki seorang sahabat amat penting. Teman bisa mendorong kita lebih bersemangat.

Penelitian juga menunjukkan, ketika kita bercengkerama bersama teman, tekanan darah kita menurun, kegelisahan berkurang, bahkan konon membuat umur kita bertambah panjang.

Ingat juga, kita sendiri pun bisa menjadi pelepas stres bagi kawan kita. Saat seorang teman menceritakan tekanan yang dideritanya, perlihatkan dukungan Anda. Buatlah segalanya menjadi mudah. Terutama, saran ahli, perlihatkan bahwa Anda bersedia menolongnya. Tak perlu memberikan nasihat panjang lebar, apalagi menyalahkan. Semua itu akan membuat tekanannya menjadi bertambah.

3. BEKERJA DI RUMAH

Tuntutan pekerjaan sering kali membuat kita meninggalkan beberapa tugas rumah tangga. Anda tak lagi memasak, tak lagi membereskan rumah, dan tak perlu lagi berkebun. Semua tugas itu sudah Anda delegasikan pada pembantu atau tukang kebun. Bahkan tugas mendampingi anak-anak membuat pekerjaan rumah pun sudah Anda limpahkan pada guru les.

Tetapi tahukah Anda bahwa sebenarnya menjalankan tugas di atas juga dapat mengurangi stres? Penelitian di Amerika mengatakan wanita bekerja yang sama sekali tidak mau tahu urusan rumah tangga cenderung menyalurkan stres dengan menyetir secara membabi buta. Sementara wanita yang bekerja sambil mengurus rumah, lebih stabil emosinya.

Kerja sama antar sesama anggota keluarga membuat kita menyadari betapa terbatasnya kita. Kata ahli, saat itu kita sadar bahwa kita bukanlah super woman. Boleh jadi kita berhasil menjadi ibu rumah tangga yang baik, mampu jadi istri yang oke, tetapi itu semua tidak menunjukkan kita bisa jadi baik dalam segala hal.

4. KURANGI KAFEIN

Minum kopi 4 sampai 5 cangkir sehari memang bisa membuat mata Anda melek sepanjang hari. Tetapi kopi juga memicu pengeluaran adreanalin, si hormon stres. Dan kopi, terang ahli, membuat tubuh bereaksi secara berlebihan, juga terhadap tekanan sekecil apa pun.

Kalau otak memompa adrenalin secara berlebihan, jantung kita juga bekerja lebih keras. Akibatnya tekanan darah menjadi tinggi. Sebaliknya kalau organ kita bekerja normal-normal saja, tubuh kita akan bereaksi secara normal terhadap tekanan.

Nah, mulailah pagi Anda dengan segelas jus buah yang sehat. Kalau belum biasa, minumlah dulu kopi tanpa kafein. Atau mengapa tidak mencoba teh herbal saja?

5. TERTAWALAH BERSAMA

Tertawa membuat hidup menjadi lebih mudah. Cobalah memikirkan sesuatu yang lucu dan bagilah bersama teman-teman. Tawa yang menular dan panjang membuat kemarahan Anda berkurang. Jangan kaget, bila setelah tertawa, Anda lupa bahwa beberapa menit yang lalu Anda tengah diserang kemarahan besar atau punya perasaan gundah yang tidak bisa dilukiskan saking penuhnya.

Tak ada salahnya kalau Anda menyimpan beberapa vcd film komedi atau memiliki beberapa majalah humor. Di saat-saat tertentu benda-benda ini bisa menolong Anda, melepaskan segala macam tekanan.

6. SEPULUH MENIT SAJA

Semua berjalan rutin. Tak Anda sadari, rutinitas bukan sesuatu yang baik. Tampaknya memang begitu. Bila semua berjalan seperti adanya, berarti semua baik-baik saja. Anda salah. Rutinitas yang terus-menerus seringkali justru mendatangkan stres.

Anda keliru kalau menghabiskan waktu cuma untuk urusan kantor melulu. Anda juga tidak benar bila seluruh waktu Anda cuma untuk mengurus rumah tangga. Hal-hal yang rutin memang harus dijalankan, tetapi sediakan juga waktu untuk Anda sendiri, untuk melakukan hal yang berbeda.

Tak perlu lama. Sepuluh menit, cukup untuk keluar sejenak dari rutinitas. Selama waktu itu, Anda bisa membaca buku. Atau melakukan hal-hal yang Anda sukai. Pendeknya, gunakan waktu itu hanya untuk diri sendiri. Bukan cuma orang lain yang wajib Anda senangkan. Bukan hanya pekerjaan yang kudu Anda urus. Diri sendiri pun memerlukan cinta kasih Anda..

7. PIJAT

Terapi pijat juga dapat menolong melonggarkan otot yang tegang yang pastinya sering membuat kita tambah tersiksa. Kata ahli, ketika stres mendera, bagian pundak dan otot leherlah yang pertama kali mengalami ketegangan.

Pijatan juga akan membantu melancarkan peredaran darah hingga membuat Anda lebih santai. Perasaan yang relaks akan membuat Anda lebih mudah menghadapi apa pun. Percayalah!

8. PAHAMI BATAS ANDA

Stres sering kali terjadi akibat terlalu menaruh harapan besar terhadap diri kita sendiri. Kita lupa kemampuan kita terbatas. Hingga ketika tidak berhasil melakukan sesuatu, kita lantas merasa tertekan bahkan membenci diri kita.

Pahami kemampuan Anda. Yakinkan diri bahwa ada hal-hal tertentu yang tak bisa Anda raih, entah karena keadaan atau tidak mampu. Meskipun begitu, tak perlu kecil hati karena bolehjadi kemampuan Anda dalam suatu hal kurang, tetapi di lain hal Anda unggul. Begitulah hidup!




[+/-] Selengkapnya...

Sabtu, 02 Agustus 2008

12 pelukan tiap hari bisa menyembuhkan segala penyakit

“Jika rumah tangga Anda di ambang kehancuran, cobalah memeluk pasangan Anda 20 kali sehari. Saya yakin Anda berdua tak akan bercerai,” kata master reiki di India.

“Untuk bertahan hidup, kita membutuhkan 4 pelukan sehari. Untuk kesehatan, kita butuh 8 pelukan perhari. Untuk awet muda, kebahagiaan, kita perlu 12 pelukan perhari,” kata Virginia Satir, terapis keluarga.

pelukan-menyembuhkan 12 pelukan tiap hari agar tidak sakit-sakitanMungkin Anda sedikit heran, benarkah pelukan memiliki kekuatan yang begitu hebat, hingga bisa membuat sehat...


, panjang umur, dan awet muda? Kapan terakhir kali Anda memeluk seseorang atau seseorang memeluk Anda? Jika jawabannya jarang atau bahkan tidak pernah sama sekali, coba ingat-ingat, apa yang belakangan ini Anda rasakan? Bisa jadi Anda sering sakit-sakitan, depresi, stres, sakit kepala, dan emosional.

Berbagai penelitian menunjukkan terapi pelukan bisa menyembuhkan penyakit fisik dan psikis. Bisa mengatasi stres, depresi dan lain-lain. Orang yang dipeluk, ataupun memeluk, merasakan adanya kekuatan cinta yang mengelilingi mereka. Kekuatan ini yang membuat kekebalan tubuh kita semakin meningkat.

Saat berpelukan, tubuh melepaskan oxytocin, hormon yang berhubungan dengan perasaan damai dan cinta. Hormon oxytocin ini membuat jantung dan pikiran sehat. Hormon oxytocin ini baru bisa keluar jika manusia memiliki kehidupan sehat, merasa damai dan tentram.

Terapi pelukan hampir sama dengan terapi jalan kaki. Terapi pelukan meningkatkan keseimbangan tubuh, kesehatan, dan mengurangi tingkat stres, khususnya para profesional muda yang bekerja di kota metropolitan.

Pelukan bukan berarti Anda harus mencari suami atau kekasih untuk melakukan hal ini. Pelukan dapat dilakukan pada siapa saja dengan penuh kasih dan damai. Tentu saja pelukan ini bukan berkonotasi negatif apalagi mengikutsertakan gairah. Pelukan ini juga bukan ‘pelukan sosial’, seperti berjabat tangan, mencium pipi kiri dan kanan, seperti yang dilakukan oleh budaya masyarakat beberapa negara pada saat pesta atau pertama kali bertemu.

Pelukan yang dimaksud adalah pelukan saling menyentuh, tubuh dengan tubuh saling mengikat dan menyentuh. Ketika saling berpelukan, akan terasa perasaan nyaman dan damai.

Di Indonesia juga beberapa negara lainnya berpelukan hanya dilakukan pada pasangan suami istri, saudara, orang tua ke anaknya. Di Amerika sebuah lembaga ada yang mengkoordinir untuk mengadakan Free Hug di jalanan. Jangan kaget jika suatu Hari, saat Anda berkunjung ke Amerika dan Eropa, melihat beberapa orang dengan papan besar di dada, bertuliskan Free Hug. Mereka adalah para relawan yang memberikan terapi pelukan pada setiap orang yang membutuhkan.

“Tapi, kita harus ingat. Walau sekadar jabat tangan dan menyentuh pipi dengan pipi, ini juga ada manfaatnya. Ada rasa kehangatan ketika kita saling berjabat tangan. Namun bila ini dilakukan lebih dari ini, yaitu dengan pelukan erat. Tentu lebih bermanfaat, unsur terapinya lebih tinggi,” ujar Dr. Bhagat, salah satu doktor yang meneliti pengaruh pelukan di India.

Diharapkan masyarakat mengerti akan manfaat sentuhan dan pelukan. Sehingga pasangan suami istri, semakin sering berpelukan dan bersentuhan. Juga makin sering memeluk anak-anaknya. Seluruh bagian di kulit kita memiliki organ perasa. Dari ujung kaki hingga kepala adalah area yang sensitif bila disentuh. Bahkan ketika bayi masih di dalam kandungan walau dilindungi air ketuban, dia sangat menyukai sentuhan kasih sayang dari ke dua orang tuanya. Jika sering disentuh, bayi dalam kandungan akan tumbuh menjadi bayi yang sehat dengan pertumbuhan yang bagus. Selain itu secara psikis bayi akan tumbuh menjadi seorang yang penyayang.

Anak-anak yang sering disentuh, dibelai dan dipeluk oleh orang tuanya juga akan tumbuh menjadi anak yang sehat. Mereka akan merasa nyaman dan memiliki kepercayaan diri. Pertumbuhan dan kesehatan pun lebih bagus dibanding dengan anak-anak yang jarang disentuh, dibelai dan dipeluk.

Pada orang tua pun, sentuhan dan pelukan sangat berarti. Apalagi pada saat kehilangan seseorang, depresi, stres. Dengan berpelukan, orang dewasa merasa ada orang yang memperhatikan, ada orang yang mencintainya, membutuhkannya. Seluruh kulit Kita, sangat peka dengan pelukan, dan sangat membutuhkan sentuhan hangat dan erat.

Seorang master reiki di Mumbai, India, berkata, “Pelukan salah satu alat untuk bertransformasi. Dengan pelukan satu pribadi dengan pribadi lain semakin dekat. Jika hubungan Anda dengan orang lain renggang. Salah satu cara agar hubungan itu menghangat dengan memeluknya.”

“Jika rumah tangga Anda di ambang kehancuran, cobalah memeluk pasangan Anda 20 kali sehari. Saya yakin Anda berdua tak akan bercerai. Selain itu, hidup Anda berdua akan lebih bahagia, sehat, dan awet muda. Serta Anda akan terhindar dari stress dan depresi.”

Dr Harold Voth, senior psikiater di Kansas, Amerika Serikat telah melakukan riset dengan beberapa ratus orang. Hasilnya, mereka yang berpelukan mampu mengusir depresi, meningkatkan kekebalan tubuh, awet muda, tidur lebih nyenyak, lebih sehat.

Jika bayi atau anak-anak rewel atau sakit. Jangan biarkan mereka sendirian. Peluklah. Dengan memeluk, mereka akan merasa nyaman. Sehingga kekebalan tubuhnya lebih baik, dan kesehatan mereka pun akan jauh lebih baik. Anda sebagai orang tua pun mendapatkan efek baik dari terapi pelukan ini. Anda akan jauh lebih sehat, muda, terbebas dari depresi.

Pelukan dapat menyembuhkan sakit fisik dan psikis. Sentuhan yang dihasilkan dari pelukan membantu mengurangi rasa sakit. Beberapa penyakit parah sering kali membuat penderitanya merasa frustasi, marah, tak mungkin penyakitnya bisa disembuhkan. Dengan pelukan, pasien yang frustasi ini merasa nyaman. Pelukan memberikan energi positif pada emosi pasien. Sehingga mengubah emosi negatifnya menjadi emosi positif. Apalagi bila pasien mendapatkan pelukan dari orang yang dicintainya.

Bukankah cinta itu adalah kekuatan yang maha dahsyat? — Sumber artikel: Yoicer, sumber ilustrasi: Ravenmedium



[+/-] Selengkapnya...


Free chat widget @ ShoutMix
Site Meter Add to Technorati Favorites